Presiden Terbaik Membawa Perubahan Dunia

Presiden Terbaik Membawa Perubahan Dunia

Daftarpresidendunia.web.id – Taukah kalian presiden Amerika ini membawah prubahan bagi dunia. Bagi anda yang penasaran mari baca ulasan Daftarpresidendunia.web.id. Berikut ulasan penting yang akan di bagikan Daftarpresidendunia.web.id dibawah ini.

Terdapat beberapa Link Alternatif SBOBET yang bisa anda gunakan untuk masuk kedalam Situs Sbobet.com yang menyediakan berbagai macam pasaran dan taruhan bola serta permainan casino online yang sangat menarik yang bisa dimainkan melalui smartphone anda.

Abraham Lincoln (1861-1865)
Abraham Lincoln menjadi presiden saat keadaan Amerika kala itu benar-benar kacau. Masalah perbatasan dengan daerah lain masih menjadi pemicu konflik. Belum lagi masalah kekerasan rasial yang terjadi antara penduduk lokal dan pendatang. Lincoln perlahan-lahan mengatasi hal ini dan membuat Amerika mulai bergerak ke arah yang lebih baik.

Saat memimpin negara, ia memproklamasikan emansipasi. Di tangannya juga perbudakan mulai dilarang, meski tak bisa membuat perbudakan di Amerika berhenti. Apa yang dilakukan oleh Lincoln akhirnya menarik simpati banyak pihak hingga dukun terus berdatangan. Sayangnya, Lincoln justru dibunuh hingga tak bisa melanjutkan misinya yang hebat. Saat Lincoln meninggal dunia banyak sekali warga negaranya yang bersedih. Bahkan dijuluki sebagai presiden paling dicintai di sepanjang sejarah Amerika.

John F. Kennedy (1961-1963)
John F. Kennedy (JFK) adalah salah satu presiden terbaik yang pernah dimiliki oleh Amerika. Selama dua tahun menjabat sebelum akhirnya dibunuh, JFK telah banyak sekali membuat perubahan. Ia membawa banyak guru, penulis, ilmuwan, dan orang pandai lainnya ke dalam pemerintahan. Ia juga mendirikan organisasi perdamaian dan membuat aturan baru dalam hak asasi manusia.

Selama menjabat, JFK selalu menekankan nilai perdamaian kepada semua orang di negerinya, bahkan dunia. Ia mencoba memperbaiki hubungan dengan Uni Soviet (Rusia) meski akhirnya gagal. Kematian JFK dianggap sebagai konspirasi untuk membuat Amerika tak melenceng ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini, JFK ingin membuat Amerika lebih manusiawi.

Franklin Delano Roosevelt (1933-1945)
Franklin Delano Roosevelt (FDR) adalah presiden dari Amerika yang menekankan adanya nilai-nilai demokrasi. Di tangannya, Amerika mulai mengalami perubahan dalam bidang sosial dan bisnis. Usaha kecil kala itu benar-benar dibantu oleh FDR untuk maju. Dengan melakukan banyak usaha, mau tidak mau perekonomian negara akan terbantu.

Baca juga : Pemimpin Wanita Paling Berpengaru Di Dunia

Saat perang dunia ke-II pecah, FDR menyuruh sekutu untuk melindungi demokrasi suatu negara. Ia menginginkan agar negara-negara lain jadi bebas. Sayangnya apa yang diinginkan oleh FDR ini tak menjadi nyata, bahkan saat ini Amerika justru menjadi sumber kekacauan di berbagai wilayah dunia.

James Monroe (1817-1825)
James Monroe adalah Presiden Amerika yang melarang adanya koloni baru dari bangsa-bangsa Eropa di Amerika. Ia juga kerap melakukan blusukan seperti yang banyak dilakukan pimpinan Indonesia saat ini. Dengan keliling wilayah di Amerika, Monroe jadi tahu apa saja yang menjadi keinginan warganya. Monroe juga selalu berupaya membuat perdamaian di semua wilayah Amerika.

Di tangannya, segala bentuk konflik selalu bisa dihindari. Monroe tidak menyukai adanya perang. Ia selalu membuat semua masalah yang terjadi mampu diselesaikan dengan baik. Perdamaian di wilayah Amerika adalah hal yang menjadi impiannya. Saat Monroe menjabat, perpecahan yang terjadi di negeri ini bisa dihindari dengan baik. Bahkan, Amerika mulai mengurangi budak yang berasal dari negara-negara Afrika.

Thomas Jefferson (1801-1809)
Thomas Jefferson bisa dibilang sebagai presiden paling hemat di Amerika. Saat ia menjabat, banyak sekali sektor militer yang mengalami pemotongan dana. Semua dana yang terkumpul, akhirnya digunakan untuk membeli wilayah-wilayah yang saat itu dikuasai oleh Perancis dan negara Eropa lainnya. Dengan membeli wilayah, maka Jefferson bisa membuat Amerika menjadi sebuah kesatuan yang utuh.

Jefferson sering memburu bajak laut yang berada di sekitaran Amerika. Ia ingin negeri yang ia bangun bisa lepas dari adanya pembantaian dari pihak siapa saja. Jefferson sangat baik kepada warganya hingga membuatnya menjadi presiden selama dua periode. Meski akhirnya turun jabatan, dasar-dasar demokrasi yang ditanamkan oleh Jefferson mampu membuat Amerika berkembang hingga sekarang.

Lima Presiden Amerika di atas dikenal sebagai presiden terbaik yang pernah dimiliki oleh Amerika. Di tangan merekalah negeri yang awalnya hanya koloni ini, kini berubah menjadi sesuatu yang hebat. Sayang, di era modern ini Amerika justru bertransformasi menjadi negeri yang banyak dibenci atas invasi-invasi militer yang dilaksanakan di Timur Tengah.

Kira-kira presiden yang terpilih di tahun 2016 nanti bisa sehebat lima pendahulunya di atas enggak ya? Bagaimana pendapat anda?

Pemimpin Wanita Paling Berpengaru Di Dunia

Pemimpin Wanita Paling Berpengaru Di Dunia

Daftarpresidendunia.web.id – Kali ini Daftarpresidendunia.web.id akan membagikan daftar pemimpin wanita paling berpengaruk di dunia. Siapakah wanita-wanita yang tanggu ini berikut Daftarpresidendunia.web.id kali ini akan memberikan info pentingnya dibawah ini.

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra.
Banyak yang mengkritik Yingluck Shinawatra, sebab dia menjadi Perdana Menteri (PM) tidak lebih karena dia adalah adik bungsu dari Perdana Menteri terguling Thaksin Shinawatra. Yingluck, yang belajar administrasi publik di Kentucky State University, menghabiskan sebagian besar masa dewasanya dengan bekerja di bisnis properti yang didirikan Thaksin. Namun pada 17 Mei lalu ia menjadi terkenal setelah kelompok pro-Thaksin, Partai Pheu Thailand memilihnya sebagai pemimpin. Dua minggu kemudian, pada 3 Juli 2011, partai memilihnya menjadi PM dengan 265 suara dari 500 kursi parlemen yang ada. Dan pada 5 Agustus 2011 parlemen Thailand resmi mengukuhkan dia sebagai PM. Yingluck saat ini harus memenuhi janjinya yaitu meningkatkan upah minimum, memberikan layanan wifi gratis dan memberikan tablet komputer bagi tiap anak sekolah. Program ini dijanjikan tanpa merusak perekonomian.

Kanselir Jerman, Angela Merkel
Politisi perempuan paling berpengaruh di dunia, Angela Merkel, menerima gelar doktor dalam fisika di Jerman Timur sebelum akhirnya terjun ke dunia politik. Ia memenangkan kursi di Bundestag pada pemilihan umum pertama Desember 1990. Lantas Kanselir Helmut Kohl menunjuknya sebagai menteri kabinet satu tahun kemudian. Dalam sebuah wawancara 2010 kepada TIME, dia memiliki banyak keyakinan,Anda tentu bisa mengatakan bahwa saya tidak pernah meremehkan diri sendiri. Tidak ada yang salah dengan menjadi ambisius.

Presiden Argentina, Cristina Fernández de Kirchner
Cristina Fernández de Kirchner terpilih sebagai Presiden pada bulan November 2007. Hal ini membuktikan bahwa ia adalah perempuan yang mandiri. Dia tidak perduli dengan cibiran beberapa anggota elit partai, Cristina telah selamat dari berbagai kebuntuan permasalah pertanian di negara itu. Dia juga lolos dari tudingan bahwa AS turut menyumbang dalam serangkaian kampanye dan perselisihan dalam pemecatan Gubernur Bank Sentral Argentina awal tahun ini. Dengan penampilan yang flamboyan dia pengaruhnya disamakan dengan Eva Perón.

Baca juga : Jokowi Presiden Terbaik Se-Asia

Presiden Brasil, Dilma Rousseff
Saya ingin orang tua yang memiliki anak perempuan memberitahu anaknya, ‘Ya, wanita bisa,” kata Dilma Rousseff dalam pidato kemenangan Pemilu Brasil, Oktober 2010. Ketika dia mengambil kendali negara demokrasi terbesar keempat di dunia pada 1 Januari 2011. Dia menjadi Presiden perempuan pertama di Amerika Selatan. Sebagai mantan kepala staf Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, Rousseff berjanji akan melanjutkan program Lula. “Saya mengucapkan terima kasih khusus kepada Presiden Lula,” katanya dalam pidato malam pemilihan. “Saya tahu bagaimana menghormati warisan, aku akan tahu bagaimana untuk mengkonsolidasikan dan maju dengan apa yang telah ia perbuat.”

Perdana Menteri Australia, Julia Gillard

Setelah dia membantu kudeta Partai Buruh menggulingkan Perdana Menteri Kevin Rudd pada 24 Juni 2010, Julia Gillard kemudian menjadi Perdana Menteri perempuan pertama Australia. Tapi pada pemilihan 21 Agustus 2010, dia terbukti dapat meyakinkan partainya sendiri sekaligus saingannya, koalisi Liberal-Nasional yang dipimpin oleh Tony Abbott. Setelah negosiasi yang berlarut-larut dengan beberapa calon independen, Gillard akhirnya mendapat jaminan dari mayoritas parlemen sebanyak 76-74 untuk membentuk sebuah pemerintah minoritas.

Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf
Dididik di University of Wisconsin dan di Harvard Amerika Serikat, Presiden wanita pertama Afrika ini mengawali karier sebagai Menteri Keuangan Liberia pada akhir tahun 1970. Tetapi ketika Samuel Doe merebut kekuasaan dalam kudeta militer tahun 1980, Ellen Johnson Sirleaf melarikan diri ke Kenya, di mana ia menjadi direktur di Citibank. Dia kembali untuk pemilihan presiden 1996 dan kalah kepada Charles Taylor. Pada tahun 2005, ikut kampanye lagi dan menang. Dia menjanjikan untuk membawa sensitivitas keibuannya dalam memimpin.

Perdana Menteri Bangladesh, Sheik Hasina Wajed
Sheik Hasina Wajed (63), pemimpin Liga Awami memiliki sejarah hidup sangat panjang. Selama ​kudeta 1975, 17 anggota keluarganya tewas, termasuk anaknya, tiga saudara, ibu dan ayahnya, yang merupakan mantan Perdana Menteri Sheikh Mujibur Rahman. Saat kudeta tersebut, Hasina, yang saat itu berusia 28 tahun kebetulan sedang berada di luar negeri. Dia juga tercatat selamat dari serangan granat yang menewaskan lebih dari 20 orang dan menghindari tembakan saat mobilnya diberondong peluru. Hasina pertama kali terpilih menjadi Perdana Menteri pada tahun 1996. Tapi pada tahun 2001, sebuah organisasi internasional menuduh negaranya sebagai negara terkorup di dunia. Dia pun terguling dari kekuasannya. Awami memilihnya kembali menjadi Perdana Menteri setelah mendapat suara 230 dari 299 kursi parlemen.

Perdana Menteri Islandia, Johanna Sigurdardottir
Setelah perekonomian Islandia runtuh pada Oktober 2008, Johanna Sigurdardottir (68) membawa gelombang ketidakpuasan tersebut menuju jalan ke perdana menteri. Tapi itu tidak mengejutkan, sebab mantan pramugari yang juga politisi ini telah memenangkan 8 pemilu berturut-turut sejak memasuki Parlemen pada tahun 1978. Hal ini membuat dirinya menjadi anggota parlemen terlama di negaranya dan salah satu yang paling populer. Selain menjadi wanita pertama Perdana Menteri Islandia, Sigurdardottir, menjadikan negaranya sebagai negara pertama yang membolehkan perkawinan sesama jenis. Pada bulan Juni 2010, ketika Islandia mengesahkan pernikahan gay, Sigurdardottir merestui hubungan perkawinan warganya yang telah berpacaran selama 7 tahun.

Presiden Kosta Rika, Laura Chinchilla
Mantan Wakil Presiden Laura Chinchilla memenangkan 47% suara pada Februari 2010 dalam pemilihan presiden di Kosta Rika. Sebelumnya dia menjabat sebagai Menteri Keamanan Publik dan Menteri Kehakiman dari Partai Pembebasan Nasional. Dia merupakan tokoh konservatif yaitu tercermin dengan menentang pernikahan gay, aborsi dan legalisasi pil KB. Dia melanjutkan kebijakan dari pendahulunya dengan membuka investasi internasional dan memperluas perdagangan bebas.

Presiden Finlandia, Tarja Halonen
Tarja dibesarkan dalam keluarga kelas pekerja di pusat kota Helsinki. Tarja Halonen telah menciptakan karir politik yang sangat sukses dengan membangun hubungan dengan serikat buruh dan organisasi non pemerintah.

Presiden Lithuania, Dalia Grybauskaite
Setelah Dalia Grybauskaite berkuasa pada tahun 2009, wartawan Eropa langsung menyebutnya Perempuan Bertangan Besi. Karena kata-katanya cukup keras dan memegang ban hitam karate. Putri seorang pramuniaga dan petugas listrik, Grybauskaite bekerja paruh waktu di pabrik sambil mendapatkan gelar PhD di bidang ekonomi. Dia kemudian menjadi Wakil Menteri Keuangan pada tahun 1999, sebelum akhirnya menjadi oposisi dalam Komisi Eropa. Pada tahun 2009, saat Lithuania terperosok resesi ekonomi yang dalam, Grybauskaite fokus kampanye untuk melindungi orang-orang yang berpendapatan rendah dan menanggulangi pengangguran yang naik menjadi 16%. Menjadi calon independen, ia menang dengan mayoritas suara 68%. Ini merupakan suara terbesar yang tercatat dalam sejarah pemilihan presiden Lithuania.

Jokowi Presiden Terbaik Se-Asia

Jokowi Presiden Terbaik Se-Asia

Daftarpresidendunia.web.idBloomberg mengukur kinerja seluruh presiden dari seluruh asia dan eropa pada tahun 2016 dan ternyata dari seluruh presiden jokowi yang paling banyak mendapatkan berita positif dibandingkan presiden yang lain. Berikut ulasan lengkapnya dibawah ini.

Seperti dilansir Antara, Sabtu (31/12/2016), Bloomberg merilis laporan berjudul Who’s Had the Worst Year? How Asian Leaders Fared in 2016. Ada 3 aspek yang dinilai dan Jokowi memiliki nilai positif di ketiganya yaitu menaikkan kekuatan nilai tukar (2,41 persen), menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif (5,02 persen skala tahun ke tahun) dan memiliki tingkat penerimaan publik yang tinggi (69 persen).

Dibandingkan Jokowi, rapor pemimpin lain di Asia-Australia justru jeblok. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, punya rapor merah dalam hal kekuatan nilai tukar. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dinilai menurun di aspek pertumbuhan ekonomi serta penerimaan publik sementara nilai tukar China di kepemimpinan Xi Jinping juga dinilai menurun.

Berbanding terbalik dengan Jokowi, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye memiliki catatan merah untuk semua aspek. Nilai tukar Won menurun sebesar 2 persen dan pertumbuhan ekonomi yang hanya di angka 2,87 persen, Geun Hye juga memiliki reputasi tingkat penerimaan publik atas dirinya hanya sebesar 4 persen yang menyebabkan dirinya dipaksa untuk mengundurkan diri.

Baca juga : History Presiden Jokowi

Dari laporan Bloomberg, rapor cemerlang Presiden Jokowi tak lepas dari kepemimpinan serta kepiawaiannya berpolitik hingga bisa mengendalikan dua per tiga kursi di parlemen. Kesuksesan program tax amnesty juga membuat biaya pembangunan infrastruktur bisa ditanggung.

Dari keseluruhan pemimpin yang dinilai oleh Bloomberg, yaitu delapan pemimpin negara, Jokowi satu-satunya pemimpin dunia yang memiliki semua indikator positif untuk tiga kategori yaitu fluktuasi kurs, pertumbuhan ekonomi dan rating penerimaan publik.

Sementara itu, penerimaan publik paling tinggi dimiliki oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte dengan rating 83 persen, ia juga mendapatkan nilai 7,1 persen dalam upaya menjaga pertumbuhan ekonomi, namun dalam nilai tukar mata uang Peso menurun drastis 5,29 persen atau mendapat rapor merah.

Pertukaran nilai mata uang paling rendah dimiliki oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping yang menurut data telah turun sebesar minus 6,63 persen, paling rendah di antara yang lain.

Kedelapan pemimpin tersebut yang didata oleh Bloomberg adalah Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull.

History Presiden Jokowi

History Presiden Jokowi

Daftarpresidendunia.web.idProfil dan biografi Jokowi (Joko Widodo). Ini adalah kisah bagaimana Jokowi adalah seorang tukang kayu yang menjadi Presiden Indonesia. Tidak ada yang berpikir bahwa sosok sederhana seperti Jokowi akan menduduki kepemimpinan tertinggi di Indonesia sebagai presiden ketujuh Indonesia.

Dia adalah pengusaha furnitur Solo. Tindakannya dalam politik dimulai ketika ia menjadi walikota Solo. Kisahnya tentang walikota Solo untuk menjadi presiden Indonesia sangat menarik. Di sini kami menyajikan profil dan biografi Jokowi (Joko Widodo) bersama dengan data lengkap.

  • Biodata Jokowi (Joko Widodo)
  • Nama Lengkap : Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)
  • Nama Panggilan : Jokowi
  • Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 21 Juni 1961
  • Orang Tua : Noto Mihardjo (Ayah), Sujiatmi Notomihardjo (Ibu)
  • Agama : Islam
  • Saudara : Ida Yati, Titik Relawati, Iit Sriyantini
  • Istri: Iriana Joko Widodo
  • Anak : Gibran Rakabuming Raka, Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu

Biografi Jokowi
Jokowi dilahirkan dengan nama lengkap Joko Widodo. Ia lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Ia merupakan Putera dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudhiatmi dan anak sulung dari empat bersaudara.

Ia satu-satunya anak laki-laki, adiknya semua adalah perempuan. Sebenarnya, ia juga memiliki adik laki-laki namun meninggal ketika ibunya sedang bersalin. Nama kecil dari Jokowi ialah Mulyono.

Masa Kecil
Mengenai perjalanan hidup Jokowi kita harus kembali ke masa kecil Joko Widodo atau Jokowi, ia termasuk seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana atau kurang mampu.

Menjadi Kuli Panggul Hingga Ojek Payung
Berasal dari keluarga sederhana menyebabkan Jokowi merasakan hidup yang sulit dan keras, sejak ia mulai bersekolah di Sekolah Dasar Negeri 111 Tirtoyoso, menjadi seorang kuli panggul, ojek payung dan berdagang sudah ia lakoni sejak kecil hanya untuk membiayai kebutuhan sekolahnya hingga makan sehari-hari. Disaat teman-temannya yang lain bersekolah, ia lebih memilih untuk berjalan kaki. Kepandaiannya sebagai tukang kayu didapatnya dari ayahnya yaitu Noto Mihardjo, ketika jokowi berusia 12 tahun ia sudah bekerja sebagai tukang gergaji. Di masa itulah ia merasakan pahitnya penggusuran sebab rumahnya tiga kali terkena penggusuran, dari situ cara pikirnya tentang kepemimpinan dibentuk, ia tahu apa yang harus ia lakukan ketika ia harus menertibkan pemukiman warganya ketika ia menjadi Walikota Solo dan Gubernur Jakarta. Lulus sekolah Dasar, ia kemudian masuk di SMP Negeri 1 Surakarta kemudian lulus dari sana ia melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 6 Surakarta.

Baca juga : Presiden Terbaik Membawa Perubahan Dunia

Masuk di Fakultas Kehutanan UGM
Dalam biografi Jokowi diketahui bahwa selepas tamat dari SMA, ia kemudian mencoba kuliah di perguruan tinggi, ia kemudian diterima di jurusan Kehutanan di Universitas Gajah Mada. Disana ia belajar sangat giat mengenai kayu, teknologi pengolahannya serta pemanfaatnnya hingga ia kemudian banyak dikenal sebagai Juragan Mebel. Jokowi menyelesaikan kuliahnya tahun 1985, ia kemudian menikah dengan Iriana Jokowi pada tanggal 24 Desember 1986 di Solo yang kemudian memberinya tiga orang anak bernama Gibran Rakabuming, Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu. Jokowi kemudian pada tahun itu juga ia mulai bekerja di Perusahaan Kertas BUMN bernama PT. Kraft Aceh, namun disana ia merasa tidak bedah sehingga memilih mengundurkan diri dan mencoba untuk berbisnis kayu di Solo sembari menunggu kelahiran anak pertamanya.

Memulai Usaha Mebel
Di Solo, yang pertama yang ia lakukan adalah bekerja di perusahaan milik pamannya, di CV Roda Jati, kemudian setelah banyak pengalaman yang ia dapat dari sana. Jokowi kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha kayu sendiri dengan membuat badan usaha bernama CV. Rakabu pada tahun 1988 di bidang mebel kayu, nama badan usahanya terinspirasi dari nama Anak pertamanya yaitu Gibran Rakabuming. Bisnis kayu Jokowi dibawah naungan CV. Rakabu mengalami pasang surut bahkan hampir kolaps atau bangkrut namun pada tahun 1990 berkat suntikan pinjaman sebesar 30 juta rupiah dari ibunya, Jokowi kemudian mencoba bangkit kembali.

Mengapa di panggil ‘Jokowi’ ?
Dari usaha kayunya itulah yang kemudian ia dikenal dengan nama sapaan ‘Jokowi’. Nama Jokowi diberikan oleh pelanggannya yaitu Mikl Romaknan yang merupakan pria berkebangsaan Jerman. Jokowi menyelesaikan kuliahnya tahun 1985, ia kemudian menikah dengan Iriana Jokowi pada tanggal 24 Desember 1986 di Solo yang kemudian memberinya tiga orang anak bernama Gibran Rakabuming, Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu. Jokowi kemudian pada tahun itu juga ia mulai bekerja di Perusahaan Kertas BUMN bernama PT. Kraft Aceh, namun disana ia merasa tidak bedah sehingga memilih mengundurkan diri dan mencoba untuk berbisnis kayu di Solo sembari menunggu kelahiran anak pertamanya.
Memulai Usaha Mebel Di Solo, yang pertama yang ia lakukan adalah bekerja di perusahaan milik pamannya, di CV Roda Jati, kemudian setelah banyak pengalaman yang ia dapat dari sana.

Jokowi kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha kayu sendiri dengan membuat badan usaha bernama CV. Rakabu pada tahun 1988 di bidang mebel kayu, nama badan usahanya terinspirasi dari nama Anak pertamanya yaitu Gibran Rakabuming. Bisnis kayu Jokowi dibawah naungan CV. Rakabu mengalami pasang surut bahkan hampir kolaps atau bangkrut namun pada tahun 1990 berkat suntikan pinjaman sebesar 30 juta rupiah dari ibunya, Jokowi kemudian mencoba bangkit kembali.

Mengapa di panggil ‘Jokowi’ ?
Dari usaha kayunya itulah yang kemudian ia dikenal dengan nama sapaan ‘Jokowi’. Nama Jokowi diberikan oleh pelanggannya yaitu Mikl Romaknan yang merupakan pria berkebangsaan Jerman. Nama Joko Widodo terkesan sulit diucapkan oleh Mikl Romaknan hingga ia kemudian menyingkat menjadi ‘Jokowi’ saja hingga kemudian Joko Widodo terkenal dengan sapaan Jokowi sampai sekarang ini. Dan berkat Mikl Romaknan ia kemudian banyak menerima orderan mebel dari luar negeri selain kejujuran dan kerja kerasnya dalam usaha kayu.

Terjun Di Dunia Politik
Inspirasi mengenai kepemimpinan yang baik serta tata kota yang bersih serta rapi didapatnya dari hasil jalan-jalannya ke luar negeri berkeliling Eropa ketika ia berbisnis mebel.

Walikota Solo
Kemudian tahun 2005, ia dicalonkan menjadi calon Walikota Solo oleh Partai Kebangkitan Bangsa dan PDI Perjuangan meskipun ia tidak memiliki pengalaman politik yang cukup, ia berhasil keluar sebagai pemenang dan menjadi walikota Solo. Kemenangan Jokowi sebagai Walikota Solo menjadi pijakan awal Jokowi menuju kursi Presiden Indonesia. Kepemimpinan serta gebrakannya sebagai Walikota Solo banyak mengubah wajah kota Solo sebagai ‘Spirit Of Java‘, ia juga dikenal sebagai pemimpin ‘blusukan’ yaitu sering berkeliling melihat langsung keadaan kotanya. Kota Solo menjadi kota yang nyaman, penataan kota, relokasi pedagang tanpa menimbulkan kerusuhan, serta membuat Solo menjadi sebagai kota tuan rumah di acara Internasional adalah sebagian kecil dari prestasi Jokowi. Terbukti pula ia berhasil sekali lagi menjadi walikota solo pada pilkada selanjutnya di tahun 2010. Dan dari situlah ia kemudian mulai dikenal rakyat karena kesederhanaannya serta prestasi yang ditorehkannya.

Gubernur DKI Jakarta
Keberhasilan memimpin kota Solo kemudian membuat tokoh Golkar yang juga mantan wakil presiden Jusuf Kalla meminta Jokowi untuk maju menjadi ke Kursi Gubernur. Sempat menolak, Jokowi kemudian akhirnya menerima dan kemudian Partai PDI Perjuangan pimpinan Megawati Soekarno Putri bersama Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto. nPDI perjuangan dan Partai Gerindra resmi mengusungnya pada tahun 2012 sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal sebagai Ahok. nBanyak pihak yang berpendapat pasangan Jokowi-Ahok sebagai pasangan Calon Gubernur yang tidak diunggulkan bahkan survei pun mengatakan demikian, namun yang terjadi pasangan Jokowi-Ahok berhasil mengumpulkan suara yang mengimbangi pasangan incumbent yaitu Fauzi Bowi dengan selisih suara yang tipis hingga akhirnya diadakan pilkada DKI Jakarta putaran kedua.  Akhirnya pilkada putaran kedua berhasil membuat Jokowi-Ahok memenangkan kursi Gubernur DKI Jakarta. Banyak pihak yang menganggap bahwa strategi kampanye politik cerdas Jokowi sebagai keberhasilan Jokowi dalam memenangkan kursi gubernur.

Setelah ia dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia kemudian mencoba bekerja sesuai dengan yang ia janjikan saat kampanye dulu. Perbaikan irigasi, penataan Pedagang Kaki Lima, hingga perbaikan transportasi yang menjadi masalah ibukota DKI Jakarta ia coba lakukan selain itu kebijakannya seperti pembuatan kartu jakarta sehat untuk kesehatan dan kartu Jakarta Pintar untuk pendidikan, perbaikan sistem transportasi, pengurangan nepotisme di birokrasi DKI Jakarta dengan sistem lelang jabatan. Meskipun banyak kalangan yang menilai yang dilakukan belum berhasil mengatasi permasalahan ibukota namun banyak warga DKI Jakarta merasa cukup puas dari kebijakan yang ia lakukan terhadap Jakarta. Belum lama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, PDI Perjuangan melalui mandat dari Megawati Soekarno Putri menberikan perintah agar Jokowi maju sebagai Calon Presiden bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden pada tahun 2014. Hal itu kemudian ia laksanakan, pengumuman Jokowi sebagai Calon Presiden Indonesia dilaksanakan di rumah Si Pitung dengan mencium Bendera Merah Putih. Kemudian deklarasi resmi Jokowi sebagai calon Presiden dilakukan di Gedung Juang 45, majunya ia sebagai Calon Presiden Indonesia didukung oleh empat partai pengusungnya yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura.

Presiden Republik Indonesia
Kemudian pada bulan juli 2014, hasil perhitungan suara oleh KPU Indonesia menyatakan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai pemenang pada Pemilihan Presiden tahun 2014 dengan perolehan suara sebesar 53,15% atau 70.997.833. Jokowi mengalahkan lawannya pasangan Prabowo-Hatta Rajasa dengan perolehan suara 46,85% atau 62.576.444 adapun selisih suara antara Jokowi dan Prabowo sebesar 8.421.389 suara. Meskipun kemenangan itu di protes oleh pasangan Capres dari kubu Prabowo-Hatta Rajasa hingga kemudian menggugat perolehan suara, tersebut namun pada akhirnya Jokowi berhasil menduduki kursi sebagai orang nomor satu di Indonesia atau sebagai Presiden Ketujuh Republik Indonesia. mPelantikan Jokowi sebagai Presiden dilakukan pada tanggal tanggal 20 Oktober 2014 di Gedung DPR/MPR RI. Upacara ini menandai secara resmi dimulainya jabatan Joko Widodo sebagai Presiden didampingi oleh Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Indonesia.

Jokowi memulai sepak terjangnya sebagai presiden Republik Indonesia dengan mengeluarkan kartu Indonesia Sehat, Indonesia pintar. Dibidang maritim ia memberi instruksi melalui Menteri Susi Pudjiastuti terhadap pencuri ikan di wilayah Perairan Indonesia yaitu penenggelaman kapal yang banyak diapresiasi oleh banyak kalangan. Ia juga membereskan banyak proyek pembangunan yang terbengkalai. mSelain itu ia membagikan seribu lebih traktor guna menggengjot produksi pertanian, mengundang investor asing dengan nilai investasi 300 Trilyun rupiah ketika ia berpidato di APEC. mNamun kebijakan lain yang ia keluarkan juga banyak diprotes oleh banyak kalangan misalnya menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), penunjukan Budi Gunawan sebagai Kapolri yang kemudian batal karena berseteru dengan KPK.

Hingga penandatangan surat Perpres mengenai Kenaikan uang muka Mobil pejabat yang ia tidak ketahui sehingga banyak menimbulkan protes. Banyak yang menilai ia sebagai tokoh pemimpin yang banyak membawa perubahan besar baik itu di ketika menjabat sebagai Walikota Solo dan Gubernur Jakarta. Terlepas dari banyaknya kontroversi mengenai kebijakan Presiden Jokowi atau Joko Widodo, namun Jokowi merupakan sosok yang patut menjadi perhatian, bagaimana tidak hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tahun saja ia berhasil mencapai puncak sebagai orang nomor satu di Indonesia. Tak heran jika tahun 2014 majalah TIME menjadikan wajah Jokowi sebagai cover dari majalah tersebut dan menyebutnya sebagai ‘person of the year‘ dan juga memasukkan dirinya sebagai salah satu pemimpin terbaik di dunia.

Menjadi Calon Presiden 2019
Pada bulan Agustus 2019, Jokowi melakukan deklarasi untuk kembali menjadi calon Presiden Republik Indonesia pada tahun 2019. Jokowi berpasangan dengan seorang ulama yakni KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden Indonesia pada pilpres 2019 mendatang.

Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Daftarpresidendunia.web.id – Siapa yang tidak mengenal sosok Susilo Bambang Yudhoyono, sosok yang biasa dikenal dengan SBY, adalah Presiden Republik Indonesia ke-6 dan merupakan salah satu presiden yang memiliki sejarah kekuatan militer yang dipilih langsung oleh rakyat. Kita harus bangga dengan presiden Republik Indonesia yang keenam, karena dia adalah lulusan terbaik Akademi Militer Indonesia pada tahun 1973. Lulusan AKABRI ini pada tahun 1973 adalah satu-satunya putra dari pasangan yang sudah menikah, R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Ngomong-ngomong, ayah SBY memiliki latar belakang yang sama, latar belakang militer. Mungkin darah militer SBY telah jatuh dari ayahnya, yang juga memiliki latar belakang militer. Dengan terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi tokoh politik masyarakat Indonesia. Tokoh politik yang lahir di Pacitan ini memiliki seorang istri, yaitu Kristiani Herrawati, yang akrab dengan ibu Ani, yang berkat perkawinan ini, SBY memiliki dua anak, Agus Harimurti Yudhoyono, yang biasa dipanggil AHY, yang lahir pada tanggal 10. Agustus 1978 dan Edhie Baskoro. Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, lahir pada 24 November 1980.

Baca juga : Biografi Presiden Gus Dur

Tokoh politik yang mengawali karir politiknya dengan bergabung di partai Demokrat yang didirikan pada tanggal 9 September 2001 dan disahkan pada tanggal 27 Agustus 2003. Saat ini, kedua anak dari SBY telah berkecimpung dalam dunia politik dengan bergelut dengan partai democrat yang mana telah membesarkan nama SBY tersebut. Anak pertamanya yakni Agus Harimurti Yudhoyono merupakan salah satu lulusan terbaik di SMA Taruna Nusantara di Magelang dan setelah itu AHY mengikuti jejak ayahnya yang berkecimpung dalam dunia militer. Baru-baru ini, AHY telah memasuki dunia politik yang mana diawali dengan menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 silam dan pastinya juga diusung oleh partai Demokrat yang telah didirikan oleh ayahnya.. Namun AHY gagal dalam pemilihan Gubernur di DKI Jakarta. Di sisi lain, anak kedua Susilo Bambang Yudhoyono yakni Edhi Vaskoro Yudhoyono yang mana telah berkecimpung dalam dunia politik sejak awal. Karena Ibas mengambil studi di Singapura yaitu Nanyang Technologycal University dengan mengambil jurusaan politik Ekonomi. Dengan background nya tersebut, telah berhasil mengantarkan Ibas ke dalam kursi Anggota DPR RI pada tahun 2009 di dapil atau daerah pemilihan VII yag mewakili lima daerah di Jwa Timur diantaranya adalah Pacitan Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi. Ia telah mengantongi suara terbanyak di seluruh Indonesia dengan perolehan suara sekitar 327.097 suara.

Awal mula karir politik dari Susilo Bambang Yudhoyono dengan dipercaya dan ditunjuk sebagai menteri Pertambangan da Energi pada era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil dengan Gus Dur. Oleh karena kepercayaan tersebut, SBY memutuskan untuk meninggalkan karir militernya dan terjun dalam dunia kepemerintahan. Namun SBY menjabat sebagai menteri Pertambangan da Energi tidak dalam waktu yang lama, karena beliau ditugaskan oleh Gus Dur dengan dipercayai dan diamanahkan untuk menjabat sebagai menteri coordinator politik sosial dan keamanan. Itulah sedikit biografi dan profil dari Presiden ke enam Republik Indonesia kita yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang mungkin sudah diketahui dan semoga ulasan serta penjelasan di atas dapat bermanfaat untuk anda yang belum mengetahuinya.

Biografi Presiden Gus Dur

Biografi Presiden Gus Dur

Daftarpresidendunia.web.id – Mula-mula dia belajar, Gus Dur belajar sedikit tentang datuknya, K.H. Hasyim Asy’ari. Di rumah dengan datuknya, beliau diajar untuk belajar dan membaca Al-Quran. Pada usia lima tahun, beliau fasih dalam Al-Quran. Apabila ayahnya berpindah ke Jakarta, semasa belajar secara formal di sekolah, Gus Dur memasuki kelas swasta Belanda. Gurunya yang bernama Willem Buhl, orang Jerman yang masuk Islam, menukar namanya menjadi Iskandar. Untuk menambah pelajaran bahasa Belanda, Buhl selalu menyajikan muzik klasik yang biasanya dinikmati oleh orang dewasa. Inilah kali pertama Gu Dur berhubung dengan dunia barat dan dari sini juga Gus Dur telah mula menarik dan menyukai muzik klasik.

Menjelang kelulusannya di Sekolah Dasar, Gus Dur memenangkan lomba karya tulis (mengarang) se-wilayah kota Jakarta dan menerima hadiah dari pemerintah. Pengalaman ini menjelaskan bahwa Gus Dur telah mampu menuangkan gagasan/ide-idenya dalam sebuah tulisan. Karenanya wajar jika pada masa kemudian tulisan-tulisan Gus Dur menghiasai berbagai media massa.

Setelah lulus dari Sekolah Dasar, Gus Dur dikirim orang tuanya untuk belajar di Yogyakarta. Pada tahun 1953 ia masuk SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) Gowongan, sambil mondok di pesantren Krapyak. Sekolah ini meskipun dikelola oleh Gereja Katolik Roma, akan tetapi sepenuhnya menggunakan kurikulum sekuler. Di sekolah ini pula pertama kali Gus Dur belajar Bahasa Inggris. Karena merasa terkekang hidup dalam dunia pesantren, akhirnya ia minta pindah ke kota dan tinggal di rumah Haji Junaidi, seorang pimpinan lokal Muhammadiyah dan orang yang berpengaruh di SMEP. Kegiatan rutinnya, setelah shalat subuh mengaji pada K.H. Ma’sum Krapyak, siang hari sekolah di SMEP, dan pada malam hari ia ikut berdiskusi bersama dengan Haji Junaidi dan anggota Muhammadiyah lainnya.

Ketika menjadi siswa sekolah lanjutan pertama tersebut, hobi membacanya semakin mendapatkan tempat. Gus Dur, misalnya, didorong oleh gurunya untuk menguasai Bahasa Inggris, sehingga dalam waktu satu-dua tahun Gus Dur menghabiskan beberapa buku dalam bahasa Inggris. Di antara buku-buku yang pernah dibacanya adalah karya Ernest Hemingway, John Steinbach, dan William Faulkner. Di samping itu, ia juga membaca sampai tuntas beberapa karya Johan Huizinga, Andre Malraux, Ortega Y. Gasset, dan beberapa karya penulis Rusia, seperti: Pushkin, Tolstoy, Dostoevsky dan Mikhail Sholokov. Gus Dur juga melahap habis beberapa karya Wiill Durant yang berjudul ‘The Story of Civilazation’. Selain belajar dengan membaca buku-buku berbahasa Inggris, untuk meningkatan kemampuan bahasa Ingrisnya sekaligus untuk menggali informasi, Gus Dur aktif mendengarkan siaran lewat radio Voice of America dan BBC London. Ketika mengetahui bahwa Gus Dur pandai dalam bahasa Inggis, Pak Sumatri-seorang guru SMEP yang juga anggota Partai Komunis-memberi buku karya Lenin ‘What is To Be Done’ . Pada saat yang sama, anak yang memasuki masuki masa remaja ini telah mengenal Das Kapital-nya Karl Marx, filsafat Plato,Thales, dan sebagainya. Dari paparan ini tergambar dengan jelas kekayaan informasi dan keluasan wawasan Gus Dur.

Setamat dari SMEP Gus Dur melanjutkan belajarnya di Pesantren Tegarejo Magelang Jawa Tengah. Pesantren ini diasuh oleh K.H. Chudhari, sosok kyai yang humanis, saleh dan guru dicintai. Kyai Chudhari inilah yang memperkenalkan Gus Dur dengan ritus-ritus sufi dan menanamkan praktek-praktek ritual mistik. Di bawah bimbingan kyai ini pula, Gus Dur mulai mengadakan ziarah ke kuburan-kuburan keramat para wali di Jawa. Pada saat masuk ke pesantren ini, Gus Dur membawa seluruh koleksi buku-bukunya, yang membuat santri-santri lain terheran-heran. Pada saat ini pula Gus Dur telah mampu menunjukkan kemampuannya dalam berhumor dan berbicara. Dalam kaitan dengan yang terakhir ini ada sebuah kisah menarik yang patut diungkap dalam paparan ini adalah pada acara imtihan-pesta akbar yang diselenggarakan sebelum puasa pada saat perpisahan santri yang selesai menamatkan belajar-dengan menyediakan makanan dan minuman dan mendatangkan semua hiburan rakyat, seperti: Gamelan, tarian tradisional, kuda lumping, jathilan, dan sebagainya. Jelas, hiburan-hiburan seperti tersebut di atas sangat tabu bagi dunia pesantren pada umumnya. Akan tetapi itu ada dan terjadi di Pesantren Tegalrejo.

Setelah menghabiskan dua tahun di pesantren Tegalrejo, Gus Dur pindah kembali ke Jombang, dan tinggal di Pesantren Tambak Beras. Saat itu usianya mendekati 20 tahun, sehingga di pesantren milik pamannya, K.H. Abdul Fatah, ia menjadi seorang ustadz, dan menjadi ketua keamanan. Pada usia 22 tahun, Gus Dur berangkat ke tanah suci, untuk menunaikan ibadah haji, yang kemudian diteruskan ke Mesir untuk melanjutkan studi di Universitas al-Azhar. Pertama kali sampai di Mesir, ia merasa kecewa karena tidak dapat langsung masuk dalam Universitas al-Azhar, akan tetapi harus masuk Aliyah (semacam sekolah persiapan). Di sekolah ia merasa bosan, karena harus mengulang mata pelajaran yang telah ditempuhnya di Indonesia. Untuk menghilangkan kebosanan, Gus Dur sering mengunjungi perpustakaan dan pusat layanan informasi Amerika (USIS) dan toko-toko buku dimana ia dapat memperoleh buku-buku yang dikehendaki.

Terdapat kondisi yang menguntungkan saat Gus Dur berada di Mesir, di bawah pemerintahan Presiden Gamal Abdul Nasr, seorang nasioonalis yang dinamis, Kairo menjadi era keemasan kaum intelektual. Kebebasan untuk mengeluarkkan pendapat mendapat perlindungan yang cukup. Pada tahun 1966 Gus Dur pindah ke Irak, sebuah negara modern yang memiliki peradaban Islam yang cukup maju. Di Irak ia masuk dalam Departement of Religion di Universitas Bagdad samapi tahun 1970. Selama di Baghdad Gus Dur mempunyai pengalaman hidup yang berbeda dengan di Mesir. Di kota seribu satu malam ini Gus Dur mendapatkan rangsangan intelektual yang tidak didapatkan di Mesir. Pada waktu yang sama ia kembali bersentuhan dengan buku-buku besar karya sarjana orientalis Barat. Ia kembali menekuni hobinya secara intensif dengan membaca hampir semua buku yang ada di Universitas.

Baca juga : Biografi Presiden Megawati

Di luar dunia kampus, Gus Dur rajin mengunjungi makam-makam keramat para wali, termasuk makam Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pendiri jamaah tarekat Qadiriyah. Ia juga menggeluti ajaran Imam Junaid al-Baghdadi, seorang pendiri aliran tasawuf yang diikuti oleh jamaah NU. Di sinilah Gus Dur menemukan sumber spiritualitasnya. Kodisi politik yang terjadi di Irak, ikut mempengaruhi perkembangan pemikiran politik Gus Dur pada saat itu. Kekagumannya pada kekuatan nasionalisme Arab, khususnya kepada Saddam Husain sebagai salah satu tokohnya, menjadi luntur ketika syekh yang dikenalnya, Azis Badri tewas terbunuh.

Selepas belajar di Baghdad Gus Dur bermaksud melanjutkan studinya ke Eropa. Akan tetapi persyaratan yang ketat, utamanya dalam bahasa-misalnya untuk masuk dalam kajian klasik di Kohln, harus menguasai bahasa Hebraw, Yunani atau Latin dengan baik di samping bahasa Jerman-tidak dapat dipenuhinya, akhirnya yang dilakukan adalah melakukan kunjungan dan menjadi pelajar keliling, dari satu universitas ke universitas lainnya. Pada akhirnya ia menetap di Belanda selama enam bulan dan mendirikan Perkumpulan Pelajar Muslim Indonesia dan Malaysia yang tinggal di Eropa. Untuk biaya hidup dirantau, dua kali sebulan ia pergi ke pelabuhan untuk bekerja sebagai pembersih kapal tanker. Gus Dur juga sempat pergi ke McGill University di Kanada untuk mempelajari kajian-lkajian keislaman secara mendalam. Namun, akhirnya ia kembali ke Indoneisa setelah terilhami berita-berita yang menarik sekitar perkembangan dunia pesantren. Perjalanan keliling studi Gus Dur berakhir pada tahun 1971, ketika ia kembali ke Jawa dan mulai memasuki kehidupan barunya, yang sekaligus sebagai perjalanan awal kariernya.

Meski demikian, semangat belajar Gus Dur tidak surut. Buktinya pada tahun 1979 Gus Dur ditawari untuk belajar ke sebuah universitas di Australia guna mendapatkkan gelar doktor. Akan tetapi maksud yang baik itu tidak dapat dipenuhi, sebab semua promotor tidak sanggup, dan menggangap bahwa Gus Dur tidak membutuhkan gelar tersebut. Memang dalam kenyataannya beberapa disertasi calon doktor dari Australia justru dikirimkan kepada Gus Dur untuk dikoreksi, dibimbing yang kemudian dipertahankan di hadapan sidang akademik.

Biografi Presiden Megawati

Biografi Presiden Megawati

Daftarpresidendunia.web.idProfil dan biografi Megawati Soekarnoputri. Dia adalah salah satu pemimpin di Indonesia dan juga putra kedua dari Presiden Indonesia Pertama, Ir. Soekarno. Megawati dikenal sebagai presiden Indonesia kelima yang menggantikan KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur sebagai presiden. Saat ini, Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Presiden Umum Partai Perlawanan Demokrasi Indonesia (PDIP), salah satu partai terbesar di Indonesia.

Biodata Megawati Soekarnoputri

  1. Nama : Dr. Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri (Megawati Soekarnoputri)
  2. Lahir : Yogyakarta, 23 Januari 1947
  3. Agama : Islam
  4. Orang Tua : Ir. Soekarno (ayah), Fatmawati (ibu)
  5. Suami : Surindro Supjarso, Taufiq Kiemas
  6. Anak : Puan Maharani, Muhammad Prananda Prabowo, Mohammad Rizki Pramata
  7. Jabatan : Mantan Presiden Indonesia ke 5, Ketua Umum Partai PDI Perjuangan

Biografi Megawati Soekarnoputri
Bernama Lengkap Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau akrab di sapa Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947.
Mengenai profil dan biografinya, Megawati adalah putri sulung atau anak kedua dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Ir. Soekarno. Ibunya Fatmawati Soekarno.

Masa Kecil
Kehidupan masa kecil Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak masa kanak-kanak, Megawati sudah lincah dan suka main bola bersama saudaranya Guntur. Sebagai anak gadis, Megawati mempunyai hobi menari dan sering ditunjukkan di hadapan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Istana.
Pendidikan Megawati Soekarnoputri Wanita bernama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya, dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta.

Sementara, ia pernah belajar di dua Universitas, yaitu Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung dari 1965 hingga 1967 namun tidak menyelesaikannya. Megawati juga menimba ilmu di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia namun tidak menyelesaikan kuliahnya. Dalam biografi Megawati Soekarnoputri diketahui bahwa Megawati pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU bernama Surindro Supjarso dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama. Pada suatu tugas militer, tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surindro bersama pesawat militernya hilang dalam tugas. Percarian ketika itu dilakukan namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya Surindro Supjarso dinyatakan meninggal dunia. Derita tiada tara dialami oleh Megawati Soekarnoputri ketika itu sementara anaknya masih kecil dan bayi. Namun, derita itu tidak berkepanjangan ia alami, tiga tahun kemudian Mega menikah dengan pria bernama Taufik Kiemas, asal Ogan Komiring Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri Puan Maharani.

Baca juga : Biografi Presiden Bj Habibie Sang Ahli Pesawat

Terjun Ke Dunia Politik
Kendati lahir dari keluarga politisi jempolan, Mbak Mega panggilan akrab para pendukungnya tidak terbilang piawai dalam dunia politik. Bahkan, Megawati sempat dipandang sebelah mata oleh teman dan lawan politiknya. Beliau bahkan dianggap sebagai pendatang baru dalam kancah politik, yakni baru pada tahun 1987. Saat itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menempatkannya sebagai salah seorang calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah, untuk mendongkrak suara. Masuknya Megawati ke kancah politik, berarti beliau telah mengingkari kesepakatan keluarganya untuk tidak terjun ke dunia politik. Trauma politik keluarga itu ditabraknya. Megawati tampil menjadi primadona dalam kampanye PDI, walau tergolong tidak banyak bicara. Ternyata memang berhasil. Suara untuk PDI naik. Dan beliau pun terpilih menjadi anggota DPR/MPR. Pada tahun itu pula Megawati terpilih sebagai Ketua DPC PDI Jakarta Pusat. Tetapi, kehadiran Mega di gedung DPR/MPR sepertinya tidak terasa. Tampaknya, Megawati tahu bahwa beliau masih di bawah tekanan. Selain memang sifatnya pendiam, belaiu pun memilih untuk tidak menonjol mengingat kondisi politik saat itu.

Terpilih Menjadi Ketua Umum Partai PDI
Maka belaiu memilih lebih banyak melakukan lobi-lobi politik di luar gedung wakil rakyat tersebut. Lobi politiknya, yang silent operation, itu secara langsung atau tidak langsung, telah memunculkan terbitnya bintang Mega dalam dunia politik. Pada tahun 1993 dia terpilih menjadi Ketua Umum DPP PDI. Hal ini sangat mengagetkan pemerintah pada saat itu. Proses naiknya Mega ini merupakan cerita menarik pula. Ketika itu, Konggres PDI di Medan berakhir tanpa menghasilkan keputusan apa-apa.

Pemerintah mendukung Budi Hardjono menggantikan Soerjadi. Lantas, dilanjutkan dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa di Surabaya. Pada kongres ini, nama Mega muncul dan secara telak mengungguli Budi Hardjono, kandidat yang didukung oleh pemerintah itu. Mega terpilih sebagai Ketua Umum PDI. Kemudian status Mega sebagai Ketua Umum PDI dikuatkan lagi oleh Musyawarah Nasional PDI di Jakarta. Namun pemerintah menolak dan menganggapnya tidak sah. Karena itu, dalam perjalanan berikutnya, pemerintah mendukung kekuatan mendongkel Mega sebagai Ketua Umum PDI.

Fatimah Ahmad cs, atas dukungan pemerintah, menyelenggarakan Kongres PDI di Medan pada tahun 1996, untuk menaikkan kembali Soerjadi. Tetapi Mega tidak mudah ditaklukkan. Karena Mega dengan tegas menyatakan tidak mengakui Kongres Medan. Mega teguh menyatakan dirinya sebagai Ketua Umum PDI yang sah. Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, sebagai simbol keberadaan DPP yang sah, dikuasai oleh pihak Mega.

Peristiwa Kudatuli (27 Juli)
Para pendukung Mega tidak mau surut satu langkah pun. Mereka tetap berusaha mempertahankan kantor itu. Soerjadi yang didukung pemerintah Orde Baru Soeharto pun memberi ancaman akan merebut secara paksa kantor DPP PDI itu. Ancaman itu kemudian menjadi kenyataan. Pagi, tanggal 27 Juli 1996 kelompok Soerjadi benar-benar merebut kantor DPP PDI dari pendukung Mega. Pengambilalihan secara paksa berbuntut kerusuhan di kantor tersebut.

Akibatnya menurut komnas HAM sekitar 5 orang meninggal dunia, ratusan orang terluka dan ditahan akibat insiden kerusuhan tersebut. Peristiwa itu kemudian di kenal dengan Peristiwa Kudatuli atau Peristiwa 27 Juli. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah Mega. Malah, dia makin memantap langkah mengibarkan perlawanan. Tekanan politik yang amat telanjang terhadap Mega itu, menundang empati dan simpati dari masyarakat luas.

Mega terus berjuang. PDI pun menjadi dua. Yakni, PDI pimpinan Megawati dan PDI pimpinan Soerjadi. Massa PDI lebih berpihak dan mengakui Mega. Tetapi, pemerintah mengakui Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI yang sah. Akibatnya, PDI pimpinan Mega tidak bisa ikut Pemilu 1997. Setelah rezim Orde Baru tumbang, PDI Mega berubah nama menjadi PDI Perjuangan. Partai politik berlambang banteng gemuk dan bermulut putih itu berhasil memenangkan Pemilu 1999 dengan meraih lebih tiga puluh persen suara.

Menjadi Wakil Presiden Indonesia
Kemenangan PDIP itu menempatkan Mega pada posisi paling patut menjadi presiden dibanding kader partai lainnya. Tetapi ternyata pada Sidang Umum MPR RI tahun 1999, Megawati kalah dari KH Abdurrahman Wahid yang terpilih sebagai Presiden Indonesia ke 4. Megawati Soekarnoputri kala itu akhirnya menjabat sebagai wakil presiden Indonesia.

Terpilih Menjadi Presiden RI
Tetapi, posisi kedua tersebut rupanya sebuah tahapan untuk kemudian pada waktunya memantapkan Mega pada posisi sebagai orang nomor satu di negeri ini. Sebab kurang dari dua tahun, tepatnya tanggal 23 Juli 2001 anggota MPR secara aklamasi menempatkan Megawati duduk sebagai Presiden RI ke-5 menggantikan KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Megawati menjadi presiden hingga 20 Oktober 2003. Setelah habis masa jabatannya, Megawati kembali mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan presiden langsung tahun 2004. Namun, beliau gagal untuk kembali menjadi presiden setelah kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono yang akhirnya menjadi Presiden RI ke-6. Saat ini Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Ketua Umum partai PDI Perjuangan.

Karir :

  • Presiden Ke-5 RI (2001 – 2004)
  • Wakil Presiden RI (1999- 2001)
  • Anggota DPR/MPR RI (1999)
  • Anggota DPR/MPR RI (1987-1992)
  • Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, April 2000 – Sekarang
Biografi Presiden Bj Habibie Sang Ahli Pesawat

Biografi Presiden Bj Habibie Sang Ahli Pesawat

Daftarpresidendunia.web.idBiografi BJ Habibie (INFOGRAFIS) – Selain kisah cintanya dengan Ibu Ainun, yang merupakan istri yang paling dicintai oleh BJ Habibie. BJ Habibie, presiden ketiga Republik Indonesia, adalah sosok yang dikenal karena kecerdasannya. Dia belajar teknik penerbangan dan khusus dalam pembangunan pesawat, yang juga berhasil merakit pesawat Indonesia pada waktu itu. Untuk lebih jelasnya lihat biografi BJ Habibie berikut.

Biografi BJ Habibie

  • Nama Lengkap: Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Nama Populer: BJ Habibie
  • Istri: Hasri Ainun Besari
  • Tempat, Tanggal Lahir: Pare-pare, 25 Juni 1936
  • Masa Menjabat Presiden: 21 Mei 1998-20 Oktober 1999
  • Pendidikan: SMAK Dago, Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), RWTH Aachen
  • Anak: Ilham Akbar, Thareq Kemal

Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan nama lengkap dari BJ Habibie. Beliau lahir pada 25 Juni 1936 di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini menempuh pendidikan SMA di SMAK Dago, Kota Bandung pada tahun 1954. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, hanya beberapa bulan di ITB kemudian Ia memutuskan untuk mengikuti jejak teman-temannya untuk bersekolah di Jerman. Namun berbeda dengan yang lainnya, Ia tidak menggunakan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman melainkan dengan menggunakan biaya sendiri dari ibunya yaitu R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yaitu teknologi maritim dan teknologi dirgantara dikala Indonesia waktu itu masih berkembang akhirnya BJ Habibie diberi kesempatan belajar di Jerman.

Pada waktu itu pemerintah Indonesia dibawah Soekarno gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk mengemban pendidikan di luar negeri dan menimba ilmu disana. Habibie merupakan rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Kemudian Habibie memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule.

Biografi BJ Habibie : Kehidupan Kuliah di Jerman
Pendidikan yang ditempuh BJ Habibie diluar negeri bukan pendidikan kursus kilat akan tetapi merupakan sekolah bertahun – tahun sambil kerja praktek. Sejak awal Habibie memang tertarik dengan how to build commercial aircraft bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno di masa jabatannya. Darisana kemudian muncul perusahaan – perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya IPTN. Kemudian ketika BJ Habibie sampai di Jerman, Habibie punya tekad untuk sungguh – sungguh di perantauan dan harus pulang membawa kesuksesan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupan sehari – harinya. Beberapa tahun kemudian, di tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliau yang punya paspor hijau atau swasta daripada teman yang lain.

Bagi Habibie di perantauan, musim liburan bukan liburan bagi beliau justru menjadi kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Setelah masa liburan berakhir, semua kegiatan dikesampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman – temannya yang lain, mereka lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian. Kemudian pada tahun 1960, BJ Habibie mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule dengan predikat cumlaude (sempurna) yang nilai rata – ratanya mencapai 9,5. Dengan gelar insinyur yang sudah dikantongi kemudian membuat Habibie muda mendaftarkan dirinya untuk bekerja di Firma Talbot yang merupakan sebuah industri kereta api Jerman. Setelah itu kemudian beliau melanjutkan studinya untuk mendapatkan gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fure Maschinenwesen Aachen kemudian menikah di tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman. Hidupnya semakin keras di Jerman, pagi – pagi Habibie harus jalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup kemudian pulang malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Memang penuh liku akan tetapi mendapatkan hal yang manis di akhir hidupnya dengan pulang ke Indonesia membuat pesawat Indonesia kemudian menjadi presiden RI.

Baca juga : Biografi Presiden Soeharto

Biografi BJ Habibie : Hobi Menunggang Kuda
Habibie punya kegemaran menunggangi kuda dan membaca. Ia dikenal cerdas sejak duduk di bangku sekolah dasar, namun ia harus kehilangan ayahnya tercinta yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena serangan jantung. Ia adalah sosok yang populer sejak sekolah dengan segudang prestasi yang dimilikinya.

Itulah biografi BJ Habibie, Presiden ketiga Indonesia. Biografi BJ Habibie termasuk biografi tokoh paling laris dalam sejarah biografi. Biografi BJ Habibie banyak dituangkan dalam bentuk buku, film, dll. Salah satu film biografi BJ habibie adalah Habibie Ainun. Semoga biografi BJ Habibie ini dapat memberimu semangat dan terus menginspirasi. Jangan lupa follow facebook page AkuPaham ya

Biografi BJ Habibie, Sang Visioner Nan Jenius
Negara Indonesia adalah negara yang kaya. Tak hanya kaya dari segi sumber daya, Indonesia pun juga punya banyak pemuda yang berprestasi dan cerdas dalam segala bidang. Meski begitu, terkadang kurangnya penghargaan akan para anak bangsa nan cerdas ini menjadi kendala bagi mereka untuk mengembangkan diri sehingga memilih mengembangkan diri ke negeri lain. Dari sekian banyak anak bangsa berprestasi, pastilah sosok BJ Habibie tidak akan bisa dipisahkan. Biografi BJ Habibie pun banyak dicari karena banyaknya orang yang tertarik akan kisah hidup sang visioner jenius ini.

BJ Habibie terkenal karena kecerdasannya yang memang sudah dikenal tak hanya di Indonesia, namun juga di negara lain. Beliau juga pernah menjabat kursi Presiden RI yang ketiga. Kecerdasan BJ Habibie ini pun sudah terbukti dengan adanya sebuah rumus yang bernama Faktor Habibie dimana rumus ini digunakan untuk menghitung keretakan pesawat dengan akurasi yang tinggi. BJ Habibie kian disegani karena beliau juga mampu menunjukkan rasa cintanya kepada sang istri yang sudah tervisualisasi dalam sebuah film yang bertajuk Habibi dan Ainun yang dibuat beberapa tahun silam. Tak heran jika kini biografi BJ Habibie banyak dicari untuk lebih mengenal sosok beliau.

Masa kecil BJ Habibie
Biografi BJ Habibie diawali dengan masa kecil beliau. BJ Habibie lahir di Pare-Pare pada 25 Juni 1936 dengan nama Bacharuddin Jusuf Habibie. Ayahnya bernama Alwi Abdul Jalil Habibie adalah seorang ahli pertanian dan berasal dari Gorontalo. Sedangkan sang Ibu bernama R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah seorang spesialis mata yang berasal dari Yogyakarta. Habibie adalah anak keempat dari total delapan bersaudara. Habibie juga tumbuh dalam keluarga religius dimana ayah beliau seringkali membacakan ayat suci Al-Qur’an semenjak beliau kecil.

Habibie menyatakan jika ayat suci yang dibacakan ayahnya selalu mampu membuat dirinya tenang. Tak heran jika sang ayah pun kerap membacakan ayat Al-Qur’an untuknya satu sampai dua juz. Kebiasaannya sejak kecil yang sering mendengarkan Al-Qur’an memberikan pengaruh yang positif pada dirinya sehingga ketika Habibie kecil usia 3 tahun, dirinya sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar. Sejak kecil memang Habibie sudah dikenal sebagai anak yang cerdas.

Masa Pendidikan BJ Habibie
Membaca biografi BJ Habibie seolah tidak akan lengkap rasanya jika tanpa mengenal latar belakang pendidikannya. Memasuki usia sekolah, otak Habibie pun kian cerdas. Namun sedihnya dirinya harus ditinggalkan sang ayah ketika usianya masih sangat muda yaitu 14 tahun. Sang ayah meninggal lantaran serangan jantung. Karena ayahnya selaku kepala keluarga meninggal, maka sang Ibulah yang menggantikan peran dan berjuang secara ekstra untuk bisa menanggung biaya hidup seluruh anggota keluarga. Pada akhirnya, sang Ibu memutuskan menjual rumah lalu pindah ke Bandung. Habibie muda pun menempuh pendidikannya di SMAK Dago lalu melanjutkan kuliah di ITB yang saat itu bernama Universitas Indonesia Bandung dengan jurusan Teknik Mesin.

Belum selesai kuliahnya di ITB, beliau kemudian mendapat beasiswa dari Mendikbud saat itu untuk bisa melanjutkan pendidikannya di Jerman. Di saat pemerintahan Presiden Soekarno saat itu, pemerintah sedang banyak membiayai para anak bangsa untuk bisa bersekolah ke luar negeri untuk bisa menimba ilmu di sana. Di antara ratusan pelajar, Habibie saat itu masuk ke rombongan kedua yang khusus dikirim ke negara luar. Di jerman, Habibie bersekolah di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule dengan jurusan Teknik Penerbangan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang.

Pendidikan Habibie di luar negeri ini bukan kursus yang kilat, namun memang pendidikan bertahun-tahun dan disambi dengan bekerja secara praktik. Awalnya, Habibie hanya tertarik untuk membangun pesawat komersial sesuai ide Presiden Soekarno saat itu yang kemudian memunculkan perusahaan PT PAL dan salah satunya IPTN. Sampai di Jerman, Habibie memang telah bertekad kuat untuk bisa sukses nantinya karena melihat jerih payah dari sang Ibu dalam membiayai pendidikan hingga kehidupannya. Di tahun 1955, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di sana diberikan beasiswa penuh dan diantara teman yang lain, hanya Habibie yang memiliki paspor swasta atau paspor hijau.

Biografi BJ Habibie di masa pendidikannya belum selesai begitu saja. Semasa liburannya, beliau menjadikannya kesempatan emas untuk bisa belajar, ikut ujian dan juga mencari uang sehingga bisa membeli buku. Namun jika masa libur habis, maka seluruh kegiatannya dikesampingkan dan hanya fokus pada belajar. Hal ini berbeda dengan teman lainnya dimana ketika libur mereka lebih suka bekerja dan mencari pengalaman tanpa memikirkan ujian.

Di tahun 1960, beliau mampu mendapatkan gelar Diploma Ing di Jerman dari Technische Hochschule dan predikatnya adalah Cum Laude atau sempurna dengan nilainya rata-rata adalah 9,5. Dengan mendapatkan gelar Insinyur ini, beliau pun mendaftarkan diri bekerja di Firma Talbot yang merupakan industri kereta api di Jerman. Saat itu, Firma Talbot tersebut sedang butuh wagon dengan volume yang besar. Hal ini lantaran wagon itu akan mengangkut barang ringan dengan volume besar. Talbot butuh wagon dengan jumlah 1000 dan mendapati persoalan ini, maka Habibie pun berusaha mengaplikasikan cara konstruksi dalam membuat sayap pesawat terbang lalu diterapkan pada wagon yang ternyata membuahkan hasil.

Biografi BJ Habibie tentang pendidikan beliau berlanjut ke gelar doktornya dimana beliau melanjutkan studi ke Technische Hochschule Die Facultaet de Fuer Maschinenwesen Aachen untuk mendapatkan gelar doktor. Di tahun 1962, BJ Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie lalu memboyongnya ke Jerman. Hidupnya saat itu begitu sulit dimana beliau seringkali harus berjalan kaki ke tempat kerja yang jaraknya jauh demi menghemat dalam pengeluaran uangnya. Selain itu Habibie pun harus pulang malam padahal tetap harus belajar untuk studinya.

Perjuangan yang sama juga dirasakan oleh sang istri dimana beliau harus mengantri untuk bisa mencuci baju di tempat umum agar bisa menghemat pengeluaran uang. Setelah berjuang dengan pendidikannya, BJ Habibie akhirnya bisa mendapatkan gelar Doktor Ingenieur dari Technische Hochschule Die Facultaet de Fuer Maschinenwesen Aachen dengan nilai summa cumlaude dan rata-rata nilainya adalah 10 sehingga sangat sempurna.

Munculnya rumus faktor Habibie
Seperti yang sudah dikemukakan di awal tadi dimana menariknya biografi BJ Habibie ini juga karena ada rumus yang diberi nama Faktor Habibie. Rumus yang satu ini dapat menghitung keretakan hingga ke atom pesawat terbang sekalipun sehingga beliau diberi julukan Mr Crack. Di tahun 1967, BJ Habibie mendapatkan gelar Profesor Kehormatan atau Guru Besar dari ITB. Selain itu, dari ITB juga BJ Habibie mendapatkan penghargaan tertinggi yakni Ganesha Praja Manggala.

Dengan segala kejeniusan yang dimilikinya, tak heran jika beliau mendapatkan banyak pengakuan dari lembaga kelas internasional mulai dari Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt, yakni lembaga penerbangan di Jerman, The Royal Aeronautical Society London yang ada di Inggris, The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace dari Prancis, The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences dari Swedia dan bahkan The US Academy of Engineering dari Amerika Serikat. BJ Habibie juga pernah mendapatkan penghargaan yang amat bergengsi yaitu Edward Warner Award serta Award von Karman dimana penghargaan ini hampir setara penghargaan Hadiah Nobel.

Langkah dari sang visioner ini memang banyak dikagumi, namun banyak juga yang jadi kontroversi. Tiap kali BJ Habibie yang juga peraih penghargaan Theodore van Karman Award yang bergengsi ini mengunjungi Jerman, maka beliau tak pernah luput dari pemberitaan di sana. Jika dilihat lagi, BJ Habibie hanya kuliah di ITB setahun saja lalu 10 tahun melanjutkan pendidikannya ke Jerman lalu bekerja di MBB Gmbh Jerman yang merupakan industri penerbangan terkemuka. Setelah itu beliau kembali ke Indonesia memenuhi panggilan dari Presiden Indonesia, Soeharto saat itu.

Kembalinya BJ Habibie ke Indonesia
Biografi BJ Habibie masih tetap berlanjut setelah beliau kembali ke Indonesia. Di Indonesia sendiri, Habibie kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT selama 20 tahun dan memimpin perusahaan BUMN Industri Strategis selama 10 tahun. Di tahun 1995, beliau berhasil memimpin proyek pembuatan pesawat yang diberi nama N250 Gatot Kaca dimana menjadi pesawat yang dibuat pertama oleh Indonesia.

Pesawat yang dirancang oleh BJ Habibie ini bukanlah pesawat yang dibuat secara asal-asalan melainkan sudah dipikir dan didesain matang dengan ilmu yang dimiliki oleh BJ Habibie. Pesawat yang diciptakannya ini sudah bisa dibilang mampu terbang tanpa oleng berlebihan dengan teknologi canggih dan terdepan kala itu dan bahkan sudah dipersiapkan untuk bisa 30 tahun ke depan. Untuk melengkapi desain awalnya saja, BJ Habibie butuh waktu selama 5 tahun. Pesawat ini juga menjadi satu-satunya pesawat yang turboprop di dunia dimana menggunakan teknologi Fly By Wire.

Saat itu pesawat N250 Gatot Kaca ini telah terbang hingga 900 jam dan selangkah lagi bisa masuk sertifikasi untuk Federal Aviation Administration. DI zamannya, PT IPTN sudah membangun pabrik pesawat hingga ke Amerika dan Eropa demi bisa menjaring pasaran di negara itu. Meski begitu banyak yang memandang remeh pada pesawat buatan asli Indonesia tersebut. Di bawah komando BJ Habibie, IPTN berhasil mempekerjakan hingga 16.000 orang.

Namun sialnya, ketika IPTN sedang berjaya, justru Presiden Soeharto memerintahkan penutupan IPTN beserta industri strategis lain karena alasan krisis moneter di tahun 1996 sampai 1998. Sebanyak 16.000 karyawan IPTN pun menyebar secara terpaksa ke pabrik pesawat di negara lain demi mencari rezeki di wilayah Brazil, Kanada, Eropa hingga Amerika. Parahnya lagi, justru Indonesia yang membeli pesawat dari negara tersebut. Sungguh disesalkan.

Biografi BJ Habibie di masa jabatan presiden
Setelah IPTN ditutup, BJ Habibie kala itu masih menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Beliau kemudian diangkat menjadi Wakil Presiden di tanggal 14 Maret 1998 untuk mendampingi Presiden Soeharto. Namun hanya beberapa bulan setelah beliau menjabat, gejolak politik pun tak bisa terhindarkan dan mencapai puncaknya. Presiden Soeharto yang sudah bertahta di kursi presiden selama puluhan tahun akhirnya lengser dengan pengunduran dirinya pada 21 Mei 1998.

Lengsernya Presiden Soeharto pun secara otomatis menjadikan BJ Habibie secara resmi menggantikannya menempati kursi nomor satu di Indonesia. Beliau menjadi Presiden ketiga di RI. BJ Habibie hanya menjabat sekitar satu tahun saja dimana beliau justru mewarisi kondisi saat Indonesia sedang dalam masa rusuh dan banyak wilayah yang ingin melepaskan diri dari Indonesia. Kondisi Indonesia saat itu memang betul-betul memprihatinkan.

Meski begitu BJ Habibie tetap berusaha untuk membangun kembali Indonesia. Beberapa keputusan penting yang dilakukan adalah dengan lahirnya UU tentang Otonomi Daerah. Beliau pun mampu membebaskan rakyatnya untuk beraspirasi sehingga Indonesia bisa membuat banyak partai politik baru yang muncul. Mata uang Indonesia di mata asing saat itu yang mencapai 15 ribu rupiah per dolar bisa ditekannya menjadi hanya di bawah 10 ribu rupiah saja. Beliau punmampu melikuidasi bank bermasalah kala itu.

Namun BJ Habibie pun dipaksa lengser saat itu setelah adanya sidang umum MPR di tahun 1999. Pidato pertanggungjawaban yang diberikannya ditolak MPR dengan alasan Timor Timur yang lepas dari Indonesia saat itu. Setelah jabatannya lepas, KH Abdurrahman Wahid menjadi Presiden penggantinya. BJ Habibie pun sudah kembali menjadi warga negara Indonesia biasa dan kembali bermukim di Jerman meski sesekali pulang ke Indonesia.

Meninggalnya sang istri tercinta
Setelah kabarnya lama tak terdengar, di tanggal 22 Mei 2010 ada kabar mengejutkan dimana sang istri yang setia mendampinginya yakni Hasri Ainun Habibie telah meninggal dunia di Jerman karena penyakit kanker ovarium yang dideritanya. Ibu Ainun meninggal di hari Sabtu pukul 17.30 waktu Jerman. Kepastian meninggalnya Ibu Ainun ini diperoleh dari Ali Mochtar Ngabalin selaku mantan anggota DPR yang juga wakil keluarga dari BJ Habibie. Hal ini menjadi duka yang amat mendalam bagi sang mantan Presiden RI itu.

Bagi BJ Habibie, Ibu Ainun adalah segalanya bagi beliau. Beliau pernah berkata jika Ibu Ainun adalah mata untuk bisa melihat hidupnya. Ibu Ainun juga merupakan pengisi kasih di hidupnya baik di kala susah hingga senang sekalipun. Selama 48 tahun menikah, BJ Habibie dan Ainun tidak pernah terpisah. Ibu Ainun selalu mengikuti kemanapun BJ Habibie pergi dengan rasa sabar dan kasih sayang yang penuh. Bahkan BJ Habibie sendiri tidak tahu menahu akan kanker overium yang diidap oleh sang istri dan hanya tahu 3 hari sebelum Ibu Ainun meninggal lantaran Ibu Ainun tak pernah mengeluh. Betapa terluka hati BJ Habibie saat itu.

Biografi BJ Habibie dibentuk dalam sebuah film
Perjuangan BJ Habibie sebagai anak bangsa yang selalu berusaha untuk menggapai cita-cita demi kemajuan pembangunan Indonesia memang penuh liku tajam kehidupan. Banyak sekali pengalaman hidupnya yang bisa dijadikan pelajaran mulai dari kerja kerasnya ketika bersekolah di Jerman, perjuangan di kancah politik, hingga cinta setia dan penuh kasihnya bersama sang istri yang tiada tara menjadikan kisahnya sangat layak untuk bisa diketahui seluruh bangsa Indonesia yang dibentuk ke dalam sebuah film bertajuk Habibie dan Ainun.

Film biografi BJ Habibie ini tayang di awal Desember 2012 lalu dengan mengangkat kisah nyata sang visioner beserta romansa kehidupan cintanya yang penuh haru biru dan perjuangan dari mulai remaja hingga Ibu Ainun meninggal dunia. Film yang disutradari oleh Hanung Bramantyo dan Faozan Rizal ini dibintangi artis papan atas Indonesia Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. Film ini berhasil menarik penonton hingga berjumlah 4,5 juta lebih sehingga menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Biografi Presiden Soeharto

Biografi Presiden Soeharto

Paftarpresidendunia.web.id – Masyarakat Indonesia harus terbiasa dengan biografi Suharto. Tidak hanya dikenal oleh generasi sebelumnya, bahkan generasi tahun 90-an masih akrab dengan namanya. Ya, ia adalah presiden Indonesia kedua dengan masa jabatan terpanjang, yang berlangsung selama 32 tahun, dari tahun 1967 hingga 1998. Biografi Soeharto tentu saja pantas untuk diketahui.

Suharto dikenal karena karakternya yang khas, yang memiliki wajah yang tampaknya selalu tersenyum, itulah sebabnya dunia barat mengenalnya sebagai “Jenderal yang tersenyum” atau “Jenderal yang selalu tersenyum”.

Pada awalnya dia adalah pemimpin militer umum yang penting di koloni Jepang dan Belanda. Hingga akhirnya ia mengambil alih kekuasaan Presiden Soekarno saat itu. Era Soeharto dimulai pada tahun 1967, lebih dikenal sebagai Orde Baru.

Pada masa pemerintahannya Indonesia mengalami kemajuan ekonomi serta infrastruktur. Namun dibalik itu pula isu korupsi santer berhembus diakhir pemerintahan beliau. Lalu Siapakah Soeharto ? Dimana beliau dilahirkan ? dan bagaimana sepak terjangnya selama ini ? berikut biografi Soeharto yang kita rangkum sebagai berikut :

Lahirnya Soeharto
Biografi Soeharto dimulai pada saat kelahirannya yaitu pada tanggal 8 Juni 1921 di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta.

Soeharto kecil lahir dari pasangan Bapak Kertosudiro yang bekerja sebagai petugas irigasi serta Ibu Sakirah. Setelah lahirnya Soeharto, kedua orangtuanya pun memutuskan untuk bercerai.

Soeharto kemudian dititipkan kepada salah satu kerabat ibunya yakni Mbah Kromodiryo. Hal itu dilakukan karena kondisi ibunya yang sakit-sakitan hingga tak mampu menyusui Soeharto saat itu.

Saat Soeharto berusia 4 tahun, ia pun dijemput oleh ibunya Sakirah dan mengajaknya tinggal bersama dengan suami barunya yang bernama Atmopawiro.

Soeharto memiliki seorang buyut yang bernama Notosudiro. Beliau merupakan salah satu pengawas keraton hingga Soeharto sering dipanggil “Den” pada saat itu. Tak lama kemudian Soeharto dititipkan pada adik perempuan ayah kandungnya yang bersuamikan seorang mantri tani bernama Prawirodiharjo. Disana Soeharto memperoleh pendidikan dan dibesarkan dengan baik. Hingga akhirnya beliau dijemput lagi oleh ayah tirinya.

Soeharto Muda
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Schakel Muhammadiyah Yogyakarta, Soeharto pun mulai mencari pekerjaan kesana kemari karena anggota keluarganya tak ada yang mampu membiayai pendidikan lanjutannya.
Pada saat itu mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yang mudah tanpa adanya bantuan dari orang yang berkedudukan maupun berpengaruh. Karena tak kunjung mendapat pekerjaan, Soeharto pun memutuskan merantau ke Wuryantoro karena banyaknya kenalan di daerah tersebut.

Hingga pada suatu hari Soeharto mendapat pekerjaan sebagai pembantu klerek pada sebuah bank Desa (Volks Bank). Dari pekerjaannya ini, Ia belajar pembukuan.

Hal yang tidak terduga pun terjadi, secara tidak sengaja Soeharto menyobekkan kain batik satu-satunya yang menjadi seragam harian untuknya bekerja. Akhirnya Soeharto muda dipecat saat itu, kemudian ia pun merantau ke Solo namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Hari-harinya pun diisi dengan kegiatan gotong royong membangun mushola, menggali parit dan membereskan lumbung.

Riwayat Pendidikan Soeharto
Suatu saat dibukalah pendaftaran masuk KNL (Koninlijk Nederlands-Indisch Leger) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Soeharto pun diterima dan menjalani dinas pertamanya selama 3 tahun di Kortverband di Gombong.

Gayung bersambut, Soeharto pun menjadi lulusan terbaik dan ditugaskan menjadi wakil Komandan Regu di Batalyon XIII Rampal Malang. Selain itu Soeharto juga menjalani praktek di Pantai Pertahanan Gresik selama kurang lebih 2 minggu.

Hingga penyakit Malaria pun menyerangnya dan terpaksa Soeharto dirawat dirumah sakit. Setelah sembuh dari penyakitnya Soeharto ikut ujian masuk Sekolah Kader di Gombong untuk mendapatkan gelar sersan. Setelah mendapatkan pangkat Sersan ia pun ditugaskan ke Bandung untuk dijadikan cadangan pada Markas Besar Angkatan Darat bertempat di Cisarua.

Dua minggu setelah menjalani penempatan di Cisarua pada tanggal 8 Maret 1942, Belanda pun menyerah pada Jepang. Karena takut ditangkap oleh Jepang, Soeharto pun memutuskan pulang ke Yogyakarta. Saat itu pula Malaria yang dideritanya kambuh sehingga membuatnya terbaring selama 6 bulan.

Setelah sembuh, Soeharto pun kembali mengadu nasib di Yogyakarta dengan mengikuti les mengetik. Tidak lama kemudian dibukalah penerimaan keanggotaan Keibuho yakni nama polisi Jepang di Indonesia. Soeharto diterima dan lulus dengan predikat terbaik.

Karena keberhasilannya, ia pun dianjurkan mendaftar menjadi tentara sukarela PETA (Pembela Tanah Air). Soerharto diterima dan dilatih menjadi Komandan Peleton (Shodancho). Seusai menjalani masa pendidikan, Soeharto pun ditempatkan di Batalyon Wates Yogyakarta, Pos pertahanan di Glagah Pantai Selatan Yogyakarta serta Madiun.

Keberhasilannya menjadi Shodancho, mengantarkannya menjadi Komandan Kompi (Chucandho) untuk mempelajari strategi perang. Seusai pendidikan Ia ditempatkan di Seibu yakni markas besar PETA di Solo di Kusumoyudan.

Karir militer Soeharto pun berjalan mulus dari sini. Ia ditugaskan diberbagai markas besar PETA yang ada di beberapa daerah. Ia berhasil bebas dari pembersihan karena pemberontakan PETA di Blitar. Hingga akhirnya oleh Jepang ia ditempatkan di Kaki Gunung Wilis di Desa Brebeg selatan Madiun untuk melatih prajurit PETA.

Baca juga : Biografi Presiden Soekarno

Karier Politik Soeharto
Setelah sukses dengan karir militernya, melalui surat Perintah Sebelas Maret tahun 1967 Soeharto mulai menggantikan kedudukan Soekarno menjadi Presiden. Satu tahun kemudian pada Maret 1968 Soeharto ditetapkan sebagai Presiden kedua oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.

Masa pemerintahan Soeharto pun dinamakan Orde Baru. Hal pertama yang menjadi fokus Soeharto saat itu adalah perbaikan ekonomi. Kiblat ekonomi yang digunakan Soeharto pada saat itu adalah tim ekonom didikan Barat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun naik pesat bahkan berhasil melakukan swasembada pangan pada dekade 1980 an. Hal ini membuat Soeharto dijuluki Bapak Pembangunan.

Jika sekarang kita mengenal istilah Keluarga Berencana, itu merupakan salah satu peninggalan program yang dicanangkan dimasa pemerintahan Soeharto di bidang kesehatan. Program ini membuat Indonesia mendapat penghargaan dari PBB sebagai negara percontohan.

Di bidang politik Soeharto melakukan pemangkasan partai-partai politik, hingga muncullah Partai Golongan Karya sebagai partai dominan saat itu. Golkar menjadi partai yang selalu memenangkan pemilihan umum pada masa orde baru tanpa adanya partai oposisi.

Kebijakan di bidang politik inilah yang memunculkan keluhan di masyarakat. Hal ini memunculkan kesan anti demokrasi dan otoliter di kalangan masyakarat.

Hingga pada puncaknya terjadilah peristiwa penting di tanggal 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dengan istilah malari(malapetaka lima belas januari). Dimana massa turun ke jalan menolak modal asing yang selama ini menjadi salah satu pilar program ekonomi Soeharto.

Masalah yang lain pun berdatangan. Terjadi krisis moneter dan ekonomi berkepanjangan yang mendera kawasan Asia pada tahun 1997. Demonstrasi demi demonstrasi pun terjadi. Hingga demonstrasi terbesar terjadi pada tahun 1998 yang dilakukan oleh mahasiswa.

Demonstrasi besar-besaran ini mengakibatkan kondisi tanah air menjadi genting. Saat itulah Soeharto dipaksa turun dari jabatannya sebagai presiden. Hingga pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden. Masa reformasi pun dimulai.

Kisah Cinta Soeharto
Dari biografi Soeharto juga dapat kita ketahui kisah cintanya. Soeharto dan Hartinah atau yang lebih kita kenal dengan nanam Bu Tien ini sama-sama bersekolah di Wonogiri. Soeharto merupakan kakak tingkat Bu Tien saat itu. Setelah lulus, mereka berdua terpisah oleh jarak dan waktu yang lama.

Mereka berdua bertemu kembali saat sama-sama menjalani tugas negara. Dimana pak Harto bertugas sebagai tentara sedangkan Bu Tien tergabung dalam Organisasi Perjuangan Perempuan (Laswi) serta Palang Merah Indonesia.

Hingga akhirnya sang paman menawari sang calon pemimpin tersebut untuk menikah dan siapa sangka lamaran Pak Harto diterima oleh Hartinah.

Pada tanggal 26 Desember 1947 keduanya pun menikah, meskipun pada awalnya pak Harto rendah diri karena status Ningrat yang dimilki oleh Bu Tien. Pesta pernikahan keduanya dilakukan dengan sangat sederhana bahkan hanya dengan penerangan lilin semata.

Pernikahan keduanya dikaruniai enam orang anak yaitu Siti Hardijanti Rukmana, Sigit Harjojudanto, Bambang trihatmojo, Siti Hediati Hariyadi, Hutomo Mandala Putra serta Siti Hutami endang Adiningsih. Pada tahun 1996 Bu Tien pun meninggal dunia.

Akhir Hidup Soeharto
Soeharto meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2008 pada pukul 13.10 WIB di rumah sakit Pusat Pertamina Jakarta. Jenazah Soerharto diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana Jakarta pada Senin 28 Januari 2008 pada pukul 07.30. WIB menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Jenazah akan diterbangkan ke Solo untuk dimakamkan di Astana Giri Bangun, Solo.

Itulah tadi biografi Soeharto yang dikutip dari berbagai sumber. Dari biografi Soeharto di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa Soeharto bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi beliau mengangkat Indonesia dari keterpurukan. Namun di sisi lain beliau merupakan pemimpin yang anti demokrasi, yang menyebabkan gejolak dimasyarakat.

Dengan belajar sejarah akhirnya kita mengetahui fakta keseluruhan dari biografi Soeharto. Baik yang baik maupun yang buruk di mata masyarakat. Dengan begitu kita mampu menilai sendiri, tidak hanya terbawa penilaian orang lain yang belum tentu benar.

Biografi Presiden Soekarno

Biografi Presiden Soekarno

Daftarpresidendunia.web.id – Pada kesempatan ini, kita akan membahas biografi tokoh-tokoh paling berpengaruh di Indonesia, yaitu biografi Soekarno. Sejauh ini, ayah dari proklamator Indonesia telah menjadi salah satu tokoh yang paling dikagumi di Indonesia. Ia adalah selebritas di Indonesia dengan isi pidato yang menginspirasi dan membakar semangat anak muda di masanya.

Bahkan hari ini, isi pidato Bung Karno terus menyenangkan dan membuat semangat generasi selanjutnya. Sebagai presiden, Soekarno sangat dihormati oleh para pemimpin negara-negara dunia pada waktu itu. Soekarno lahir di Surabaya tepatnya pada 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo. Dia adalah seorang anak yang unggul sejak kecil, bahkan Soekarno mampu menguasai begitu banyak bahasa sehingga dia dikenal karena kecerdasannya di mata dunia. Di bawah ini adalah data Soekarno untuk Anda.

Biografi Soekarno

  1. Nama lengkap : Ir. Soekarno
  2. Nama panggilan : Bung Karno
  3. Nama kecil : Kusno
  4. Tempat, tanggal lahir : Blitar, 6 Juni 1901
  5. Agama : Islam
  6. Nama Istri : Fatmawati,Hartini,Ratna Sari Dewi
  7. Nama Anak :
    Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, Guruh (dari Fatmawati)
    Taufan, Bayu (dari Hartini)
    Kartika (dari Ratna Sari Dewi)
  8. Pendidikan :
    HIS di Surabaya
    Hoogere Burger School (HBS)
    Technische Hoogeschool (THS) di Bandung
  9. Meninggal : 21 Juni 1970
  10. Dimakamkan : Blitar, Jawa-Timur

Bung Karno adalah nama populer dari Soekarno. Lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Ketika Soekarno kecil, ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Ia tinggal bersama dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno bahkan sempat mengenyam sekolah disana walau tidak sampai selesai, karena harus ikut bersama dengan orang tuanya yang pada waktu itu pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto, Soekarno kemudian disekolahkan di Eerste Inlandse School dimana ayahnya juga bekerja disitu sebagai guru. Akan tetapi kemudian ia dipindahkan pada tahun 1911 ke ELS yang setingkat sekolah dasar untuk dipersiapkan masuk di HBS yang ada di Surabaya. Setelah tamat dan bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Cokroaminoto yang merupakan sahabat dari ayah Soekarno. Darisanalah Soekarno kenal dengan dunia perjuangan yang membuatnya menjadi pejuang sejati.

Biografi Soekarno : Momen Bersejarah 17 Agustus 1945
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dimana pada tanggal ini juga diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia yang juga membuat Soekarno diangkat menjadi presiden pertama Indonesia. Dalam biografi Soekarno, ia berhasil membentuk pancasila dengan timnya sebagai dasar negara Indonesia.

Dengan proklamasi kemerdekaan ini juga membuat kawannya Mohammad Hatta dinobatkan sebagai wakil presiden pertama Indonesia mendampingi Soekarno. Diluar sosoknya sebagai Bapak Bangsa Indonesia, tidak banyak orang yang tahu jika Soekarno pernah menikah sebanyak sembilan kali. Kharisma yang luar biasa dimiliki oleh Soekarno melalui penuturan orang – rang yang dekat dengannya membuat wanita cantik terkesima dan kemudian dijadikan istri Soekarno. Beliau tertarik dengan wanita sederhana dan sopan. Salah satu istrinya Fatmawati pernah bertanya pada presiden Soekarno mengenai wanita yang berpenampilan seksi. Beliau menjawab bahwa wanita yang penampilannya sopan dan sederhana lebih menarik dan lebih ia sukai. Menurut Soekarno kecantikan seorang wanita terlihat dari keaslian, tutur bahasanya, sikapnya dan kesederhanaan yang terpancar dari dalam dirinya.

Itulah biografi Soekarno yang dapat menjadi teladan atas perjuangan sejak kecil sampai menjadi bapak presiden pertama Indonesia yang dikenal dunia. Semoga biografi Soekarno ini dapat bermanfaat dan membuatmu makin mengagumi sosok bapak presiden pertama kita ya. Ikuti terus artikel biodata lainnya hanya di AkuPaham.

Bertahun-tahun dijajah oleh para penjajah, pada akhirnya Indonesia pun bisa mengumandangkan kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus puluhan tahun silam tentu tidak akan bisa dilepaskan dari jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ini. Salah satu pahlawan pemberani yang namanya tidak akan pernah bisa dilepaskan dari sisi kemerdekaan negeri ini adalah Ir Soekarno. Proklamator sekaligus Presiden Indonesia yang pertama ini memang memberikan begitu banyak pengaruh hingga akhirnya Indonesia bisa merdeka. Sebagai bangsa yang menghargai pahlawannya, ada baiknya kita bisa mengetahui biografi Soekarno, Sang Proklamator.

Masa kecil Ir Soekarno
Biografi Soekarno tentu harus diawali dari masa kecilnya lebih dulu sehingga Anda bisa mengenal lebih dalam. Terlahir di Blitar tanggal 6 Juni 1901 dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Masa kecil Presiden Soekarno bersama kedua orang tuanya di Blitar tidak dihabiskan dalam waktu lama. Ayahnya adalah Raden Soekemi Sosrodihardjo yang merupakan seorang guru di Jawa, tepatnya di Surabaya. Sedangkan Ibunya adalah Ida Ayu Nyoman Rai yang asalnya dari Buleleng, Bali. Selanjutnya Beliau tinggal dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjoko yang ada di Tulung Agung, Jawa Timur. Beliau sempat bersekolah di sana meski tidak hingga selesai lantaran kembali ikut orang tuanya ke Mojokerto.

Pendidikan Ir Soekarno
Mengenal biografi Soekarno, tentu tak lengkap jika tak tahu tentang riwayat pendidikannya. Saat di Mojokerto, ayah Ir Soekarno nmenyekolahkan Soekarno kecil di tempat sang ayah menjadi guru. Tetapi di tahun 1911 ayahnya memindahkan Soekarno ke sekolah ELS atau Europeesche Lagere School yang bertujuan agar nantinya Soekarno bisa mudah masuk ke HBS atau Hogere Burger School yang ada di Surabaya. Tamat sekolah di Hogere Burger School di tahun 1915, Soekarno selanjutnya tinggal bersama Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau kini banyak yang lebih mengenal dengan nama H.O.S Cokroaminoto dimana beliau ini adalah teman dari ayah Soekarno yang juga dikenal pendiri Serikat Islam.

Biografi Soekarno tentang pendidikan masih berlanjut dimana saat di rumah Cokroaminoto, Soekarno yang masih muda pun mulai belajar dalam dunia politik. Soekarno muda juga belajar untuk pidato dengan cara melakukannya sendiri di kamarnya di depan cermin. Di sekolahnya, Hogere Burger School, Soekarno pun memperoleh banyak sekali ilmu terkait banyak hal. Setelah menyelesaikan pendidikan di Hogere Burger School di tahun 1921, kemudian Soekarno pindah ke Bandung lalu tinggal bersama Haji Sanusi yang kemudian melanjutkan sekolah ke THS atau Technische Hooge School di jurusan teknik sipil dimana saat ini sudah menjadi ITB lalu kemudian bisa lulus di tanggal 25 Mei 1926 sehingga mendapatkan gelar Insinyur atau Ir.

Biografi Soekarno di masa pergerakan nasional
Biografi Soekarno memasuki masa pergerakan nasional dimana di tahun 1926 Soekarno muda mendirikan Algemene Studie Club yang ada di Bandung. Ternyata organisasi ini jadi awal mula mendirikannya Partai Nasional Indonesia dimana didirikan di tahun 1927. Selanjutnya aktivitas Soekarno di Partai Nasional Indonesia pun menyebabkannya ditangkap oleh Belanja pada Desember 1929 lalu memunculkan pledoi fenomenal saat itu yaitu Indonesia Menggugat. Beliau kemudian dibebaskan saat 31 Desember 1931.

Selanjutnya Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia atau Partindo pada Juli 1932 dimana partai ini adalah pecahan Partai Nasional Indonesia. Karena aktivitasnya ini, Soekarno pun kembali ditangkap pada Agustus 1933 lalu diasingkan ke Flores. Pada kondisi ini, Soekarno pun hampir dilupakan para tokoh nasional karena lokasinya yang jauh dan terasing. Meski begitu, semangat Soekarno pun tidak pernah runtuh meski dalam pengasingan yang bisa tersirat dari setiap surat ke Ahmad Hassan yang merupakan Guru Persatuan Islam. Biografi Soekarno masih berlanjut dalam masa pengasingan yang dipindahkan ke Provinsi Bengkulu di tahun 1938. Soekarno pun bisa bebas di masa penjajahan Jepang di tahun 1942.

Biografi Soekarno di masa penjajahan Jepang
Ketika awal masa penjajahan Indonesia oleh Jepang sekitar tahun 1942 sampai 1945, pemerintah Kepang masih belum memperhatikan tokoh dari pergerakan Indonesia. Hal ini bisa terlihat dari Gerakan 3A yang tokohnya adalah Shimizu dan Mr. Syamsuddin dimana mereka berdua kurang populer. Tapi pada akhirnya pada masa pemerintahan Jepang, tokoh Indonesia ini kemudian mulai diperhatikan lalu dimanfaatkan juga mulai dari Soekarno, Moh Hatta dan masih banyak lagi beserta organisasinya, sehingga diusahakan bisa menarik perhatian dari penduduk Indonesia.

Masih berlanjut biografi Soekarno saat masa penjajahan Jepang dimana disebutkan ragam organisasi mulai dari Jawa Hokokai, BPUPKI, Pusat Tenaga Rakyat (Putera) hingga PPKI dengan tokoh mulai dari Soekarno, Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, hingga K.H Mas Mansyur dan tokoh yang lainnya yang aktif dalam aktivitas pergerakan nasional. Akhirnya, para tokoh nasional ini kemudian bekerja sama bersama pemerintah Jepang dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Meski begitu, tetap ada yang melakukan gerakan bawah tanah yaitu Amir Sjarifuddin dan Sutan Syahrir, mengingat mereka menganggap jika Jepang merupakan fasis berbahaya.

Soekarno di antara para pemimpin dunia
Di tahun 1943, Hideko Tojo yang merupakan Perdana Menteri Jepang mengundang para tokoh Indonesia yakni Soekarno, Moh Hatta hingga Ki Bagoes Hadikoesoemo menuju Jepang dan langsung diterima oleh Kaisar Hirohito. Bintang kekaisaran yaitu Ratna Suci pun diberikan kepada ketiga tokoh tersebut oleh Kaisar Hirohito. Penganugerahan ini pun menjadikan pemerintahan pendudukan Jepang kaget lantaran karena adanya penganugerahan bintang itu maka ketiga tokoh dari Indonesia tersebut sudah dianggap sebagai keluarga dari Kaisar Jepang itu.

Namun saat Agustus 1945 beliau kembali diundang Marsekal Terauchi yang merupakan pimpinan Angkatan Darat di wilayah Asia Tenggara di daerah Vietnam dimana menyatakan jika proklamasi Indonesia adalah urusan dari rakyat Indonesia. Tetapi karena banyaknya Soekarno berhubungan dengan pemerintahan Jepang dan badan organisasi Jepang menjadikan Soekarno pun justru dituduh Belanda sudah bekerja sama dengan pihak Jepang misalnya dalam kasus romusha.

Biografi Soekarno di masa perang revolusi
Menjelang persiapan Proklamasi kemerdekaan RI, Soekarno pun mulai mempersiapkan segalanya bersama para tokoh nasional. Setelah sudah BPUPKI selesai, terbentuklah Panitia Kecil yang beranggotakan 8 orang resmi dan Panitia Kecil yang beranggorakan sembilan orang dimana disebut Panitia Sembilan dan menghasilakan piagam yang dikenal dengan Piagam Jakarta dan juga PPKI. Soekarno dan Moh Hatta pun mendirikan Negara Indonesia yang berdasar Pancasila beserta UUD 1945.

Menjelang pembacaan teks proklamasi, Presiden Soekarno menyatakan jika meski beberapa tokoh bekerja sama dengan pihak Jepang, namun sebetulnya rakyat Indonesia tetap mengandalkan kekuatannya sendiri dalam mengusahakan kemerdekaan. Dalam biografi Soekarno, disebutkan jika beliau amat aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan misalnya dengan merumuskan Pancasila, UUD 1945 hingga dasar pemerintahan Indonesia hingga perumusan naskah proklamasi kemerdekaan juga. Beliau sempat juga dibujuk untuk bisa menyingkir ke Rengasdengklok sehingga ada peristiwa Rengasdengklok yang selalu disebutkan dalam sejarah bangsa Indonesia.

Setelah pertemuannya dengan Marsekal Terauchi di Vietnam, maka terjadilah peristiwa Rengasdengklok di tanggal 16 Agustus 1945 dimana Soekarno dan Moh Hatta yang dibujuk pemuda menyingkir ke asrama pasukan PETA di Rengasdengklok. Tokoh pemuda pembujuk Soekarno dan Moh Hatta diantaranya adalah Soekarni, Wikana, Singgih hingga Chairul Saleh. Pemuda ini menuntut Soekarno dan Moh Hatta untuk bisa segera memproklamasikan kemerdekaan RI lantaran Indonesia sedang terjadi kevakuman kekuasaan.

Kevakuman kekuasaan ini sebetulnya terjadi lantaran Jepang sudah mengaku menyerah dan pasukan sekutu pun belum tiba. Meski begitu Soekarno dan Moh Hatta tetap menolak karenalasannya adalah masih menunggu kejelasan dari penyerahan Jepang ini. Alasan lain ini adalah karena Soekarno sedang menunggu tanggal tepat yaitu 17 Agustus 1945 dimana saat itu sedang bertepatan bulan Ramadhan dimana diyakini sebagai bulan turun wahyu untuk kaum muslim yaitu Al-Qur’an sehingga proklamasi pun tetap dilakukan di tanggal 17 Agustus 1945.

Selanjutnya di tanggal 18 Agustus 1945, PPKI kemudian mengangkat Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama yaitu Soekarno dan Moh Hatta. Pengangkatan ini kemudian dikukuhkan di tanggal 29 Agustus 1945 oleh KNIP. Baru sebentar jadi Presiden, Soekarno di tanggal 19 September 1945 sudah mampu menyelesaikan masalah tanpa adanya pertumpahan darah yang ada di Lapangan Ikada dimana ada 200 ribu lebih rakyat Jakarta yang berencana bentrok dengan pasukan Jepang dengan senjata yang masih lengkap.

Ketika sekutu datang dengan pimpinan saat itu adalah Letjen. Sir Phillip Christison, mereka pun akhirnya mengakui dengan de facto kedaulatan Indonesia setelah adanya pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden pun berusaha keras untuk bisa menyelesaikan krisis yang saat itu terjadi di Surabaya. Tetapi karena adanya provokasi dari pasukan Belanda dan membonceng sekutu di bawah Inggris, pada akhirnya peristiwa 10 November 1945 tetap meledak yang akhirnya menggugurkan pahlawan Brigadir Jendral A.W.S Mallaby.

Provokasi yang terus terjadi di Jakarta masa itu membuat kondisi pemerintahan cenderung sulit. Karena itu Presiden Soekarno pun memutuskan memindah Ibukota yang awalnya di Jakarta kemudian pindah ke Yogyakarta yang diikuti oleh Wakil Presiden beserta pejabat tinggi lain. Kedudukan Presiden Soekarno berdasar UUD 1945 saat itu adalah selaku kepala pemerintahan namun juga kepala negara. Namun selama adanya revolusi saat itu, sistem pemerintahannya berubah menjadi semi presidensiil dimana Presiden Soekarno adalah kepala negara lalu Sutan Syahrir menjadi Perdana menteri yakni kepala pemerintahannya. Hal ini adalah jalan agar Indonesia menjadi negara yang lebih demokratis.

Namun perlu diketahui juga karena meski sistem pemerintahannya berubah, ketika revolusi kemerdekaan kedudukan dari Presiden Soekarno sendiri tetap yang paling penting, terutama ketika menghadapi peristiwa Madiun di tahun 1948 dan Agresi Militer Belanda II saat itu yang menjadikan Presiden dan Wakil Presiden beserta pejabat tinggi ditahan oleh Belanda. Meski saat itu sudah dibentuk Pemerintahan Darurat RI yang ketuanya adalah Sjarifuddin Prawiranegara, namun kenyatan yang ada dunia internasional tetap mengakui jika Soekarno dan Moh Hatta adalah pemimpin sesungguhnya di Indonesia sehingga dari kebijakannya saja yang mampu menyelesaikan sengketa yang ada antara Indonesia dan Belanda.

Biografi Soekarno di masa kemerdekaan
Setelah pemerintahan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, Presiden Soekarno pun diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat sdengan Mohamad Hatta sebagai Perdana menterinya. Lalu jabatan Presiden RI diberikan kepada Mr Assaat dimana dikenal sebagai RI Jawa-Yogya saat itu. Meski begitu, karena tuntutan Indonesia menjadi yang ingin Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, maka 17 Agustus 1950 RIS diubah kembali menjadi RI dan Soekarno kembali menjadi Presiden RI. Saat itu Indonesia sedang mengalami jatuh bangun kabinet dimana Presiden Soekarno kurang percaya pada sistem multipartai dan menyebut sebagai penyakit kepartaian.

Selain itu, Presiden Soekarno juga memberikan banyak gagasan di dunia internasional karena keprihatinan pada nasib bangsa di Asia-Afrika yang banyak belum merdeka dan belum memiliki hak menentukan nasib sendiri. Hal ini juga yang menjadikan Presiden Soekarno mengambil inisiatif mengadakan Konferensi Asia Afrika di tahun 1955 saat itu di Bandung. Di Konferensi tersebut, para pimpinan negara ini kemudian membocarakan berbagai macam persoalan mulai dari ketimpangan, kekhawatiran kemunculan perang nuklir, ketidakadilan badan-badan internasional dalam hal pemecahan konflik dan banyak lagi menjadi hal yang dibicarakan di sana.

Bersama dengan Presiden Gamal Abdel Nasser (Mesir), Josip Broz Tito (Yugoslavia), U Nu (Birma), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan) dan Jawaharlal Nehru (India), Presiden Soekarno mengadakan Konferensi Asia Afrika dan membuahkan Gerakan Non Blok. Atas jasanya ini, banyak negara di kawasan Asia dan Afrika yang bisa mendapatkan kemerdekaan. Meski begitu tak sedikit juga yang mengalami konflik panjang lantaran ketidakadilan. Atas jasa besarnya inilah tak heran jika banyak penduduk di kawasan Asia dan Afrika yang mengenal Soekarno. Untuk bisa menjalankan politik bebas aktif dunia internasional, maka Presiden Soekarno juga berkunjung ke beberapa negara dan bertemu para pimpinan negara lain seperti John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Nikita Khruschev (Uni Soviet), Mao Tse Tung (RRC) hingga Fidel Castro (Kuba).

Masa jatuhnya sang Presiden
Meski banyak sekali jasa dari Presiden Soekarno, namun beliau juga mengalami masa jatuh dimana dimulai sejak beliau berpisah dengan Wakil Presiden Moh Hatta di tahun 1956 karena pengunduran diri Moh Hatta dari dunia politik Indonesia. Belum lagi dengan banyaknya pemberontakan dari separatis dan terjadi di wilayah Indonesia. Puncak pemberontakan ini pun terjadi dengan adanya G 30 S PKI dimana menjadikan Presiden Soekarno tidak mampu memenuhi impiannya untuk menjadikan bangsa Indonesia sejahtera serta makmur.

Setelah itu Soekarno mengalami pengucilan yang dilakukan oleh Presiden pengganti yaitu Soeharto. Soekarno yang sudah tua pun kerap sakit dan akhirnya wafat di tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta tepatnya di Wisma Yaso. Jenazah beliau dikuburkan di Blitar dan sampai saat ini menjadi ikon Blitar. Tiap tahun, jutaan wisatawan kerap dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, apalagi saat ada haul Bung Karno.

Penghargaan yang diperoleh Soekarno
Semasa hidup, Soekarno memperoleh banyak penghargaan mulai dari gelar Doktor Honoris Causa yang didapat dari 26 universitas dari dalam dan luar negeri. Beliau juga mendapatkan penghargaan berupa bintang kelas satu yakni The Order of the Supreme Companions yang diberikan Thabo Mbeki yakni Presiden Afrika Selatan karena mampu mengembangkan solidaritas secara internasional demi bisa melawan bentuk penindasan dari negara maju. Itulah sekelumit biografi Soekarno, sang Proklamator kebanggaan Indonesia yang bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk seluruh rakyat Indonesia atas kegigihan, semangat dan kecerdasannya demi membangun negara.