Beberapa Pemimpin Negara dengan Masa Jabatan Terlama

Beberapa Pemimpin Negara dengan Masa Jabatan Terlama

Daftarpresidendunia.web.id – Pemimpin suatu negara adalah sebuah simbol negara yang dipimpinnya, harus memiliki kualitas yang layak untuk dijadikan panutan bagi seluruh rakyatnya. Masa pemerintahan menjadi tolak ukur tersendiri dalam menilai perubahan-perubahan yang dibawa oleh pemimpin tersebut bagi negaranya.

Umumnya, pemimpin suatu negara memiliki masa jabatan lima tahun atau lebih yang ditentukan lewat pemilihan umum oleh rakyat. Namun beberapa sosok pemimpin negara berikut yang tidak termasuk pemimpin monarki memiliki masa pemerintahan terlama yang tercatat dalam sejarah. Langsung saja kita bahas dibawah ini mengenai beberapa pemimpin Negara dengan masa jabatan terlama :

1. Kim Il-sung
Kim Il-sung adalah ayah dari pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong Un. Ia merupakan penggagas pemerintahan komunis Korea Utara yang menjabat sebagai presiden selama 22 tahun dari Desember 1974 hingga hari kematiannya pada 4 Juli 1994.

Jika dihitung dengan masa jabatannya dari saat mendirikan Korea Utara sebagai perdana menteri pada tahun 1948, maka total 46 tahun Kim Il-sung memerintah Korea Utara.

2. Muammar Khadafi
Pemimpin yang dijuluki dengan tangan besi ini memimpin Libya selama kurang lebih 42 tahun selama 1969 hingga 2011. Muammar Mohammed Abu Minyar Gaddafi atau lebih dikenal dengan Muammar Khadafi menjadi pemimpin Libya setelah melakukan kudeta terhadap pemerintahan Raja Idris namun akhirnya digulingkan dan dibunuh oleh kelompok pemberontak.

3. Fidel Castro
Fidel Alejandro Castro Ruz adalah presiden Kuba yang menjabat sejak 1976 hingga 2008, ia juga memimpin revolusi komunis Amerika Latin yang berpusat di Kuba. Casto telah mengalami berbagai percobaan pembunuhan namun selalu gagal.

FidelCastro juga dikenal dekat dengan Soekarnao, sang presiden pertama Indonesia. Jika dihitung dari Desember 1976 sampai Februari 2008, maka masa pemerintahan FidelCastro adalah 32 tahun. Apabila dihitung dari awal ia memimpin revolusi Kuba, maka total ia memimpin Kuba adalah 49 tahun.

4. Soeharto
Soeharto adalah presiden kedua Indonesia yang menjabat selama 31 tahun dari 1967 hingga 1998. Presiden yang dikenal sangat menggemari cerutu ini merupakan presiden Indonesia dengan masa pemerintahan terlama.

5. Chiang Kai-shek
Chiang Kai-shek merupakan penerus Sun Yat Sen, presiden pertama Republik Tiongkok. Chiang Chung-cheng atau lebih dikenal dengan Chiang Kai-shek adalah pemimpin yang mencoba untuk mengubah paham politik komunis di Tiongkok menjadi ideologi Konfusian otoriter.

Ia memerintah daratan Tiongkok selama 22 tahun dan pada tahun 1949 ia membentuk negara Taiwan dan menjadi presidennya selama 26 tahun. Total masa jabatan Chiang Kai-shek adalah 48 tahun.

Baca Juga : Beberapa Fakta Menarik Dari Presiden Abraham Lincoln

6. Jose Eduardo dos Santos
Masa jabatan Jose Eduardo dos Santos berakhir pada September 2017, ia merupakan presiden kedua negara Angola. Jose Eduardo dos Santos telah menjadi presiden sejak September 1979, yang berarti menjabat selama 38 tahun. Meskipun begitu, ia dikenal sebagai pemimpin yang sangat sederhana dan bersahaja.

7. Ali Abdullah Saleh
Ali Abdullah Saleh sebelumnya adalah presiden Yaman Utara sejak 1978. Namun pada tahun terjadi persatuan negara Yaman Utara dan Yaman Selatan menjadi negara Yaman dengan presiden yang dipilih adalah Ali Abdullah Saleh.

Pada tahun 2012, ia mengundurkan diri setelah terjadi unjuk rasa yang menuntut dirinya mundur dari jabatannya. Total masa kepemimpinan Ali Abdul Saleh adalah 34 Tahun. Terakhir diketahui pada 4 Desember 2017, ia dinyatakan tewas setelah ditembak oleh kelompok pemberontak Houthi saat terjadi serangan di Sanaa, ibukota Yaman.

Fakta Unik BJ Habibie Yang Harus Kalian Tahu

Fakta Unik BJ Habibie Yang Harus Kalian Tahu

Daftarpresidendunia.web.id – Nama BJ Habibie tak asing lagi bagi rakyat Indonesia, bahkan dunia internasional. Presiden ketiga Republik Indonesia ini tak hanya dikenal sebagai mantan presiden, namun juga dikenal karena karya-karyanya.

Bernama panjang Bacharuddin Jusuf Habibie, sosok yang akrab dipanggil Eyang ini, juga merupakan ilmuwan yang mumpuni. Berikut fakta fakta mengenai Eyang Habibie,

1. Habibie punya gelar yang sangat panjang

Menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri, Habibie punya nama dan gelar yang cukup panjang. Jika dituliskan nama lengkap beserta gelarnya, akan menjadi Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie.

Habibie menempuh pendidikan strata satunya di Institute Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, usai menyelesaikan pendidikan SMA di Gouverments Middlebare School.

Dengan mendapat beasiswa dari pemerintahan, yang kala itu dipimpin Presiden Pertama Republik Indonesia Sukarno, Habibie muda melanjutkan pendidikannya ke Jerman.

2. Habibie ditinggal sang ayah sejak kecil

Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Ketika usianya 14 tahun, tepatnya pada September 1950, ia kehilangan sang ayah, Alwi Abdul Jalil Habibie, yang meninggal akibat serangan jantung.

Habibie lantas hidup bersama saudara-saudaranya di bawah asuhan sang ibunda, RA Tuti Marini. Ketika berusia 26 tahun, ia meminang gadis cantik Hasri Ainun Besari, yang kemudian dikenal sebagai Ainun Habibie, sebagai istrinya dan menikah pada 12 Mei 1962.

Baca Juga : Fakta Unik Presiden Soeharto Yang Jarang Diketahui

3. Habibie lulus dari Jerman dengan predikat cumlaud

Dengan beasiswa yang didapatkan dari pemerintah Indonesia, Habibie muda menyelesaikan pendidikannya dari Rhein Wesfalen Aachen Technische Hochschule, dengan jurusan Teknik Penerbangan yang spesialisasinya pada konstruksi pesawat.

Habibie kemudian mendapat gelar Diploma Ing, dengan predikat cumlaud alias sempurna. Ia melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama. Ia lantas menerima gelar Dr Ingenieur dan lulus dengan predikat summa cumlaude alias sangat sempurna.

4. Habibie sosok yang diakui negara lain

Habibie muda ketika bersekolah di Jerman mencetuskan rumus untuk menghitung crack progression on random. Rumus ini kemudian disebut dengan Faktor Habibie.

Tak menjadi sembarang rumus, karya Habibie ini diakui lembaga internasional. Seperti, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Luar Angkasa Jerman), The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de I’Air de I’Espace (Prancis), dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Habibie juga memperoleh penghargaan sebagai guru besar di ITB dan penghargaan Edward Warner Award dan Theodore Van Karman Award. Keren, ya Eyang?

5. Habibie 17 bulan menjabat sebagai presiden

Habibie menjabat sebagai presiden pasca-pengunduran diri Soeharto yang didesak mundur oleh rakyat Indonesia pada 1998. Masa Orde Baru selesai, Habibie memimpin jalannya masa reformasi.

Bahkan, kala itu ia menamai kabinetnya dengan sebutan Kabinet Reformasi Pembangunan. Selama 17 bulan, Habibie berkesempatan menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Usai menjabat, Habibie digantikan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur.