Putin Siap Bantu China Kalahkan Corona

Putin Siap Bantu China Kalahkan Corona

daftarpresidendunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Putin Siap Bantu China Kalahkan Corona. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Putin Siap Bantu China Kalahkan Corona

Pada 5 Febuari 2020, di Kremlin, Moskow, Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia siap memberikan bantuan kepada China dalam memerangi wabah Virus Corona.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “China dan kita semua dihadapkan pada bahaya penyebaran infeksi Virus Corona”, seperti dikutip dari CGTN, Kamis, (6/2/2020).

Angka kematian pasien Virus Corona di China Daratan telah naik menjadi 563 orang. Sebanyak 73 orang meninggal karena Virus Corona selama 24 jam hingga tengah malam, kata Komisi Kesehatan Nasional China, seperti dikutip dari Aljazeera.

Presiden Vladimir Putin juga mengatakan bahwa semua jenis bantuan untuk orang – orang di China akan siap diberikan oleh Rusia, yang juga menambahkan bahwa hubungan bilateral berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti dikutip dari Xinhua.

Dalam pidatonya di Kremlin, Moskow, Presiden Vladimir Putin juga membagikan apresiasinya terhadap upaya China dalam menangani Virus Corona.

Baca Juga : Presiden Donald Trump Selamat Dari Pemakzulan

“China telah mengambil langkah-langkah yang “tegas dan kuat” untuk memerangi Virus Corona baru”, kata Presiden Vladimir Putin, pada upacara penyerahan kredensial, yang dihadiri oleh duta besar dari 23 negara, termasuk China.

Dengan banyaknya pasien Virus Corona, China telah berupaya menangani hal tersebut dengan membangun 2 rumah sakit yang dibuat khusus untuk menangani virus.

Pembangunan Rumah Sakit Leishenshan di Wuhan, dikabarkan akan selesai dan akan segera menerima pasien. Rumah sakit ini dikatakan dapat menampung hingga 1.600 pasien.

Dibangun dengan kurun waktu 9 hari, unit penanganan lainnya adalah Rumah Sakit Huoshenshan, yang selesai pada 2 Februari lalu dan mulai beroperasi sehari setelahnya, seperti dilansir dari CGTN.

Presiden Donald Trump Selamat Dari Pemakzulan

Presiden Donald Trump Selamat Dari Pemakzulan

daftarpresidendunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Presiden Donald Trump Selamat Dari Pemakzulan. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Presiden Donald Trump Selamat Dari Pemakzulan

Para senator Amerika Serikat (AS) memutuskan bahwa Presiden Donald Trump tidak bersalah dalam sidang pemakzulan. Trump tak terbukti melanggar pasal penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dan obstruksi keadilan (obstruction of justice).

Dilaporkan NBC News, Kamis (6/2/2020), anggota Senat pro-Trump menang dengan perolehan suara 52-48 terkait tuduhan abuse of power. Hampir seluruh Partai Republik mendukung Trump, kecuali Senator Mitt Romney dari negara bagian Utah. Pada tuduhan kedua, para senator pro-Trump juga menang dengan perolehan 53-47. Hakim Ketua John Roberts pun mengumumkan hasilnya.

“Maka diperintahkan dan diputuskan bahwa Donald John Trump dengan ini dibebaskan dari tuduhan-tuduhan di pasal-pasal tersebut,” ujar Roberts.

Sedari awal, proses pemakzulan Presiden Donald Trump sudah tampak sia-sia, sebab senat dikuasai Partai Republik yang pro-Trump.Inisiatif pemakzulan ini pun berasal dari DPR yang dikuasai Partai Demokrat

Anggota kuasa hukum Donald Trump, yakni Alan Dershowitz menegaskan tuduhan seperti abuse of power bersifat politik. “Abuse of power adalah tuduhan yang dengan mudah bisa digunakan oleh musuh politik terhadap presiden yang kontroversial. Dalam sejarah panjang kita banyak presiden yang telah dituduh melakukan abuse of power,” ujar Dershowitz yang merupakan pakar hukum konstitusi dan profesor emeritus Universitas Harvard.

Sebelum Donald Trump, beberapa presiden fenomenal yang pernah dituding melakukan abuse of power adalah Presiden Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Woodrow Wilson, Theodore dan Franklin Roosevelt, Ronald Reagan, presiden pertama AS George Washington, dan banyak presiden lainnya.

Baca Juga : Staff Khusus Presiden Apresiasi Kebijakan Kapolri

Presiden Donald Trump pun menyambut positif keputusan ini dan memposting sebuah twit candaan bahwa ia siap menjadi presiden selamanya.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi,menolak mengakui keputusan para senator.Ia bersikeras keputusan itu tidak sesuai hukum.

“Presiden akan sesumbar ia telah dibebaskan. Tidak ada pembebasan tanpa pengadilan, dan tidak ada penagdilan tanpa saksi-saksi, dokumen dan bukti,” ujar Pelosi via Twitter.

Nancy Pelosi adalah yang mengetuk palu pemakzulan Donald Trump. Ia juga berkata anggota Partai Republik mengkhianati konstitusi dan Donald Trump mengancam demokrasi Amerika Serikat.

Di lain pihak, Senator Rand Paul dari Partai Republik mengkritik langkah Partai Demokrat yang menggunakan pemakzulan untuk melengserkan presiden. Ia menilai Demokrat memakai isu abuse of power yang terkait Ukraina karena isu Rusia sudah gagal.

“Sejak Trump terpilih, beberapa anggota Demokrat sudah bertekad memakzulkannya,” ujar Senator Paul yang berharap kejadian seperti ini tak terulang.

Staff Khusus Presiden Apresiasi Kebijakan Kapolri

Staff Khusus Presiden Apresiasi Kebijakan Kapolri

daftarpresidendunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Staff Khusus Presiden Apresiasi Kebijakan Kapolri. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Staff Khusus Presiden Apresiasi Kebijakan Kapolri

Staf Khusus Presiden Angkie Yustia mengapresiasi Kapolri Jenderal Idham Azis yang memberikan kesempatan kepada 11 anggota Polri yang difabel untuk melanjutkan pendidikan mereka. Dia berharap apa yang dilakukan oleh Polri ini dapat diikuti oleh lembaga-lembaga permerintahan lain.

“Tentu ini sangat bagus, kami mengapresiasi inisiatif kepolisian, dalam hal ini Kapolri Jenderal Idham Azis dalam memberi kesempatan kepada 11 anggota Polri yang difabel akibat menjalankan tugasnya untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini merupakan wujud penghargaan kepolisian kepada setiap anggotanya yang mengalami musibah saat dalam operasi penugasan,” kata Angkie, Kamis (6/2/2020).

Pendiri Thisable Enterprise ini berharap apa yang telah dilakukan Polri dapat menjadi teladan yang baik bagi lembaga lain untuk melakukan hal serupa.

“Harus jadi teladan bagi kelembagaan lain. Kepedulian negara terhadap warganya harus terus dilakukan dengan tidak membedakan kondisi fisik dalam mendapatkan kesempatan bekerja dan berkarya,” ujar Angkie.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril menyatakan, pemberian kesempatan kepada 11 anggota Polri yang difabel akibat menjalankan tugas merupakan komitmen dalam mewujudkan hak penyandang disabilitas dalam mendapatkan kesempatan yang sama memperoleh pendidikan dan karier di institusi Polri.

Gufroni juga berharap, apa yang dilakukan Kapolri menjadi contoh bagi Kementerian dan Lembaga lainnya untuk melakukan hal yang sama, agar penyandang disabilitas punya kesempatan yang sama dalam mengembangkan diri maupun karier.

Baca Juga : Presiden China Kerja Sama Dengan Raja Salman Perihal Corona

Seperti diberitakan sebelumnya, Mabes Polri memberikan kesempatan kepada 11 anggota Polri penyandang disabilitas mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP). Sebanyak 11 anggota Polri tersebut melakukan tes kesempatan jasmani di lapangan Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (5/2/2020).

“Ini adalah wujud penghargaan Kapolri Jenderal Idham Azis selaku pimpinan Polri dalam memberikan reward kepada anggota yang telah berjasa melaksanakan tugas Kepolisian dengan mengorbankan jiwa raganya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono.

Penghargaan ini merupakan kali pertama diberikan kepada anggota Polri yang mengalami disabilitas karena menjalankan tugas negara

Presiden China Kerja Sama Dengan Raja Salman Perihal Corona

Presiden China Kerja Sama Dengan Raja Salman Perihal Corona

daftarpresidendunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Presiden China Kerja Sama Dengan Raja Salman Perihal Corona. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Presiden China Kerja Sama Dengan Raja Salman Perihal Corona

Melalui sambungan telepon pada 6 Februari 2020, Presiden China, Xi Jinping, dikabarkan telah berbicara dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Dalam pembicaraan itu, mereka membahas upaya untuk menangani wabah Virus Corona yang tengah melanda China dan beberapa negara di dunia, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat, (7/2/2020).

Dalam perbincangan itu Presiden Xi Jinping mengatakan kepada Raja Salman bahwa China akan terus memberi perhatian besar pada kesehatan dan keselamatan semua warga negara Arab Saudi dan warga asing lainnya disana, seperti dikutip dari CGTN.

Tidak hanya bertanggung jawab atas kesehatan rakyat China, Presiden Xi Jinping juga menekankan bahwa tindakan tegas China juga termasuk kontribusi besar untuk keselamatan publik dunia.

Raja Salman menyampaikan apreasinya terhadap China dengan upaya yang telah mereka lakukan dalam mengatasi Virus Corona, ia juga menekankan bahwa Arab Saudi akan selalu mendukung China dalam kondisi apa pun.

Raja Salman memberikan pendekatan akan pentingnya kemitraan strategis yang komprehensif antara Arab Saudi dengan China dan akan terus adanya kerja sama yang bersahabat.

Pihak China juga siap untuk bekerja sama dan saling mendukung dengan Arab Saudi dalam mengatur kepentingan dan perhatian utama masing-masing, juga mendorong pengembangan hubungan bilateral yang lebih besar, tambah Presiden Xi Jinping, seperti dikutip dari Xinhua.

Baca Juga : Jokowi Dan Pemulangan WNI Atas Dasar ISIS

Seluruh negara (China) dikatakan telah mengambil tindakan, mereka juga telah membagi pertimbangan yang sama dalam menangani wabah.

Langkah –langkah yang teliti dan ketat juga telah diadopsi oleh China dalam pencegahan dan pengendalian, serta menyemangati rakyat, kata Presiden Xi Jinping.

Saat ini, upaya ini menghasilkan hasil positif, ungkap Presiden Xi Jinping.

Presiden Xi Jinping pun mengatakan bahwa China sepenuhnya yakin dan percaya bahwa mereka mampu menangani wabah Virus Corona.

Presiden Xi Jinping juga menyampaikan harapannya agar negara-negara lain dapat mempelajari dan mengaplikasikan panduan perjalanan dan kesehatan yang diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ia menambahkan, bahwa Pihak China akan terus bekerja dengan semua negara, termasuk Arab Saudi, untuk bersama – sama menangani Virus Corona. Serta menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat di wilayah mereka juga seluruh dunia dalam semangat keterbukaan dan transparansi.

Jokowi Dan Pemulangan WNI Atas Dasar ISIS

Jokowi Dan Pemulangan WNI Atas Dasar ISIS

daftarpresidendunia.web.idPada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Jokowi Dan Pemulangan WNI Atas Dasar ISIS. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Jokowi Dan Pemulangan WNI Atas Dasar ISIS

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rahman menyebut 660 WNI yang yang bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) belum dipastikan diterima lagi di Indonesia. Pemerintah akan melakukan rapat terbatas bersama sejumlah kementerian sebelum mengambil keputusan.”Presiden Jokowi akan mendengarkan pendepat sejumlah kementerian terkait sebelum mengambil sikap,” katanya di Padang, Jumat (7/2/2020).

Fadjroel mengatakan hal itu saat menghadiri salah satu rangkaian kegiatan Festival Cap Go Meh 2020 di Kota Padang, Sumatera Barat.Menurut juru bicara presiden, 660 orang tersebut saat ini berada di sejumlah wilayah di Timur Tengah. Apapun keputusan nantinya kepentingan nasional merupakan prioritas Jokowi.

Secara pribadi, lanjutnya, presiden tidak setuju mereka diterima kembali di Indonesia karena secara hukum ada Undang-undang yang mengatur yakni Nomor 12 Tahun 2006. Namun keputusan akan diambil setelah rapat terbatas.Diketahui terdapat sejumlah WNI yang melakukan tindakan simbolis dengan membakar paspor saat bergabung dengan ISIS.

Baca Juga : Kim Pecat Menlu

“Kemudian di antara 660 orang itu juga ada yang sudah menjadi tentara di wilayah timur tengah, tentu mereka yang menjadi tentara ini tidak bisa diterima lagi,” jelasnya.Mereka tidak bisa disebut eks-ISIS, kata dia, karena ISIS ini kalah perang. Lalu karena kekalahan tersebut WNI yang bergabung dengan organisasi itu ingin kembali ke Indonesia.

“Bukan eks-ISIS itu, mereka kalah perang dan ingin pulang ke negara ini,” sebutnya.Fadjroel menambahkan presiden perlu mendapat masukan dari berbagai sumber, bukan hanya Kementerian Luar Negeri terkait perlindungan WNI di luar negeri, tapi juga dari BNPT dan BIN supaya dapat keputusan yang tepat.”Iya Pak Jokowi akan mengeluarkan keputusan setelah rapat terbatas dalam waktu dekat,” ucapnya.