Beberapa Fakta Menarik Tentang Presiden Thomas Jefferson

Beberapa Fakta Menarik Tentang Presiden Thomas Jefferson

Daftarpresidendunia.web.id – Sesosok Thomas Jefferson yang merupakan presiden ke tiga Amerika Serikat, dia merupakan salah satu figur menarik pada eranya. Dia adalah penulis dari Declaration of Independence, dan memerankan sebuah peran yang sangat penting pada masanya.

Sebagai seorang presiden, dia dilibatkan dalam Louisiana Purchase pada tahun 1803, dan Ekspedisi Lewis and Clark. Dia adalah seorang pria dari Enlightenment, yang secara mengejutkan adalah orang yang jenius, berpengatahuan luas, dan memiliki bakat sebagai ahli perkebunan, politikus, pengacara, arsitek, arkeolog, paleontologist(ahli fossil), dan seorang penemu. Di luar semua penghargaan yang dia dapatkan, dia merupakan orang yang misterius. Informasi yang didapatkan mengenai dirinya dapat disimpulkan bahwa dia adalah orang yang penuh dengan kontradiksi.

Sering disebut-sebut sebagai presiden Amerika terhebat yang pernah hidup, dia merupakan seorang pahlawan, sekaligus orang yang penuh dengan teka-teki di dalam sejarah Amerika. Berikut ini adalah fakta mengenai kehebatan dan keunikan Thomas Jefferson sebagai seorang presiden.

Thomas Jefferson memiliki batu nisan yang unik untuk ukuran seorang presiden.

Di atas batu nisannya tidak disebutkan bahwa dirinya adalah seorang mantan presiden Amerika. Jefferson dikuburkan di Monticello, pada bukit dekat rumahnya. Tulisan di batu nisannya terbaca sebagai berikut: “Here was buried Thomas Jefferson, Author of the Declaration of American Independence, of the Statute of Virginia for Religious Freedom, and Father of the University of Virginia.” (Di sini dimakamkan Thomas Jefferson, Penulis Deklarasi Kemerdekaan Amerika, Pemrakarsa Undang-Undang Virginia dalam kebebasan beragama, dan Bapak dari Universitas Virginia). Dilaporkan bahwa tidak ada kalimat di dalam batu nisan tersebut kalau dia adalah Presiden Amerika karena dia memiliki perasaan yang campur aduk mengenai politik.

Thomas Jefferson adalah satu-satunya presiden Amerika 2 periode jabatan yang tidak pernah melarang(veto) RUU.

Walaupun pendahulunya John Adams adalah yang pertama yang tidak pernah melaksanakan hak veto, namun Jefferson adalah presiden pertama dalam 2 masa jabatan yang tidak pernah menggunakan hak veto ini. Bandingkan dengan Washington yang menggunakan hak veto sebanyak 2 kali, dan kemudian penerus Jefferson, James Madison yang menggunakan hak tersebut sebanyak 7 kali.

Hal ini diterima kalau dia tidak pernah memveto sebuah RUU karena dia percaya bahwa kepala eksekutif harus memainkan peran yang terbatas, hanya sebatas peran sebagai perawat/pengurus di dalam pemerintahan.

Baca Juga : Presiden AS Terkaya Sepanjang Zaman

Thomas Jefferson adalah seorang pembicara yang kurang baik.

Walaupun dia memiliki bakat dalam menulis dan berbicara, Jefferson tidak pernah pandai dalam menjadi pembicara di depan umum. Ketika dia harus berbicara di depan umum, dia sering bergumam dan berbicara dengan suara yang sulit didengar yang membuat orang-orang sulit untuk mendengar apa yang dia bicarakan. Itu tidak berarti bahwa pidatonya tidak ditulis dengan baik atau tidak ada artinya. Dia hanya tidak bisa membawakannya di depan keramaian.

John Adams pernah mengatakan, “Selama saya duduk dengannya di dalam kongres, saya tidak pernah mendengarnya mengucapkan 3 kalimat dalam satu kesempatan.” Ketakutannya dalam berbicara di depan umum membuatnya manjadi seorang presiden yang menhindari sorotan publik. Untuk alasan ini, dia memulai tradisi mengirimkan pesan negara kepada Kongres dalam bentuk tulisan, sehingga dia tidak perlu menghadiri kongres tersebut.

Tradisi ini berlanjut hingga tahun 1913, hingga dirubah oleh Woodrow Wilson.

Jefferson menjadi sasaran kampanye paling kotor selama dia mencalonkan diri sebagai presiden.

Lawan oposisi yang Federalist dari Thomas Jefferson menyebarkan isu bahwa dia adalah orang “kafir” selama pencalonan pertamanya sebagai presiden. Anggapan mengenai Jefferson yang seorang yang non-relijius memanas sehingga membuat gelombang luar biasa di Amerika pada waktu itu. Tuduhan ini secara luas dipercayai dengan keluarga di New England yang menyembunyikan alkitab mereka di dasar sumur, karena mereka percaya bahwa dia(Jefferson) akan menyitanya nanti.

Bahkan Timothy Dwight, presiden dari Universitas Yale, menyatakan jika Jefferson terpilih, ini akan berdampak pada, “Istri-Istri dan anak-anak perempuan kita akan menjadi korban dari prostitusi yang dilegalkan; tidak dihormati sewajarnya; secara munafik dinodai.” Surat kabar Connecticut Courant menuliskan jika dia terpilih, “Hampir tidak ada kemungkinan kita akan terlepas dari perang saudara, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, perzinahan dan pernikahan sedarah akan dibudayakan secara terbuka.”

Related posts