Beberapa Fakta Menarik Tentang Presiden Thomas Jefferson

Beberapa Fakta Menarik Tentang Presiden Thomas Jefferson

Daftarpresidendunia.web.id – Sesosok Thomas Jefferson yang merupakan presiden ke tiga Amerika Serikat, dia merupakan salah satu figur menarik pada eranya. Dia adalah penulis dari Declaration of Independence, dan memerankan sebuah peran yang sangat penting pada masanya.

Sebagai seorang presiden, dia dilibatkan dalam Louisiana Purchase pada tahun 1803, dan Ekspedisi Lewis and Clark. Dia adalah seorang pria dari Enlightenment, yang secara mengejutkan adalah orang yang jenius, berpengatahuan luas, dan memiliki bakat sebagai ahli perkebunan, politikus, pengacara, arsitek, arkeolog, paleontologist(ahli fossil), dan seorang penemu. Di luar semua penghargaan yang dia dapatkan, dia merupakan orang yang misterius. Informasi yang didapatkan mengenai dirinya dapat disimpulkan bahwa dia adalah orang yang penuh dengan kontradiksi.

Sering disebut-sebut sebagai presiden Amerika terhebat yang pernah hidup, dia merupakan seorang pahlawan, sekaligus orang yang penuh dengan teka-teki di dalam sejarah Amerika. Berikut ini adalah fakta mengenai kehebatan dan keunikan Thomas Jefferson sebagai seorang presiden.

Thomas Jefferson memiliki batu nisan yang unik untuk ukuran seorang presiden.

Di atas batu nisannya tidak disebutkan bahwa dirinya adalah seorang mantan presiden Amerika. Jefferson dikuburkan di Monticello, pada bukit dekat rumahnya. Tulisan di batu nisannya terbaca sebagai berikut: “Here was buried Thomas Jefferson, Author of the Declaration of American Independence, of the Statute of Virginia for Religious Freedom, and Father of the University of Virginia.” (Di sini dimakamkan Thomas Jefferson, Penulis Deklarasi Kemerdekaan Amerika, Pemrakarsa Undang-Undang Virginia dalam kebebasan beragama, dan Bapak dari Universitas Virginia). Dilaporkan bahwa tidak ada kalimat di dalam batu nisan tersebut kalau dia adalah Presiden Amerika karena dia memiliki perasaan yang campur aduk mengenai politik.

Thomas Jefferson adalah satu-satunya presiden Amerika 2 periode jabatan yang tidak pernah melarang(veto) RUU.

Walaupun pendahulunya John Adams adalah yang pertama yang tidak pernah melaksanakan hak veto, namun Jefferson adalah presiden pertama dalam 2 masa jabatan yang tidak pernah menggunakan hak veto ini. Bandingkan dengan Washington yang menggunakan hak veto sebanyak 2 kali, dan kemudian penerus Jefferson, James Madison yang menggunakan hak tersebut sebanyak 7 kali.

Hal ini diterima kalau dia tidak pernah memveto sebuah RUU karena dia percaya bahwa kepala eksekutif harus memainkan peran yang terbatas, hanya sebatas peran sebagai perawat/pengurus di dalam pemerintahan.

Baca Juga : Presiden AS Terkaya Sepanjang Zaman

Thomas Jefferson adalah seorang pembicara yang kurang baik.

Walaupun dia memiliki bakat dalam menulis dan berbicara, Jefferson tidak pernah pandai dalam menjadi pembicara di depan umum. Ketika dia harus berbicara di depan umum, dia sering bergumam dan berbicara dengan suara yang sulit didengar yang membuat orang-orang sulit untuk mendengar apa yang dia bicarakan. Itu tidak berarti bahwa pidatonya tidak ditulis dengan baik atau tidak ada artinya. Dia hanya tidak bisa membawakannya di depan keramaian.

John Adams pernah mengatakan, “Selama saya duduk dengannya di dalam kongres, saya tidak pernah mendengarnya mengucapkan 3 kalimat dalam satu kesempatan.” Ketakutannya dalam berbicara di depan umum membuatnya manjadi seorang presiden yang menhindari sorotan publik. Untuk alasan ini, dia memulai tradisi mengirimkan pesan negara kepada Kongres dalam bentuk tulisan, sehingga dia tidak perlu menghadiri kongres tersebut.

Tradisi ini berlanjut hingga tahun 1913, hingga dirubah oleh Woodrow Wilson.

Jefferson menjadi sasaran kampanye paling kotor selama dia mencalonkan diri sebagai presiden.

Lawan oposisi yang Federalist dari Thomas Jefferson menyebarkan isu bahwa dia adalah orang “kafir” selama pencalonan pertamanya sebagai presiden. Anggapan mengenai Jefferson yang seorang yang non-relijius memanas sehingga membuat gelombang luar biasa di Amerika pada waktu itu. Tuduhan ini secara luas dipercayai dengan keluarga di New England yang menyembunyikan alkitab mereka di dasar sumur, karena mereka percaya bahwa dia(Jefferson) akan menyitanya nanti.

Bahkan Timothy Dwight, presiden dari Universitas Yale, menyatakan jika Jefferson terpilih, ini akan berdampak pada, “Istri-Istri dan anak-anak perempuan kita akan menjadi korban dari prostitusi yang dilegalkan; tidak dihormati sewajarnya; secara munafik dinodai.” Surat kabar Connecticut Courant menuliskan jika dia terpilih, “Hampir tidak ada kemungkinan kita akan terlepas dari perang saudara, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, perzinahan dan pernikahan sedarah akan dibudayakan secara terbuka.”

Presiden AS Terkaya Sepanjang Zaman

Presiden AS Terkaya Sepanjang Zaman

Daftarpresidendunia.web.id – Sosok Presiden pertama Amerika Serikat (AS) George Washington adalah salah satu orang terkaya di masanya. Ia tak sendiri, banyak presiden AS setelahnya yang memiliki kekayaan signifikan.

Kekayaan Presiden Washington berasal dari warisan bapaknya yang memiliki lahan yang luas. Kekayaan para presiden terkaya AS rata-rata juga berasal dari warisan.

Ada juga presiden AS yang kaya raya berkat usaha sendiri, seperti Presiden Hobert Hoover yang memiliki beberapa tambang perak di Burma. Presiden Bill Clinton juga mendapat kekayaan signifikan lewat penjualan buku Agen Sbobet Terpercaya dan biaya pidato. Tetapi, mayoritas presiden terkaya AS memang berkat uang warisan keluarga. Berikut 5 presiden terkaya AS sepanjang masa

5. Theodore Roosevelt

Puncak kekayaan: USD 139,7 juta

Masa jabatan: 1901-1909 (Partai Republik)

Theodore ‘Teddy’ Roosevelt mewariskan harta cukup besar dari orang tuanya. Ia pun tak repot-repot untuk menambah kekayaan lagi.

Ia terjun politik sejak usia 23 tahun di negara bagian New York. Sepanjang hidupnya, ia fokus mengabdi di pelayanan publik.

Roosevelt yang pada masa kecilnya sakit-sakitan juga hobi berpetualang. Gayanya yang maskulin pun memberikannya citra bagai seorang koboi.

4. Thomas Jefferson

Puncak kekayaan: USD 236,6 juta

Masa jabatan: 1801-1809 (Partai Demokrat-Republikan)

Sebagai salah satu Founding Fathers AS, Jefferson juga berasal dari keluarga kaya raya. Ia mewarisi tanah seluas 1.200 hektar di Charlottesville, Virginia, dari abapknya.

Ia kemudian menambah 809 hektar tanahnya untuk membangun rumahnya yang fenomenal, yaitu Monticello yang kini terbuka untuk turis.

Walau kehidupannya bergelimang harta, Jefferson diketahui sebagai sosk yang boros. Ia pun penuh utang ketika wafat.

3. George Washington

Puncak kekayaan: USD 587 juta

Masa jabatan: 1789-1797 (Presiden Pertama)

George Washington mewariskan bisnis perkebunan dari saudara tirinya. Perkebunan itu berlokasi di Mount Vernon, Virginia. Sejarah mencatat hubungan keduanya amat erat.

Gaji Presiden Washington juga amat besar, yakni setara 2 persen total anggaran AS pada saat itu. Selain dikenal sebagai tentara dan politisi, Presiden Washington pun dikenal sebagai pebisnis yang andal.

2. John F. Kennedy

Puncak kekayaan: USD 1,1 miliar

Masa jabatan: 1961-1963 (Partai Demokrat).

Presiden muda yang juga sahabat Presiden Soekarno ini ternyata berasal dari keluarga yang kaya raya. Bapak dari Presiden John F. Kennedy adalah salah satu orang terkaya di AS.

Asal kekayaan keluarga Kennedy adalah dari perbankan dan investasi. Istri Presiden Kennedy, Jaqcueline (Jacky), juga berasal dari keluarga kaya raya yang berbisnis minyak.

Kennedy aktif di politik bersama tiga adiknya: Bobby dan Ted Kennedy. Hingga kini, keluarga Kennedy masih aktif di kancah politik AS.

Baca Juga : Kisah Presiden AS James Buchanan

1. Donald Trump

Kekayaan saat ini: USD 3,1 miliar

Masa jabatan: petahana (Partai Republik)

Donald Trump adalah konglomerat pemimpin Trump Organization. Ia juga presiden miliarder pertama dalam sejarah AS.

Fokus bisnis Trump pada real estate seperti perhotelan, lapangan golf, dan gedung pencakar langit. Kekayaan sang presiden merupakan warisan dari bapaknya, kemudian Presiden Trump mengembangkan bisnisnya menjadi sebesar sekarang.

Sebagai presiden, Donald Trump menyerahkan operasional bisnis perusahaannya ke dua putranya: Donald Jr. dan Erick. Presiden Trump juga siap maju untuk menjadi presiden di periode kedua.

Kisah Presiden AS James Buchanan

Kisah Presiden AS James Buchanan

Daftarpresidendunia.web.id – Tampak Menjulang, tampak megah, dengan baju formal kaku berkerah tinggi — itu merupakan ciri khas penampilan Presiden ke 15 Amerika Serikat James Buchanan. Sejumlah orang menyebut, ia adalah salah satu presiden terburuk dalam sejarah Amerika Serikat, yang memimpin Negeri Paman Sam jelang Perang Saudara. Namun, Buchanan lebih diingat karena kehidupan pribadinya.

pria yang menjabat sebagai Presiden AS pada periode 1857 hingga 1861 itu adalah satu-satunya pemimpin yang tak pernah menikah. James Buchanan lahir pada 23 April 1791, di Cove Gap, Pennsylvania. Ia menempuh pendidikan di Dickinson College, Carlisle, dan melanjutkan studinya dalam bidang hukum di Lancaster.

Ia memulai karir politiknya sebagai legislatif negara bagian asalnya, Pennsylvania. Pada 1820 Buchanan terpilih ke US House of Representatives dan di Kongres ia bergabung dengan Partai Demokrat. Pada 1819, sebenarnya ia telah bertunangan dengan Ann Coleman, seorang anak pengusaha sukses asal Pennsylvania. Namun di tahun yang sama, pernikahan itu dibatalkan.

Ketika Coleman meninggal secara tiba-tiba, beredar rumor bahwa kematiannya disebabkan karena bunuh diri. Selama Buchanan di Gedung Putih, keponakannya, Harriet Lane, diasumsikan menjadi ibu negara dan menjadi populer.

Menjadi Presiden

Pada masa itu, perbudakan menjadi isu penting yang ramai dibicarakan di Amerika Serikat. Ketika pemilihan presiden, Buchanan yang berangkat sebagai calon dari Partai Demokrat mengatakan, perbudakan adalah sebuah masalah yang harus diputuskan oleh negara bagian dan wilayah masing-masing.

Sementara penantangnya dari partai Republik, John Fremont, menegaskan bahwa pemerintah harus melarang perbudakan di seluruh wilayah AS. Dalam pemilihan umum presiden pada tahun 1857 tersebut, Buchanan memperoleh 174 suara. Sementara itu John Breckinridge yang saat itu berusia 35 tahun, menjadi wakil presiden termuda sepanjang sejarah.

Isu Perbudakan Meruncing

Setelah menjabat sebagai presiden, James Buchanan menunjuk kabinet yang terdiri dari orang-orang yang berasal dari bagian Utara — yang antiperbudakan, dan Selatan — properbudakan. Dilansir dari situs White House, ia beranggapan bahwa hal itu demi menjaga perdamaian antara faksi pro perbudakan dan anti perbudakan.

Namun, cara Buchanan tak memadamkan perdebatan tentang perbudakan. Banyak orang beranggapan sang presiden terlihat lebih bersimpati kepada kaum dari Selatan yang pro-perbudakan. Dua hari setelah ia dilantik menjadi Presiden AS, Mahkamah Agung AS mengatakan bahwa pemerintah negara tak memiliki kekuatan untuk mengatur perbudakan di wilayah dan menolak hak-hak warga negara yang merupakan keturunan Afrika. Hal tersebut tentu saja menimbulkan kehebohan di utara.

Baca Juga : Fakta Menarik Mengenai Presiden AS Martin Van Buren

Pada Oktober 1859, seseorang yang mencoba menghapuskan perbudakan, John Brown, gagal melakukan pemberontakan budak besar-besaran untuk merampok gudang senjata negara di Virignia. Brown didakwa melakukan pengkhianatan dan dihukum gantung. Peristiwa itu makin meningkatkan permusuhan antara Utara dengan Selatan.

Akhir Kepemerintahan Buchanan

Pada 1860 – setelah Abraham Lincoln terpilih untuk menggantikan Buchanan – South Carolina memisahkan diri dan Konfederasi segera didirikan. Pada April 1861, sebulan setelah Buchanan tak menjabat seperti presiden, Perang Saudara Amerika (1861-1865) dimulai.

Ia pun meninggalkan krisis perbudakan di AS dan menyerahkannya kepada pemerintahan yang dipimpin oleh Lincoln. “Jika Anda bahagia ketika memasuki Gedung Putih karena saya akan kembali ke Wheatland (perkebunan dekat Lancester, Penssylvania), Anda adalah pria bahagia,” ujar Buchanan kepada Lincoln.

Fakta Menarik Mengenai Presiden AS Martin Van Buren

Fakta Menarik Mengenai Presiden AS Martin Van Buren

Daftarpresidendunia.web.id – Perlu kita ketahui bahwa Dalam daftar presiden Amerika Serikat (AS), nama Martin Van Buren mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun sejarah mencatat sejumlah fakta menarik Presiden AS ke-8 Martin Van Buren itu. Tak seperti tujuh pendahulunya, Van Buren adalah presiden AS pertama yang terlahir sebagai warga negara AS, bukan Inggris. Menjabat sebagai presiden pada era 1837-1841, sejarah mencatat ia adalah satu-satunya Presiden AS yang memiliki Bahasa Belanda sebagai bahasa ibu.

Hal itu disebabkan karena kedua orangtuanya adalah keturunan Belanda dan semasa kecilnya ia tumbuh di kawasan komunitas Belanda, Kinderhook, New York — di mana sang ayah menjadi petani sekaligus pemilik kedai.

Van Buren mulai belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa keduanya ketika ia menempuh pendidikan di sekolah lokal. Van Buren, lahir pada 5 Desember 1782 — enam tahun pasca deklarasi kemerdekaan AS dari Inggris. Ia pernah magang di sebuah kantor pengacara lokal pada tahun 1796 sebelum akhirnya membuka firma hukum sendiri pada tahun 1803.

Empat tahun setelah itu, Van Buren menikahi kekasihnya di masa remaja yang juga merupakan sepupunya, Hannah Hoes. Pasangan ini dikaruniai empat orang anak. Hannah meninggal dunia pada 1819 karena TBC dan Van Buren diketahui tidak pernah menikah lagi.

Terjun ke Dunia Politik

Karier Van Buren di politik tergolong menanjak dengan cepat. Pada tahun 1812-1820, ia meraih dua kali masa jabatan di Senat Negara Bagian New York dan juga sempat menjadi jaksa agung negara bagian.

Pada tahun 1821, sosoknya terpilih menduduki kursi Senat AS di mana pada saat itu juga membentuk sebuah organisasi politik yang diberi nama ‘Albany Regency’.

Setelah John Quincy Adams memenangkan pemilu pada tahun 1824, Van Buren memimpin oposisi di Senat. Ia juga membantu koalisi Jeffersonian Republicans yang mendukung Andrew Jackson dalam pemilu 1828. Kelak, koalisi itu lahir sebagai entitas politik baru, Partai Demokrat.

Martin Van Buren meninggalkan Senat pada 1828 menyusul terpilihnya ia sebagai Gubernur New York. Namun jabatan itu terpaksa ditinggalkannya, karena Jackson yang berhasil mengalahkan Adams menunjuknya menjadi Menteri Luar Negeri.

Pada tahun 1832, Van Buren meraih nominasi pertama sebagai calon wakil presiden dari Partai Demokrat. Bersama dengan Andrew Jackson ia maju dalam pemilu presiden dan keduanya berhasil menang. Beberapa tahun kemudian, ia menggantikan Jackson sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam.

Baca Juga : Sejarah Hidup Presiden Amerika George Washington

Sosok Van Buren disebut-sebut adalah tokoh kunci dalam pembangunan struktur organisasi demokrasi Jacksonian, khususnya di New York. Ketika menjabat sebagai presiden ia menolak aneksasi AS atas Texas — sebuah tindakan yang 8 tahun berikutnya dilakukan John Tyler.

Ketika resmi menjadi penghuni Gedung Putih pada 4 Maret 1837, Van Buren bermaksud melanjutkan kebijakan Andrew Jackson — dimana Jackson menutup Second Bank of United States dan menempatkan dana federal di bank lokal. Kebijakannya ini memunculkan kondisi The Panic, dimana tingkat pengangguran meningkat, terpuruknya dunia perbankan, depresi selama lima tahun sehingga era itu dikenang sebagai salah satu krisis ekonomi terburuk sepanjang sejarah AS.

Kekacauan yang melanda AS pada saat itu, membuat Van Buren menjadi sasaran empuk musuh politiknya yang berasal dari Partai Whig. Oleh lawan politiknya, ia bahkan dijuluki ‘Martin Van Ruin’.

Meninggalkan Gedung Putih

Peristiwa ‘The Panic’ dan sedikitnya capaian dalam empat tahun masa pemerintahannya membuat Van Buren, dijuluki sebagai salah satu presiden terburuk dalam sejarah AS. Perang Seminole atau Perang Florida juga ikut memperparah kondisi pemerintahannya.

Seorang politisi menyebutkan, Van Buren menentang isu perbudakan, namun ia tidak melakukan apapun atas hal itu. Sosoknya disebut tidak memiliki keberanian seperti pendahulunya, Andrew Jackson.

Pada 1840, dalam sebuah pemilu Van Buren dengan mudah dapat dikalahkan oleh William Henry Harrison. Ia pun meninggalkan Gedung Putih setelah memerintah AS untuk satu periode.

Seolah belum menyerah, Van Buren mencoba kembali maju dalam pemilu presiden pada tahun 1844, namun ia gagal dalam nominasi dari Partai Demokrat. Kegagalan saat itu tidak membuatnya kapok, ia kembali maju sebagai calon presiden pada tahun 1848 dari Partai Free Soil. Lagi-lagi, ia gagal.

Setelah tahun 1848, Van Buren memasuki masa pensiun panjangnya dengan menghabiskan waktu di Kinderhook — menyimak isu perbudakan yang tengah memanas pada era 1850-an. Pada 1852 ia kembali ke Partai Demokrat, berlawanan dengan faksi pro-selatan, ia mendukung kaum Demokrat moderat.

Sebelum meninggal dunia pada Juli 1862, Van Buren menulis sebuah otobiografi. Dan ketika meninggalkan Gedung Putih, Van Buren sempat menyampaikan ungkapan klasik yang juga pernah disampaikan pendahulunya John Adams dan John Quincy Adams.

“As to the presidency, the two happiest days of my life were those of my entrance upon the office and my surrender of it.”

Sejarah Hidup Presiden Amerika George Washington

Sejarah Hidup Presiden Amerika George Washington

Daftarpresidendunia.web.id – Presiden Amerika George Washington merasa tidak enak badan sejak 13 Desember 1799. Ia mengeluhkan tenggorokannya yang sakit. Lambat laun, suaranya makin parau. Padahal sehari sebelumnya, Washington masih sehat bugar, berkuda mengelilingi perkebunan Mount Vernon miliknya.

Dokter kepercayaan keluarga Washington dihubungi untuk segera memeriksa keadaannya. Ia mulai kesulitan bernapas dan sulit menelan makanan yang disarankan dokter. Ada lepuhan di tenggorokannya.

Puncaknya terjadi ketika Washington berkali-kali bilang kepada orang di sekelilingnya bahwa ia akan tutup usia. Tubuhnya sempat ditempeli cataplasma untuk meredakan sakit. Namun nyawanya tetap tidak tertolong di tangan tiga dokter. Antara pukul sepuluh sampai sebelas malam pada 14 Desember 1799, tepat hari ini 220 tahun lalu, Washington mengembuskan napas terakhirnya.

Di detik-detik ajal menjemput, Washington dikelilingi orang-orang terdekatnya: Martha, istrinya; para dokter; sekretaris pribadi; dan beberapa pembantu. Upacara pemakaman digelar pada 18 Desember 1799.

Hari-hari menjelang kematian George Washington ini dinukil dari publikasi National Library for The Study of George Washington at Mount Vernon berjudul “The Death of George Washington”.

Bapak Bangsa Amerika

Dalam sejarah Amerika Serikat, George Washington tercatat sebagai salah satu tokoh penting di awal berdirinya negara itu. Namanya disebut dalam jajaran bapak bangsa Amerika Serikat sekaligus presiden pertama.

Sejarawan Richard Brandon Morris dalam Seven Who Shaped Our Destiny: The Founding Fathers As Revolutionaries (1973) menyebut George Washington sebagai salah satu dari tujuh tokoh pendiri Amerika Serikat bersama Alexander Hamilton, John Adams, Benjamin Franklin, John Jay, Thomas Jefferson, dan James Madison.

Saat 13 daerah di Amerika masih berstatus koloni Britania Raya, Washington pernah ditugaskan oleh Gubernur Virginia Robert Dinwiddie ke Lembah Ohio. Ia pergi ke sana untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang Perancis yang menduduki daerah tersebut agar segera angkat kaki.

Beberapa bulan kemudian, Washington yang ketika itu sudah berpangkat mayor datang dengan 150 tentara ke Lembah Ohio. Mereka berusaha merebut Ohio dari pasukan Perancis. Namun pasukan Washington kalah.

Peristiwa itu memicu Perang Perancis dan Indian (1754 – 1763). Di tahun-tahun berikutnya, Washington menjadi sukarelawan perang di pihak Inggris yang bertempur melawan Perancis. Selama pertempuran di dekat Sungai Monongahela, Washington mulai mendapatkan kembali reputasinya di dunia militer karena keberanian dan kepemimpinannya yang dianggap luar biasa. Ia pun diberi mandat mengepalai seluruh kekuatan militer di Virginia.

Puncak karier kemiliteran Washington terjadi saat ia didapuk menjadi panglima tertinggi Tentara Kontinental (1775-1783). Satuan cikal bakal militer AS modern itu bertempur dalam perang Revolusi Amerika melawan Britania Raya untuk memperjuangkan kemerdekaan AS.

Setelah Revolusi Amerika berakhir dengan pengakuan kemerdekaan AS oleh Britania Raya, Washington terpilih sebagai Presiden AS pertama dengan suara bulat pada 1789. Ia terpilih kembali sebagai presiden kedua pada 1792.

Dalam pidato penutup masa baktinya sebagai presiden, Washington menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak perlu membentuk partai politik. Ia khawatir perselisihan antarpartai akan melemahkan persatuan sebagai bangsa yang baru merdeka. Tapi toh mustahil, partai politik tetap berdiri dan saling mengusung agendanya masing-masing.

Saat pilpres 1796, para bapak bangsa AS lainnya bertarung. John Adams dari Partai Federalis mengalahkan Thomas Jefferson dari Partai Demokrat-Republikan. Jefferson baru menang di edisi Pilpres 1800 diikuti kemenangan Partai Demokrat-Republikan berturut-turut sampai presiden ke delapan.

Keluarga Tuan Tanah

George Washington (selanjutnya dipanggil George untuk membedakan dengan anggota keluarga Washington lainnya) tumbuh besar dalam lingkungan pertanian. Ayahnya, Augustine Washington, adalah seorang pelaut sebelum akhirnya menjadi petani tembakau sukses di Virginia.

Ron Chernow dalam bukunya yang memenangkan Hadiah Pulitzer, Washington: A Life (2010), mencatat, George lahir pada 22 Februari 1732 di Popes Creek, wilayah Westmoreland, Virginia. Tempat tersebut digambarkan sebagai daerah subur nan indah khas pedesaan, satu mil dari Sungai Potomac.

George adalah anak pertama dari hasil perkawinan Augustine Washington dengan istri keduanya, Mary Ball Washington. Selain punya kakak tiri, adik kandung George berjumlah empat.

Garis keturunan George tidak asing dengan kepemimpinan dan kepemilikan lahan perkebunan.

Leluhur George berasal dari desa Sulgrave, Northamptonshire, Inggris. Di desa itu, buyutnya yang bernama Lawrence Washington pernah menjabat sebagai Walikota Northampton. Ia sempat membeli tanah seluas 100 hektar dari Raja Henry VIII. Sebelumnya, Lawrence dikenal sebagai pedagang wol. Baru pada 1659, kakek George, John Washington, bermigrasi ke koloni Amerika tepatnya di Virginia.

Baca Juga : Kehebatan Abraham Lincoln yang Berhasil Membuat Amerika Menjadi Negara Adidaya

Ketika George berumur 11, ayahnya meninggal. George diasuh kakak tirinya, Lawrence Washington (nama yang sama dengan buyut George di Inggris). Lawrence juga diwarisi perkebunan nan indah di daerah Little Hunting Creek, Virginia.

Meski menduduki jabatan strategis di kemiliteran sampai terpilih menjadi presiden, George hampir tidak mengenyam pendidikan secara formal. Enyclopaedia Britanica mencatat, dari umur 7 sampai 15 George memang pernah mengenyam pendidikan sekolah, namun tidak dijalani secara teratur. Dari ayahnya yang bersekolah di Inggris serta dari kakak tirinyalah George mendapat pendidikan informal.

Beberapa pelajaran seperti matematika, geografi, dan bahasa Latin dikuasainya. Di usia remaja, ia lebih sering menekuni dunia perkebunan, seperti mengukur tanah untuk mempersiapkan ladang bercocok tanam.

Pada 1749, dibantu oleh keluarga istri Lawrence, George mendapat pekerjaan sebagai pengukur tanah untuk kota Culpeper, Frederick, dan Augusta di Virginia.

Kematian Lawrence pada 1752 karena penyakit tuberkulosis membuat George kelimpahan tanah seluas 1.000 hektare yang dinamai Mount Vernon oleh kakak tirinya. George mengelola tanah tersebut sebagai basis perkebunan, sesuai dengan minat dan tradisi keluarganya. Secara bertahap, George memperluas wilayah perkebunan Mount Vernon hingga lebih dari 3.000 hektare.

Pada 1759, George menikahi janda kaya raya dari Tidewater bernama Martha Dandridge Custis yang memiliki 6.000 hektare tanah. Istri beserta anak-anaknya lalu diboyong ke Mount Vernon.

Gandum dan tembakau menjadi tanaman pokok di perkebunan George. Selain itu, ia juga punya pabrik penggilingan bertenaga air, pandai besi, batu bata dan lainnya. Tak heran bila ia dikenal sebagai pekebun terkaya sekaligus terluas di Virginia.

George mencintai perkebunannya di Mount Vernon. Sepanjang kariernya, George tercatat pernah pensiun sebanyak tiga kali. Menurut William Wright Abbot, sejarawan yang menulis masa pensiun George Washington untuk The Museum of Our National Heritage di Lexington, Massachusetts, ketiga masa pensiunnya itu dihabiskan dengan berkebun di Mount Vernon.

Pensiun pertamanya diambil pada 1759. Ia memutuskan meninggalkan karier militer setelah bertempur di Ohio dan pulang ke Mount Vernon untuk berkebun selama enam belas tahun. Pensiun kedua pada 1783 setelah George menjabat sebagai panglima tertinggi Tentara Kontinental.

Lima tahun berselang, George terpilih sebagai presiden AS. Jika ia mau, George bisa menjabat presiden AS untuk ketiga kalinya berturut-turut. Tapi ia tidak berminat dan lebih tertarik pulang ke Mount Vernon. George sebelumnya juga sempat berjanji bahwa ia tidak akan menjadi orang kuat di pemerintahan terus menerus. Bahkan ia sudah berencana pensiun sejak selesai periode pertamanya.

Tantangan terbesar di era kepemimpinan George sebagai presiden perdana adalah mempertahankan kesatuan 13 wilayah yang merdeka dari Britania Raya di bawah negara Amerika Serikat. Ia dianggap sukses mempertahankan kenetralan negaranya saat Inggris bertikai dengan Perancis pada 1793.

Masa pensiun George setelah menjadi presiden tergolong singkat. Pensiun ketiga ini hanya bertahan dua tahun sembilan bulan sampai akhirnya ia sakit keras dan tutup usia.