Fakta Menarik Mengenai Presiden AS Martin Van Buren

Fakta Menarik Mengenai Presiden AS Martin Van Buren

Daftarpresidendunia.web.id – Perlu kita ketahui bahwa Dalam daftar presiden Amerika Serikat (AS), nama Martin Van Buren mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun sejarah mencatat sejumlah fakta menarik Presiden AS ke-8 Martin Van Buren itu. Tak seperti tujuh pendahulunya, Van Buren adalah presiden AS pertama yang terlahir sebagai warga negara AS, bukan Inggris. Menjabat sebagai presiden pada era 1837-1841, sejarah mencatat ia adalah satu-satunya Presiden AS yang memiliki Bahasa Belanda sebagai bahasa ibu.

Hal itu disebabkan karena kedua orangtuanya adalah keturunan Belanda dan semasa kecilnya ia tumbuh di kawasan komunitas Belanda, Kinderhook, New York — di mana sang ayah menjadi petani sekaligus pemilik kedai.

Van Buren mulai belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa keduanya ketika ia menempuh pendidikan di sekolah lokal. Van Buren, lahir pada 5 Desember 1782 — enam tahun pasca deklarasi kemerdekaan AS dari Inggris. Ia pernah magang di sebuah kantor pengacara lokal pada tahun 1796 sebelum akhirnya membuka firma hukum sendiri pada tahun 1803.

Empat tahun setelah itu, Van Buren menikahi kekasihnya di masa remaja yang juga merupakan sepupunya, Hannah Hoes. Pasangan ini dikaruniai empat orang anak. Hannah meninggal dunia pada 1819 karena TBC dan Van Buren diketahui tidak pernah menikah lagi.

Terjun ke Dunia Politik

Karier Van Buren di politik tergolong menanjak dengan cepat. Pada tahun 1812-1820, ia meraih dua kali masa jabatan di Senat Negara Bagian New York dan juga sempat menjadi jaksa agung negara bagian.

Pada tahun 1821, sosoknya terpilih menduduki kursi Senat AS di mana pada saat itu juga membentuk sebuah organisasi politik yang diberi nama ‘Albany Regency’.

Setelah John Quincy Adams memenangkan pemilu pada tahun 1824, Van Buren memimpin oposisi di Senat. Ia juga membantu koalisi Jeffersonian Republicans yang mendukung Andrew Jackson dalam pemilu 1828. Kelak, koalisi itu lahir sebagai entitas politik baru, Partai Demokrat.

Martin Van Buren meninggalkan Senat pada 1828 menyusul terpilihnya ia sebagai Gubernur New York. Namun jabatan itu terpaksa ditinggalkannya, karena Jackson yang berhasil mengalahkan Adams menunjuknya menjadi Menteri Luar Negeri.

Pada tahun 1832, Van Buren meraih nominasi pertama sebagai calon wakil presiden dari Partai Demokrat. Bersama dengan Andrew Jackson ia maju dalam pemilu presiden dan keduanya berhasil menang. Beberapa tahun kemudian, ia menggantikan Jackson sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam.

Baca Juga : Sejarah Hidup Presiden Amerika George Washington

Sosok Van Buren disebut-sebut adalah tokoh kunci dalam pembangunan struktur organisasi demokrasi Jacksonian, khususnya di New York. Ketika menjabat sebagai presiden ia menolak aneksasi AS atas Texas — sebuah tindakan yang 8 tahun berikutnya dilakukan John Tyler.

Ketika resmi menjadi penghuni Gedung Putih pada 4 Maret 1837, Van Buren bermaksud melanjutkan kebijakan Andrew Jackson — dimana Jackson menutup Second Bank of United States dan menempatkan dana federal di bank lokal. Kebijakannya ini memunculkan kondisi The Panic, dimana tingkat pengangguran meningkat, terpuruknya dunia perbankan, depresi selama lima tahun sehingga era itu dikenang sebagai salah satu krisis ekonomi terburuk sepanjang sejarah AS.

Kekacauan yang melanda AS pada saat itu, membuat Van Buren menjadi sasaran empuk musuh politiknya yang berasal dari Partai Whig. Oleh lawan politiknya, ia bahkan dijuluki ‘Martin Van Ruin’.

Meninggalkan Gedung Putih

Peristiwa ‘The Panic’ dan sedikitnya capaian dalam empat tahun masa pemerintahannya membuat Van Buren, dijuluki sebagai salah satu presiden terburuk dalam sejarah AS. Perang Seminole atau Perang Florida juga ikut memperparah kondisi pemerintahannya.

Seorang politisi menyebutkan, Van Buren menentang isu perbudakan, namun ia tidak melakukan apapun atas hal itu. Sosoknya disebut tidak memiliki keberanian seperti pendahulunya, Andrew Jackson.

Pada 1840, dalam sebuah pemilu Van Buren dengan mudah dapat dikalahkan oleh William Henry Harrison. Ia pun meninggalkan Gedung Putih setelah memerintah AS untuk satu periode.

Seolah belum menyerah, Van Buren mencoba kembali maju dalam pemilu presiden pada tahun 1844, namun ia gagal dalam nominasi dari Partai Demokrat. Kegagalan saat itu tidak membuatnya kapok, ia kembali maju sebagai calon presiden pada tahun 1848 dari Partai Free Soil. Lagi-lagi, ia gagal.

Setelah tahun 1848, Van Buren memasuki masa pensiun panjangnya dengan menghabiskan waktu di Kinderhook — menyimak isu perbudakan yang tengah memanas pada era 1850-an. Pada 1852 ia kembali ke Partai Demokrat, berlawanan dengan faksi pro-selatan, ia mendukung kaum Demokrat moderat.

Sebelum meninggal dunia pada Juli 1862, Van Buren menulis sebuah otobiografi. Dan ketika meninggalkan Gedung Putih, Van Buren sempat menyampaikan ungkapan klasik yang juga pernah disampaikan pendahulunya John Adams dan John Quincy Adams.

“As to the presidency, the two happiest days of my life were those of my entrance upon the office and my surrender of it.”

Sejarah Hidup Presiden Amerika George Washington

Sejarah Hidup Presiden Amerika George Washington

Daftarpresidendunia.web.id – Presiden Amerika George Washington merasa tidak enak badan sejak 13 Desember 1799. Ia mengeluhkan tenggorokannya yang sakit. Lambat laun, suaranya makin parau. Padahal sehari sebelumnya, Washington masih sehat bugar, berkuda mengelilingi perkebunan Mount Vernon miliknya.

Dokter kepercayaan keluarga Washington dihubungi untuk segera memeriksa keadaannya. Ia mulai kesulitan bernapas dan sulit menelan makanan yang disarankan dokter. Ada lepuhan di tenggorokannya.

Puncaknya terjadi ketika Washington berkali-kali bilang kepada orang di sekelilingnya bahwa ia akan tutup usia. Tubuhnya sempat ditempeli cataplasma untuk meredakan sakit. Namun nyawanya tetap tidak tertolong di tangan tiga dokter. Antara pukul sepuluh sampai sebelas malam pada 14 Desember 1799, tepat hari ini 220 tahun lalu, Washington mengembuskan napas terakhirnya.

Di detik-detik ajal menjemput, Washington dikelilingi orang-orang terdekatnya: Martha, istrinya; para dokter; sekretaris pribadi; dan beberapa pembantu. Upacara pemakaman digelar pada 18 Desember 1799.

Hari-hari menjelang kematian George Washington ini dinukil dari publikasi National Library for The Study of George Washington at Mount Vernon berjudul “The Death of George Washington”.

Bapak Bangsa Amerika

Dalam sejarah Amerika Serikat, George Washington tercatat sebagai salah satu tokoh penting di awal berdirinya negara itu. Namanya disebut dalam jajaran bapak bangsa Amerika Serikat sekaligus presiden pertama.

Sejarawan Richard Brandon Morris dalam Seven Who Shaped Our Destiny: The Founding Fathers As Revolutionaries (1973) menyebut George Washington sebagai salah satu dari tujuh tokoh pendiri Amerika Serikat bersama Alexander Hamilton, John Adams, Benjamin Franklin, John Jay, Thomas Jefferson, dan James Madison.

Saat 13 daerah di Amerika masih berstatus koloni Britania Raya, Washington pernah ditugaskan oleh Gubernur Virginia Robert Dinwiddie ke Lembah Ohio. Ia pergi ke sana untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang Perancis yang menduduki daerah tersebut agar segera angkat kaki.

Beberapa bulan kemudian, Washington yang ketika itu sudah berpangkat mayor datang dengan 150 tentara ke Lembah Ohio. Mereka berusaha merebut Ohio dari pasukan Perancis. Namun pasukan Washington kalah.

Peristiwa itu memicu Perang Perancis dan Indian (1754 – 1763). Di tahun-tahun berikutnya, Washington menjadi sukarelawan perang di pihak Inggris yang bertempur melawan Perancis. Selama pertempuran di dekat Sungai Monongahela, Washington mulai mendapatkan kembali reputasinya di dunia militer karena keberanian dan kepemimpinannya yang dianggap luar biasa. Ia pun diberi mandat mengepalai seluruh kekuatan militer di Virginia.

Puncak karier kemiliteran Washington terjadi saat ia didapuk menjadi panglima tertinggi Tentara Kontinental (1775-1783). Satuan cikal bakal militer AS modern itu bertempur dalam perang Revolusi Amerika melawan Britania Raya untuk memperjuangkan kemerdekaan AS.

Setelah Revolusi Amerika berakhir dengan pengakuan kemerdekaan AS oleh Britania Raya, Washington terpilih sebagai Presiden AS pertama dengan suara bulat pada 1789. Ia terpilih kembali sebagai presiden kedua pada 1792.

Dalam pidato penutup masa baktinya sebagai presiden, Washington menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak perlu membentuk partai politik. Ia khawatir perselisihan antarpartai akan melemahkan persatuan sebagai bangsa yang baru merdeka. Tapi toh mustahil, partai politik tetap berdiri dan saling mengusung agendanya masing-masing.

Saat pilpres 1796, para bapak bangsa AS lainnya bertarung. John Adams dari Partai Federalis mengalahkan Thomas Jefferson dari Partai Demokrat-Republikan. Jefferson baru menang di edisi Pilpres 1800 diikuti kemenangan Partai Demokrat-Republikan berturut-turut sampai presiden ke delapan.

Keluarga Tuan Tanah

George Washington (selanjutnya dipanggil George untuk membedakan dengan anggota keluarga Washington lainnya) tumbuh besar dalam lingkungan pertanian. Ayahnya, Augustine Washington, adalah seorang pelaut sebelum akhirnya menjadi petani tembakau sukses di Virginia.

Ron Chernow dalam bukunya yang memenangkan Hadiah Pulitzer, Washington: A Life (2010), mencatat, George lahir pada 22 Februari 1732 di Popes Creek, wilayah Westmoreland, Virginia. Tempat tersebut digambarkan sebagai daerah subur nan indah khas pedesaan, satu mil dari Sungai Potomac.

George adalah anak pertama dari hasil perkawinan Augustine Washington dengan istri keduanya, Mary Ball Washington. Selain punya kakak tiri, adik kandung George berjumlah empat.

Garis keturunan George tidak asing dengan kepemimpinan dan kepemilikan lahan perkebunan.

Leluhur George berasal dari desa Sulgrave, Northamptonshire, Inggris. Di desa itu, buyutnya yang bernama Lawrence Washington pernah menjabat sebagai Walikota Northampton. Ia sempat membeli tanah seluas 100 hektar dari Raja Henry VIII. Sebelumnya, Lawrence dikenal sebagai pedagang wol. Baru pada 1659, kakek George, John Washington, bermigrasi ke koloni Amerika tepatnya di Virginia.

Baca Juga : Kehebatan Abraham Lincoln yang Berhasil Membuat Amerika Menjadi Negara Adidaya

Ketika George berumur 11, ayahnya meninggal. George diasuh kakak tirinya, Lawrence Washington (nama yang sama dengan buyut George di Inggris). Lawrence juga diwarisi perkebunan nan indah di daerah Little Hunting Creek, Virginia.

Meski menduduki jabatan strategis di kemiliteran sampai terpilih menjadi presiden, George hampir tidak mengenyam pendidikan secara formal. Enyclopaedia Britanica mencatat, dari umur 7 sampai 15 George memang pernah mengenyam pendidikan sekolah, namun tidak dijalani secara teratur. Dari ayahnya yang bersekolah di Inggris serta dari kakak tirinyalah George mendapat pendidikan informal.

Beberapa pelajaran seperti matematika, geografi, dan bahasa Latin dikuasainya. Di usia remaja, ia lebih sering menekuni dunia perkebunan, seperti mengukur tanah untuk mempersiapkan ladang bercocok tanam.

Pada 1749, dibantu oleh keluarga istri Lawrence, George mendapat pekerjaan sebagai pengukur tanah untuk kota Culpeper, Frederick, dan Augusta di Virginia.

Kematian Lawrence pada 1752 karena penyakit tuberkulosis membuat George kelimpahan tanah seluas 1.000 hektare yang dinamai Mount Vernon oleh kakak tirinya. George mengelola tanah tersebut sebagai basis perkebunan, sesuai dengan minat dan tradisi keluarganya. Secara bertahap, George memperluas wilayah perkebunan Mount Vernon hingga lebih dari 3.000 hektare.

Pada 1759, George menikahi janda kaya raya dari Tidewater bernama Martha Dandridge Custis yang memiliki 6.000 hektare tanah. Istri beserta anak-anaknya lalu diboyong ke Mount Vernon.

Gandum dan tembakau menjadi tanaman pokok di perkebunan George. Selain itu, ia juga punya pabrik penggilingan bertenaga air, pandai besi, batu bata dan lainnya. Tak heran bila ia dikenal sebagai pekebun terkaya sekaligus terluas di Virginia.

George mencintai perkebunannya di Mount Vernon. Sepanjang kariernya, George tercatat pernah pensiun sebanyak tiga kali. Menurut William Wright Abbot, sejarawan yang menulis masa pensiun George Washington untuk The Museum of Our National Heritage di Lexington, Massachusetts, ketiga masa pensiunnya itu dihabiskan dengan berkebun di Mount Vernon.

Pensiun pertamanya diambil pada 1759. Ia memutuskan meninggalkan karier militer setelah bertempur di Ohio dan pulang ke Mount Vernon untuk berkebun selama enam belas tahun. Pensiun kedua pada 1783 setelah George menjabat sebagai panglima tertinggi Tentara Kontinental.

Lima tahun berselang, George terpilih sebagai presiden AS. Jika ia mau, George bisa menjabat presiden AS untuk ketiga kalinya berturut-turut. Tapi ia tidak berminat dan lebih tertarik pulang ke Mount Vernon. George sebelumnya juga sempat berjanji bahwa ia tidak akan menjadi orang kuat di pemerintahan terus menerus. Bahkan ia sudah berencana pensiun sejak selesai periode pertamanya.

Tantangan terbesar di era kepemimpinan George sebagai presiden perdana adalah mempertahankan kesatuan 13 wilayah yang merdeka dari Britania Raya di bawah negara Amerika Serikat. Ia dianggap sukses mempertahankan kenetralan negaranya saat Inggris bertikai dengan Perancis pada 1793.

Masa pensiun George setelah menjadi presiden tergolong singkat. Pensiun ketiga ini hanya bertahan dua tahun sembilan bulan sampai akhirnya ia sakit keras dan tutup usia.

Kehebatan Abraham Lincoln yang Berhasil Membuat Amerika Menjadi Negara Adidaya

Kehebatan Abraham Lincoln yang Berhasil Membuat Amerika Menjadi Negara Adidaya

Daftarpresidendunia.web.id – Mungkin bagi kita tidak ada yang benar-benar spesial dari seorang Abraham Lincoln. Namun, untuk rakyat Amerika sosok satu ini adalah seorang pahlawan besar. Jasa-jasanya begitu banyak bagi negara ini dan hampir semuanya adalah hal yang fundamental. Namun, sayangnya, pada akhirnya Lincoln mati dengan cara yang tidak menyenangkan. Ia dibunuh ketika tengah menyaksikan sebuah teater.

Lincoln hanya menjabat sekitar empat tahun saja sebelum ia dibunuh. Meskipun demikian torehan prestasinya bisa dibilang sangat mentereng. Sejumlah keputusan penting dibuat pada masa kepemimpinannya. Bahkan gara-gara ini, wajah Amerika yang sebelumnya sangat suram berubah menjadi sebuah bangsa yang bermartabat dan hebat.

Lalu, pencapaian prestasi apa yang sudah ditorehkan Lincoln ? Berikut ulasannya

1. Lincoln Membuat Amerika Bersatu

Sebelum menjadi negara kuat seperti sekarang, Amerika adalah sebuah bangsa yang terpecah menjadi bagian-bagian. Menyatukan banyak daerah seperti ini tentu susah, meskipun sebagian sudah tergabung dalam koloni atau union. Pun ketika Lincoln menjabat sebagai presiden, Amerika masih dalam kondisi perpecahan seperti itu.

Amerika terbagi menjadi utara dan selatan yang masing-masing kemudian berkonfrontasi dan menjadi tragedi besar bernama Civil War yang terkenal itu. Perang ini juga jadi bagian sejarah terkelam Amerika. Jasa Lincoln saat itu adalah berhasil mempersatukan dua kubu yang bertikai ini. Tentunya lewat berbagai macam usaha termasuk mengangkat wacana emansipasi dan juga penghapusan perbudakan.

2. Emansipasi Warga Amerika

Masalah rasial adalah hal yang sensitif dan Amerika sudah bergelut dengan ini sejak lama sekali. Dulu, memang orang-orang berkulit gelap memiliki strata yang rendah di masyarakat. Apalagi dulu maraknya sistem perbudakan menjadikan orang-orang berkulit putih menjadi semakin jumawa.

Namun, pada akhirnya kesetaraan pun tercapai setelah Lincoln menempati posisi kepemimpinan tertinggi di AS. Negara tengah berupaya keras menghapuskan total perbudakan, di samping Lincoln juga menggulirkan aturan soal kesamaan hak tiap orang tak peduli apa warna kulitnya. Di masa itu, orang-orang berkulit hitam pun sangat berbahagia. Eksistensi mereka akhirnya seimbang. Hal ini juga direalisasikan dengan masuknya orang-orang non kulit putih ke dalam satuan-satuan militer yang sebelumnya seakan hanya untuk orang kulit putih saja.

Baca Juga : Rahasia Para Presiden Amerika Serikat

3. Penghapusan Perbudakan

Emansipasi berlaku namun perbudakan tidak serta merta hilang. Melihat hal ini kemudian Lincoln pun makin gencar menggemborkan wacana tentang penghapusan budak. Sama sekali tidak mudah tentu saja. Baru ketika negara-negara bagian bersatu, Lincoln mampu melihat titik cerah dari apa yang diperjuangkannya.

Hingga pada akhirnya, berkat dukungan Lincoln, Amerika sepenuhnya menghapus perbudakan. Hal ini menjadi kemajuan yang sangat berarti bagi negara tersebut, dan gara-gara ini pula persatuan mereka akhirnya kuat lalu mengubah Amerika menjadi negara paling jumawa di dunia.

4. Memberlakukan Aturan Homestead Acts

Amerika benar-benar kacau kalau itu, apalagi strata ekonomi masyarakatnya yang tidak merata. Banyak orang miskin yang tidak mampu membiayai hidup, meskipun ada banyak orang yang berjubel dengan harta. Untuk mengatasi ketimpangan ini, Lincoln pun membuat sebuat aturan yang membuat semua warga miskin bahagia. Aturan ini bernama Homestead Acts.

Jadi, aturan ini dibuat agar orang-orang miskin mampu memiliki sepetak tanah dengan harga yang sangat-sangat murah, bahkan bisa gratis jika syarat dan ketentuannya terpenuhi. Aturan ini pun akhirnya membawa dampak yang bagus sekali bagi pertumbuhan Amerika. Hingga akhirnya mereka menjadi bangsa besar yang disegani dunia.

5. Lincoln Punya Patennya Sendiri

Terlepas dari kiprahnya yang besar bagi Amerika, Lincoln ternyata juga punya prestasi pribadinya sendiri. Salah satunya lewat sebuah paten yang tertulis atas namanya. Penemuan yang dipatenkan oleh Lincoln adalah alat yang mampu mengangkat kapal ketika akan melewati sebuah penghalang. Penghalang memang biasanya dipasang di kanal atau sungai-sungai dengan tujuan tertentu.

Ini tentu saja prestasi yang keren, mengingat Lincoln adalah seorang yang super sibuk dan sudah dipusingkan dengan banyak hal. Prestasi ini sampai sekarang belum bisa diungguli oleh presiden Amerika lainnya.

Cita-cita Lincoln ingin membuat Amerika lebih hebat lagi. Sayangnya, ia sepertinya ditakdirkan untuk tidak mampu melakukan hal itu dengan kematian tiba-tiba yang menghampirinya. Hal yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa sampai ada yang begitu tega membunuh salah satu presiden terbaik AS ini? Padahal, jika Lincoln tidak meninggal seketika, tentulah akan makin banyak lagi kebaikan yang datang kepada Amerika.

Rahasia Para Presiden Amerika Serikat

Rahasia Para Presiden Amerika Serikat

Daftarpresidendunia.web.id – Siapa sangka, mantan Presiden George H.W. Bush pernah selama empat kali dalam kecelakaan pesawat?Amerika Serikat telah menjadi negara adidaya sejak ratusan tahun lalu. Setelah mendeklarasikan kemerdekaannya, negeri Paman Sam ini berjuang keras agar jangan sampai dijajah lagi serta sejajar dengan negara maju lainnya. Sekarang, kekuatan militer dan pengaruhnya bisa dibilang paling besar di dunia.

IDN Poker Online merupakan Situs yang menyediakan permainan poker online indonesia dengan beragam permainan menarik seperti poker, domino qq, capsa, ceme, ceme keliling, super10 dan pot omaha.

Telah berganti Presiden selama puluhan kali, ternyata tiap sosok pemimpin memiliki rahasianya sendiri. Misalnya saja Mantan Presiden Nixon yang ternyata penggemar berat James Bond lho! Rahasia apalagi yang tersimpan selama bertahun-tahun dan akhirnya terkuak ke Publik?

1. Gigi George Washington Terbuat Dari Taring Binatang

Zaman dulu, gigi palsu biasanya terbuat dari kayu. Namun George Washington sang Presiden pertama di Amerika serikat ini anti mainstream. Ia menolak menggunakan gigi palsu dari kayu, dan memilih taring Walrus dan gading Gajah untuk menggantikan gigi aslinya.

Berbeda lagi dengan dengan William H. Harrison, pengganti George Washington ini memiliki konsep kampanye yang unik dan cukup aneh. Menurut lawan kampanyenya, Harrison lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kabin dan menikmati minuman. Justru, dengan keunikannya ini ia akhirnya lolos menjadi Presiden Amerika Serikat kedua.

Nah jika selama ini Presiden Amerika berasal dari Eropa (karena sebelumnya mereka adalah pendatang) maka Martin Van Buren adalah yang pertama menjadi presiden yang lahir dan besar di Amerika Serikat. Penggantinya yaitu Andrew Jackson juga memiliki rahasia yang akan membuat Anda tertegun. Selama hidup, ia telah menjalani duel sebanyak 100 kali lebih!

2. James Madison Adalah Presiden Terkecil di Dunia

Sebelum membahas mengenai James Madison, tahukah Anda bahwa John Quincy Adams, suka sekali berenang di Sungai Potomac tanpa memakai baju? Ternyata baginya, berenang tanpa baju satupun menempel di tubuhnya bisa memberikan ketenangan lho!

James Monroe punya ceritanya sendiri, namanya hingga hari ini abadi menjadi nama ibu kota di Liberia. Jika Anda pergi ke sana dan sampai ke Monrovia City, di sanalah nama Presiden keenam Amerika Serikat ini diabadikan.
Masih dengan Presiden bernama James namun kali ini adalan Presiden James Madison. Biasanya kan orang Eropa dan Amerika itu tinggi dan besar, tapi berbeda dengan James Madison. Tingginya ‘hanya’ 5,4 kaki atau sekitar 150cm meter dan berat badannya tidak sampai 50 kilogram. Walah, Madison pasti terlihat awet muda dan juga lincah untuk beraktivitas ya!

Bagaimana dengan Thomas Jefferson dan John Adams? Saat mereka berkunjung ke rumah pujangga terkenal yaitu Shakespeare, mereka melakukan sebuah hal ‘gila’ yang rahasianya baru terkuak baru-baru ini. Mereka mengambil potongan dari bangku yang dipakai Shakespeare untuk menulis dan membawanya pulang sebagai souvenir.

Baca Juga : Prestasi Jokowi Sebelum Sukses Menjadi Orang Nomor Satu di Indonesia

3. John Tyler Memiliki 15 Orang Anak!

White House atau gedung putih menjadi tempat tinggal Presiden Amerika Serikat sejak dulu (walau pernah hancur dan dibangun kembali). Ternyata, Presiden Pertama yaitu George Washington tidak tinggal di sana. Justru John Adamslah yang pertama kali bertempat tinggal di gedung putih.

Jika membicarakan tentang anak, biasanya sih satu keluarga memiliki anak 2 atau 3 ya. Namun zaman dulu, banyak anak bisa dibilang banyak rezeki. Mungkin prinsip ini yang dipegang oleh Presiden John Tyler, ia memiliki 15 orang anak lho! Ini ‘memecahkan’ rekor hingga hari ini sebagai Presiden dengan anak terbanyak.
Melompat ke Presiden lain, James K. Polk menjadi salah satu Presiden yang memiliki jiwa kenegerawan paling tinggi. Ia mendedikasikan hidupnya untuk menyatukan Amerika dari satu pesisir ke pesisir lain, agar tetap bersatu di bawah bendera Amerika Serikat.

Salah satu konspirasi kematian Presiden Amerika yang menghebohkan adalah Zachary Taylor. Pada masa itu, ia meninggal dunia karena sakit kolera. Baru saja terungkap apa penyebabnya, dan ternyata adalah ia memakan buah ceri yang agak busuk dan tidak steril sehingga tertular penyakit mematikan itu.

4. Millard Filmore Menikahi Gurunya Sendiri

Cinta bisa datang pada siapa saja, termasuk pada guru yang mengajar kita. Millard Filmore contohnya, Presiden Amerika ini jatuh cinta pada gurunya sendiri dan menikahinya tidak lama setelahnya.

Jika Filmore menikahi gurunya maka Franklin Pierce malah pernah melakukan suatu tindakan yang mengagetkan di masa lalu. Ia pernah dipenjara karena melarikan seorang wanita dengan menggunakan kuda lho! Astaga, masa mudanya pasti penuh dengan petualangan ya!
Tindakan mulia juga dilakukan oleh James Buchanan di masa lalu. Ia tidak pernah mengungkapkan alasannya mengapa ia membeli beberapa budak di Washington D.C padahal ia tidak memiliki pabrik ataupun perkebunan. Ternyata, ia melakukannya agar bisa memboyong mereka ke Pennsylvania dan memberinya kebebasan serta kemerdekaan.

Tidak hanya Andrew Jackson, Abraham Lincoln juga hobi main gulat. Saat ia masih muda, ia telah bermain gulat sebanyak 300 kali dan hanya kalah 1 kali saja. Hebat banget!

Jika selama ini mereka dikenal dengan sosoknya yang disegani dan juga berwibawa, ternyata ada beberapa rahasia kecil yang tidak diketahui oleh banyak orang. Menurut Anda, rahasia Presiden siapa yang paling mengagetkan?

Biografi Presiden John Kennedy

Biografi Presiden John Kennedy

Daftarpresidendunia.web.id – Kennedy adalah orang termuda yang terpilih sebagai presiden (tidak menjadi bingung dengan orang termuda yang memegang jabatan kepresidenan, sebuah catatan oleh Theodore Roosevelt), presiden pertama Amerika Serikat. UU Lahir pada abad ke-20 dan juga presiden termuda yang meninggal.

Nama Lengkap : John Fitzgerald Kennedy
Alias : John F Kennedy
Profesi : Birokrat
Agama : Katoli
Tempat Lahir : Brookline, Massachusetts
Tanggal Lahir : Senin, 19 Mei 1975
Zodiac : Taurus
Warga Negara : USA
Anak : Arabella , Caroline B., John F., Jr., Patrick B, Joseph Kennedy
Istri : Jacqueline Lee Bouvier
Ibu : Rose Elizabeth Fitzgerald
Ayah : Joseph Kennedy

Biografi John Kennedy

John Fitzgerald Kennedy lahir pada 29 Mei 1917 di Brookline, Massachusetts, di tengah-tenga keluarga kaya dan terhormat. Kakek dari keluarga ayahnya, P.J. Kennedy, adalah bankir kaya dan pedagang minuman keras. Sedangkan nenek dari keluarga ibunya, John E. Fitzgerald, yang memiliki julukan “Honey Fitz,” adalah seorang politisi handal yang bekerja sebagai anggota kongres dan sebagai Walikota Boston. Ibu Kennedy, Rose Elizabeth Fitzgerald adalah seorang wanita kelas tinggi di Boston. Sedangkan ayahnya, Joseph Kennedy Sr., adalah seorang bankir sukses yang memperoleh keuntungan besar dari pasar saham setelah Perang Dunia I. Joe Kennedy Sr. kemudian melanjutkan karier pemerintahannya sebagai Ketua Securities and Exchange Commission dan sebagai Duta Besar untuk Inggris.

John Fitzgerald Kennedy, yang lebih sering dipanggil, Jack, adalah anak tertua kedua dari sembilan bersaudara yang luar biasa. Saudara-saudaranya antara lain Eunice Kennedy (pendiri Special Olympics), Robert Kennedy (Jaksa Agung Amerika Serikat), dan Ted Kennedy, salah seorang senator paling kuat di sejarah Amerika.

Kennedy mengikuti sekolah paroki Canterbury (1930-1931) dan Sekolah Choate (1931-1935). Salah seorang gurunya mengatakan bahwa orang-orang di sekolah menyukainya lebih untuk kepribadiannya daripada prestasinya. Dia sering sakit-sakitan sewaktu kecil dan menghabiskan banyak waktu dengan membaca. Kennedy terdaftar di Princeton University pada tahun 1935 tetapi penyakit segera memaksanya untuk mundur. Setelah pemulihan ia masuk ke Harvard University, di mana ia mengambil jurusan hubungan pemerintah dan internasional.

Selama tahun-tahun awal di Harvard, ia melakukan perjalanan ke Eropa dan mengamati peristiwa yang mengarah ke Perang Dunia II (1939-1945). Dia menggunakan pengamatannya untuk tugas senior paper-nya, yang kemudian menjadi buku terlaris ‘Why England Slept’ (1940).

Setelah lulus dari Harvard dengan penghargaan pada tahun 1940, Kennedy masuk ke Stanford University untuk melanjutkan pascasarjana. Pada bulan April 1941 ia mencoba mendaftarkan diri di Angkatan Darat AS tapi ditolak karena alasan fisik (cedera punggung yang diterima saat bermain sepak bola). Beberapa bulan kemudian, setelah punggungnya diperkuat melalui latihan, Angkatan Laut AS menerimanya. Dia kemudian menjadi seorang perwira intelijen di Washington, D.C. Setelah Jepang menyerang Pearl Harbour (sebuah pangkalan militer AS di Hawaii) pada tanggal 7 Desember 1941, Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II. Kennedy meminta tugas aktif di laut dan diberi tugas ini pada tahun 1942-an.

Melanjutkan pelatihan dalam Skuadron Boat Torpedo Motor, Kennedy dikirim ke Pasifik Selatan untuk dalam perang melawan Jepang. Pada bulan Maret 1943 ia diberi komando kapal patroli torpedo (PT), sebuah perahu kecil, cepat, dan dipersenjatai dengan senjata, termasuk torpedo. Pada bulan Agustus perahunya telah diiris menjadi dua oleh sebuah kapal perusak Jepang dan dua anak buahnya tewas. Kennedy dan empat orang lainnya berpegangan pada setengah dari kapal PT yang tetap mengapung. Enam orang lainnya selamat di perairan terdekat, dua terluka. Dalam perjuangan tiga jam Kennedy meletakkan awak kapal yang terluka ke bangkai kapal yang masih mengambang. Ketika kapal ini terbalik, ia memerintahkan anak buahnya untuk berenang ke sebuah pulau kecil sekitar tiga mil jauhnya. Dia menarik satu orang ke pantai dalam perjuangan lima jam yang heroik. Beberapa hari kemudian, setelah memperlihatkan keberanian, kepemimpinan, dan daya tahan, Kennedy dan anak buahnya berhasil diselamatkan.
Kembali ke kehidupan sipil, Kennedy bekerja di surat kabar selama beberapa bulan, meliputi konferensi PBB, Konferensi Potsdam, dan pemilu Inggris 1945. Namun, karena ia datang dari keluarga yang biasa melakukan pelayanan publik, Kennedy menginginkan karier di bidang politik.

Pada tahun 1946 ia menjadi calon U.S. House of Representatives dari distrik Massachusetts ke sebelas. Kennedy membangun organisasi personal yang besar untuk kampanyenya. Pada tur keliling, ia bertemu pemilih sebanyak mungkin. Dia langsung berbicara kepada orang-orang tersebut dalam gaya non formal tentang topik yang mereka sukai. Dalam kampanyenya ini, Jack didukung oleh ibu dan saudara-saudaranya. Robert dan Edward berperan sebagai manajernya, sedangkan ibu dan saudara-saudara perempuannya mengadakan kegiatan sosial untuk menggalang dana bagi kampanyenya.
Kennedy memenangkan pemilihan utama, musim gugur, dan pemilihan untuk House of Representatives pada tahun 1948 dan sekali lagi pada 1950. Dia bekerja untuk program-program mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih baik, khususnya di bidang perumahan murah rakyat. Pada tahun 1949 ia menjadi anggota Komite Bersama Hubungan Buruh-Manajemen. Dalam kapasitas ini, Kennedy adalah seorang pendukung kuat bagi buruh, yang mengupayakan upah yang lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik.
Kennedy mendukung program domestik dari Presiden Harry Truman, termasuk program-program kesejahteraan sosial, perpajakan progresif, dan regulasi bisnis. Namun, ia tidak mengikuti kebijakan Truman dalam hubungan luar negeri. Misalnya, ia menentang pertempuran di Korea.
Pada April 1952 Kennedy berjuang untuk mendapatkan kursi di Senat AS menghadapi Henry Cabot Lodge, Jr., seorang anggota Partai Republik yang liberal. Kennedy dimenangkan oleh lebih dari tujuh puluh ribu suara. Lodge kalah telak. Dia tidak melawan seorang pria saja, melainkan seluruh keluarga Kennedy. Pada tahun 1958 Kennedy terpilih kembali ke Senat.

Baca juga : Biografi Presiden Lyndon Johnson

Sukses politik Kennedy segera diikuti oleh kesuksesan lain dalam kehidupan pribadinya. Pada tanggal 12 September 1953, Kennedy menikahi Jacqueline Lee Bouvier, putri seorang pemodal dari New York City, di Newport, Rhode Island. John dan Jacqueline Kennedy memiliki tiga anak: Caroline Bouvier, John Fitzgerald, dan Patrick Bouvier (yang hidup hanya beberapa hari setelah kelahirannya di tahun 1963); serta seorang anak lain yang meninggal saat dilahirkan di tahun 1956.
Kennedy bertugas sebagai Senat di bulan Januari 1953. Ia melanjutkan untuk mendukung para buruh, ekonomi, dan hubungan luar negeri. Ia menjabat di Komite Kesejahteraan Buruh dan Masyarakat, Komite Operasi Pemerintah, Komite Hubungan Buruh-Manajemen, Komite Hubungan Luar Negeri dan Komite Ekonomi Bersama. Dia juga mengupayakan untuk meloloskan dana untuk membantu industri perikanan dan tekstil Massachusetts dan meningkatkan perekonomian New England.

Cedera lama di punggungnya yang kambuh memaksa Kennedy untuk menggunakan kruk selama 1954. Dia menjalani operasi pada Oktober 1954 dan pada Februari 1955. Dia menghabiskan berbulan-bulan masa sakit dan penyembuhannya dengan menulis biografi orang-orang Amerika yang telah menunjukkan keberanian moral pada titik-titik sulit dalam hidup mereka. Buku biografi ini, ‘Profiles in Courage’ (1956), menjadi buku terlaris dan Hadiah Pulitzer untuk kategori biografi pada tahun 1957.

Operasi punggung Kennedy tidak sukses 100%, dan dia tidak pernah lagi sepenuhnya bebas dari rasa sakit. Pasca operasi, ia kembali ke kursi Senat pada bulan Mei 1955. Ia menjadi pendukung kuat dari hak-hak sipil dan perundang-undangan kesejahteraan sosial. Kennedy juga mendukung anggaran untuk memberikan dana bantuan bagi pendidikan dan untuk melonggarkan hukum imigrasi AS.

Pada 1960, Kennedy menjadi Presiden Amerika Serikat termuda, dengan wakil Lyndon B. Johnson. Mereka mengalahkan kandidat dari Partai Republik, Richard Nixon.

Dalam masa jabatannya sebagai presiden yang cukup singkat, Kennedy menghadapi banyak keadaan yang sangat genting. Antara lain, kegagalan invasi AS ke Kuba di Teluk Babi (Bay of Pigs), perlindungan terhadap hak-hak sipil, krisis misil Kuba, dan perang Vietnam. Namun, Kennedy dapat menghadapi semuanya dengan sangat baik, yang membuatnya semakin disegani oleh kawan maupun lawan.

Tanggal 22 November 1963 adalah hari naas bagi Kennedy. Ia tewas ditembak saat berada di mobil terbuka di Dallas, Texas. Lee Harvey Oswald dipercaya sebagai penembak sang presiden, meskipun beberapa argumen lain mengatakan, bahwa pelakunya lebih dari satu orang. Seluruh Amerika Serikat – bahkan seluruh dunia – berduka. Di Indonesia, bendera setengah tiang dikibarkan sebagai tanda turut berduka cita. Di New Delhi, India, banyak orang yang menangis di jalan-jalan.
Kennedy pernah menyimpulkan bahwa masa saat itu sebagai “sangat berbahaya, dan berantakan.” Ia hidup di antara dua perang dunia, Great Depression (tahun 1929-1939 di mana hampir setengah pekerja industri di negara tersebut kehilangan pekerjaan), dan era nuklir. “Hidup ini tidak adil,” katanya. Dan itulah Kennedy, yang dikaruniai kemuliaan dan tragedi. Namun, ia tidak pernah kehilangan kasih sayangnya, rasa keseimbangan, maupun optimismenya.

PENDIDIKAN

  • Harvard College

KARIR

  • Secretary of State, Dean Rusk (1961-63)
  • Secretary of the Treasury, C. Douglas Dillon (1961-63)
  • Secretary of Defense, Robert S. McNamara (1961-63)
  • Attorney General, Robert F. Kennedy (1961-63)
  • Postmaster General, J. Edward Day (1961-63) John A. Gronouski, Jr. (1963)
  • Secretary of the Interior, Stewart L. Udall (1961-63)
  • Secretary of Agriculture, Orville L. Freeman (1961-63)
  • Secretary of Commerce, Luther H. Hodges (1961-63)
  • Secretary of Labor, Arthur J. Goldberg (1961-62) W. Willard Wirtz (1962-63)
  • ecretary of Health, Education, and Welfare, Abraham A. Ribicoff (1961-62) Anthony J. Celebrezze (1962-63)
  • President of United States of America

PENGHARGAAN

  • Navy and Marine Corps Medal
  • Purple Heart
Biografi Presiden Jimmy Carter

Biografi Presiden Jimmy Carter

Daftarpresidendunia.web.id – Sebagai seseorang yang pernah menjabat sebagai kepala negara adikuasa, mantan presiden Amerika Serikat telah menjadi tokoh yang sangat menonjol termasuk Jimmy Carter. Ada beberapa kisah hidup yang menarik dan menginspirasi dari Jimmy Carter yang akan diikuti oleh generasi saat ini.

Jimmy Carter yang memiliki nama panjang James Earl Carter, Jr. lahir di Plains, Georgia pada tanggal 1 Oktober 1924. Merupakan anak pertama dari pasangan James Earl Sr. dan Lilian Carter, sejak kecil kedua orangtuanya memanggil Jimmy.

Ayah Jimmy Carter merupakan pengusaha kacang tanah sederhana dan politikus badan legislatif yang bertugas di negara bagian Georgia. Sedangkan ibunya merupakan seorang perawat yang memiliki jiwa kepedulian tinggi, dia pernah pergi ke India sebagai sukarelawan Peace Corps di usianya yang ke 68.

Pendidikan Jimmy Carter

Jimmy Curter bersekolah di Plains High School dari tahun 1937 hingga 1941. Setelah lulus dia melanjutkan pendidikannya di Georgia Southwestern College dan Institut Teknologi Georgia. Pendidikan militernya ditempuh di United States Naval Academy yang ada di Annapolis dan lulus pada tahun 1946.

Karir angkatan laut dimulai di Angkatan Laut Amerika Serikat selama lima tahun pada bagian pelayanan kapal selam. Ketika sedang mempersiapkan diri menjadi perwira untuk Seawolf kapal selam di tahun 1953, ayah Jimmy Curter meninggal sehingga membuatnya kembali ke Georgia untuk mengurus usaha.

Baca juga  : Biografi Presiden Ronald Reagan

Karir Politik Jimmy Carter

Karir politik merupakan biografi Jimmy Carter yang paling menarik, dia memulai karir politiknya sebagai anggota Dewan Lokal Pendidikan di Georgia. Setelah itu pada tahun 1962 dia memenangkan pemilihan ke senat melalui partai Demokrat untuk Georgia, kemenangan tersebut berlanjut di tahun 1964. Meski gagal pada pencalonan gubernur tahun 1966, namun Jimmy Carter akhirnya memenangkan pemilihan sebagai gubernur Georgia pada tahun 1970. Pada tanggal 12 Januari 1971 Jimmy Carter diangkat menjadi gubernur Georgia yang ke 76.

Karir politiknya terus meningkat, pada tahun 1974 dia menjadi Ketua Kampanye Komite Nasional Demokrat. Sebelum masa jabatan sebagai gubernur habis yaitu pada tanggal 12 Desember 1974 Jimmy Carter mengumumkan bahwa dia akan mencalonkan diri menjadi presiden Amerika Serikat. Pada Konvensi Nasional Demokrat yang diselenggarakan pada tanggal 1976 Jimmy Carter memenangkan pemungutan suara dari partainya. Dan terpilih sebagai presiden pada tanggal 2 November 1976. Mulai menjabat pada tanggal 20 Januari 1977 hingga 20 Januari 1981.

Keluarga Jimmy Carter

Jimmy Carter menikah dengan wanita asal Georgia yang bernama Rosalynn Smith Carter pada 7 Juli 1946 sebelum dia memulai karir politiknya. Dari pernikahan tersebut dia memiliki 4 orang anak yaitu 3 anak laki-laki dan satu anak perempuan. Ketiga anak laki-laki Jimmy Carter yaitu John William Carter, James Earl Carter III, dan Donnel Jeffrey Carter. Sedangkan satu-satunya anak perempuan Jimmy Carter bernama Amy Lynn Carter.

Penghargaan yang Diberikan Kepada Jimmy Carter

Sebagai tokoh dunia, biografi Jimmy Carter yang tak kalah menarik adalah penghargaan yang pernah didapat yaitu :

  1. Nobel Perdamaian 2002 di Oslo, Norwegia
  2. Penghargaan HAM PBB 1998
  3. Penghargaan Indira Gandhi 1997
  4. Dan lain-lain
1 2